Kementerian Kesehatan mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus di antaranya menimpa balita.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti menyampaikan data itu dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa, 22 September 2026. Ia menyebut sebagian besar pasien sudah pulih.
“Data untuk hari ini, ada 4.533. Jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali.” — Then Suyanti, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes
Sebaran kasus ISPA di tujuh provinsi prioritas
Data berasal dari surveilans kesehatan di tujuh provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sebarannya mencakup 63 kabupaten dan kota, menurut Antara.
Sebelumnya, Kemenkes mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di provinsi terdampak karhutla. Angka itu naik menjadi 174.694 kasus dalam pembaruan terakhir. Menurut Kemenkes, jumlah kasus ISPA tahun ini juga meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 dan berbagai polutan lain. Paparan asap dapat memicu batuk, sesak napas, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit. Balita dan kelompok lanjut usia menghadapi risiko paling besar, sebagaimana disorot pada laporan kabut asap Kalteng yang membuat ISPA tembus 91 ribu.
Kemenkes mengategorikan data kasus ISPA menjadi kelompok balita dan di atas balita. Pengelompokan itu membantu pemerintah menyiapkan layanan bagi kelompok rentan. Then menyampaikan data tersebut bersama sejumlah kementerian dan lembaga dalam satu forum.
Kemenkes rekomendasikan pembelajaran jarak jauh
Kemenkes mengirimkan surat rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh. Langkah itu bertujuan mengurangi paparan asap terhadap anak-anak.
Kementerian juga memantau kualitas udara, perkembangan kasus ISPA, kesiapan fasilitas kesehatan, dan ketersediaan logistik. Kemenkes sebelumnya menerjunkan 1.898 tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Kementerian juga mendistribusikan masker dan oksigen serta menyiagakan ribuan fasilitas kesehatan.
Upaya promotif dan preventif mencakup edukasi pengurangan risiko krisis kesehatan. Kemenkes juga menerbitkan surat kewaspadaan bagi dinas kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan. Di daerah, Dinas Kesehatan Palangka Raya menyiapkan ruang oksigen untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA.
Titik panas karhutla nasional turun menjadi 948
Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas nasional turun dari 1.988 menjadi 948 titik. Data itu berlaku hingga Senin, 21 September 2026 pukul 23.59 WIB. Titik panas tertinggi tercatat pada Minggu, 20 September 2026 dengan 1.988 titik berkepercayaan tinggi.
“Dari 1.988 itu, 1.843-nya pada hari Minggu 20 September itu berada di enam provinsi prioritas. Yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan atau sekitar 78 persen.” — Ristianto Pribadi, Kepala Biro Humas Kemenhut
Ristianto mengingatkan data titik panas dari satelit tidak otomatis menunjukkan kebakaran. Verifikasi lapangan tetap diperlukan karena satelit mendeteksi anomali suhu permukaan, menurut RRI.
BNPB sebut 209 hektare lahan belum padam
BNPB mencatat 1.002 hektare lahan sudah padam, sedangkan 209 hektare belum. Pelaksana tugas Kepala Pusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan menyebut angka itu menurun dibanding hari sebelumnya.
Pemadaman lewat udara di Kalimantan Barat terkendala jarak pandang yang sangat rendah. Di Kalimantan Tengah, operasi udara baru memadamkan empat hektare lahan.
Sumatera Selatan mencatat pemadaman terbesar pada 17 sampai 21 September 2026, yakni lebih dari 2.233 hektare. Angka itu menjadi capaian tertinggi di antara provinsi prioritas. Pemerintah mengombinasikan operasi darat dan udara sesuai kondisi jarak pandang di tiap wilayah.
Kemenko Polkam memusatkan sumber daya pada wilayah prioritas, bukan menyebarkannya secara merata. Prioritas mencakup titik api aktif, lahan gambut, permukiman, bandara, dan lokasi yang sulit dijangkau. Di sisi penegakan hukum, Kementerian Kehutanan mencabut lima izin perusahaan terkait karhutla di Kalimantan, menurut laporan Antara. Kementerian yang sama juga mengevakuasi 100 satwa liar dari lokasi kebakaran.
Kemenkes memastikan penanganan kasus ISPA berlanjut selama paparan asap masih terjadi. Pemerintah juga melanjutkan operasi darat, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca di wilayah prioritas. BMKG sebelumnya menyatakan El Nino masih berada pada kategori sangat kuat, sehingga potensi karhutla dan sebaran asap tetap tinggi.

