Site icon Beritaenam.com

Karhutla Barito Kuala Kepung Kampus Uniska dan Bakar Dua Rumah, Kabut Asap Juga Selimuti Jambi

karhutla Barito Kuala

Karhutla Barito Kuala, Kalimantan Selatan, mengepung kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dan membakar dua rumah warga pada Rabu, 7 Oktober 2026. Perkuliahan di kampus tersebut diliburkan sementara.

Karhutla Barito Kuala Kepung Kampus Uniska Handil Bakti

Api muncul sejak Rabu siang di kawasan Jalan Berangas Timur, Kabupaten Barito Kuala, menurut laporan detikKalimantan yang terbit pukul 18.58 WIB. Hingga malam hari, api masih menyala di sejumlah titik.

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla merupakan kebakaran yang melanda kawasan hutan maupun lahan, termasuk lahan gambut. Asap dari kebakaran jenis ini dapat menyebar jauh dan menurunkan kualitas udara, seperti tercermin pada lonjakan kasus ISPA di wilayah karhutla.

Kebakaran terjadi di sekitar kampus Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari di Handil Bakti. Api disebut mengepung hampir seluruh area kampus dan asap tebal mengganggu kegiatan belajar.

Seorang mahasiswa Uniska, Ahmad, menyebut asap yang muncul berwarna kuning pekat. Menurut dia, api baru mengepung area kampus pada hari itu.

“Asapnya sangat pekat berwarna kuning. Ini terjadi baru hari ini, apinya juga sudah mengepung area kampus.” — Ahmad, Mahasiswa Uniska

Radar Banjarmasin dan Barito Post melaporkan karhutla Barito Kuala kembali melanda kawasan Handil Bakti. Barito Post mencatat langit di kawasan itu sempat memerah pada malam sebelumnya.

Perkuliahan Diliburkan, Dua Rumah Warga Terbakar

Pihak kampus memutuskan meliburkan perkuliahan sementara karena asap terlalu pekat. Rektor Uniska Prof. Dr. H. Mohammad Zainul menyatakan kampus masih memantau kondisi untuk hari-hari berikutnya, menurut KlikKalsel.

“Diliburkan karena asap terlalu pekat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.” — Mohammad Zainul, Rektor Uniska

Api juga merambat ke permukiman. Dua rumah warga di kawasan Semangat Bakti dilaporkan terbakar, menurut relawan pemadam kebakaran setempat.

“Di Semangat Bakti tadi sudah kena dua rumah warga.” — Suparlin Jijan, Relawan Pemadam Kebakaran

Ratusan petugas dikerahkan untuk memadamkan api. Sebagian besar berasal dari pemadam kebakaran swasta milik masyarakat, menurut detikKalimantan. Hingga laporan tersebut terbit, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka.

Luas lahan yang terbakar dalam karhutla Barito Kuala belum disebutkan dalam laporan media. Keterangan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga belum tercantum dalam laporan yang terbit pada Rabu. Rentetan bencana ini menambah daftar peristiwa alam setelah kebakaran Gunung Rinjani beberapa pekan sebelumnya.

Kalsel Berstatus Siaga Darurat Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan status siaga darurat bencana karhutla sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026, menurut IDX Channel. Pos komando BPBD provinsi dibuka sejak 15 Juli 2026.

Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla di Kalimantan Selatan pada Januari hingga Juni 2026 sekitar 383,07 hektare. Luas itu terdiri atas 29,44 hektare lahan gambut dan 353,63 hektare tanah mineral, dengan 177 titik panas terpantau.

Secara nasional, luas karhutla pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar 107.465 hektare. Data karhutla Barito Kuala setelah periode itu belum dirilis dalam laporan yang tersedia.

Kabut Asap Juga Selimuti Jambi

Di Sumatra, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Jarak pandang berkurang dan kualitas udara di beberapa daerah tergolong kurang baik, menurut Pilar Daerah pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Thaha menyebut asap di Kota Jambi tidak seluruhnya berasal dari karhutla di Jambi. Angin dari arah tenggara dan selatan membawa asap dari Sumatera Selatan.

“Ada hotspot di kawasan Medak, Musi Banyuasin, yang membawa asap ke Kota Jambi.” — M Randy, Prakirawan Cuaca Stasiun BMKG Bandara Sultan Thaha Jambi

Sebelumnya, pada 20 September 2026, Wali Kota Jambi Maulana memperpanjang pembelajaran jarak jauh bagi siswa TK, SD, dan SLTP. Saat itu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 200 atau kategori sangat tidak sehat, menurut Metro TV.

Laporan yang sama mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi melampaui 6.500 orang hingga 15 September 2026. Jumlah itu naik dari sekitar 3.400 kasus pada awal September.

Hingga Rabu malam, petugas dan relawan masih berupaya memadamkan karhutla Barito Kuala di sekitar kampus Uniska dan permukiman warga. Pihak kampus menyatakan akan memantau kondisi asap sebelum memutuskan jadwal perkuliahan berikutnya. Simak berita nasional lainnya.

Exit mobile version