Kapal penyeberangan KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara 172 orang lainnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.
Kronologi Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Keberangkatan berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita.
Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 04.15 Wita saat kapal berada di perairan Selat Lombok. Kantor SAR Mataram menerima informasi kejadian pada pukul 04.39 Wita dan langsung menerjunkan armada penyelamat. Berita nasional lain di kanal Nasional BeritaEnam.
Kapal roro tersebut dioperasikan PT Jemla Ferry dan melayani lintasan Padangbai-Lembar. Berdasarkan data manifes, kapal mengangkut 114 penumpang, ditambah sopir kendaraan, penumpang pejalan kaki, serta puluhan sepeda motor.
Satu Penumpang Meninggal Dunia
Korban meninggal diidentifikasi bernama Indah Dwi Septiani, perempuan berusia 19 tahun. Ia tercatat beralamat di Asrama Brimob Gatep, Ampenan, Kota Mataram.
Jenazah korban dievakuasi ke Pelabuhan Lembar bersama sejumlah penumpang selamat lainnya. Petugas SAR memastikan proses evakuasi jenazah berlangsung pada Rabu sore waktu setempat.
“Korban atas nama Indah Dwi Septiani, berusia 19 tahun, berjenis kelamin perempuan.” — I Gusti Lanang Wiswananda, petugas SAR
Selain korban meninggal, sebanyak 12 orang dilaporkan menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dua warga negara Australia juga tercatat berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Armada Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyatakan pihaknya menurunkan sejumlah unit penyelamat ke lokasi kejadian. Armada tersebut mencakup kapal negara dan perahu karet berkecepatan tinggi.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat, dan Rigid Buoyancy Boat.” — Muhamad Hariyadi, Kepala Kantor SAR Mataram
Proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin melibatkan banyak pihak. Selain Basarnas, operasi tersebut didukung kapal TNI Angkatan Laut, kapal Polairud, KMP Port Link, hingga helikopter serta kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi.
Sebagian penumpang dibawa kembali ke Padangbai, Bali, sementara sebagian lainnya diangkut menuju Pelabuhan Lembar. Pembagian tujuan evakuasi disesuaikan dengan posisi kapal penolong saat menjemput korban.
Kemenhub Sebut Kapal Lulus Uji Kelaikan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas kecepatan penanganan di lapangan. Ia menilai respons tim gabungan menjadi faktor penting mengingat arus di Selat Lombok tergolong berat.
“Tentunya, kami mengapresiasi respons yang sangat cepat dan baik dari tim SAR gabungan.” — Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan
Kementerian Perhubungan menyatakan kapal telah melewati pemeriksaan kelaikan berlayar sebelum berangkat. Informasi resmi kementerian dapat diakses melalui laman Kementerian Perhubungan.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki KNKT
Penyelidikan resmi atas penyebab kebakaran diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Pemerintah menyatakan tidak ingin mendahului hasil investigasi teknis tersebut.
“Kami tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab kapal terbakar.” — Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan
Dugaan awal menyebut api berkaitan dengan kendaraan yang berada di geladak kapal. Namun, dugaan tersebut masih menunggu pembuktian dari tim investigasi.
Rincian Muatan dan Penumpang Kapal
Berdasarkan pendataan ulang petugas, jumlah orang yang tercatat berada di atas kapal mencapai 173 jiwa. Angka tersebut mencakup penumpang manifes, sopir kendaraan, penumpang pejalan kaki, serta awak kapal yang bertugas.
Kapal juga mengangkut puluhan sepeda motor dan sejumlah kendaraan roda empat di geladak. Selisih antara data manifes awal dan hasil pendataan lapangan menjadi salah satu hal yang ditelusuri petugas.
Dua penumpang berkewarganegaraan Australia turut berada dalam pelayaran tersebut. Keduanya tercatat selamat dan mendapat penanganan bersama penumpang lain di pelabuhan tujuan.
Koordinasi Lintas Instansi di Lapangan
Operasi penyelamatan melibatkan Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, TNI Angkatan Laut, Polres Lombok Barat, serta Polisi Perairan. Otoritas Pelabuhan Lembar dan kelompok nelayan setempat turut membantu proses pencarian.
Sejumlah kapal niaga yang melintas di sekitar lokasi juga merespons sinyal marabahaya. Bantuan kapal-kapal tersebut mempercepat penjemputan penumpang yang berada di perairan.
Petugas menyatakan kondisi arus di Selat Lombok menjadi tantangan tersendiri selama operasi berlangsung. Perairan tersebut dikenal memiliki arus kuat yang menyulitkan manuver kapal penolong.
Penanganan ASDP dan Layanan Pelabuhan
PT ASDP Indonesia Ferry berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan serta Basarnas dalam penanganan korban. Ambulans, layanan pertolongan pertama, jalur evakuasi, dan personel pengamanan disiapkan di Pelabuhan Lembar maupun Padangbai.
KMP Putri Yasmin merupakan kapal motor penyeberangan buatan Jepang yang dibangun pada 1992. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 62 meter dan rutin melayani lintasan penyeberangan Bali-Lombok.
Hingga berita ini disusun, penanganan pascainsiden KMP Putri Yasmin masih berlangsung. Otoritas terkait menyatakan akan menyampaikan perkembangan investigasi setelah pemeriksaan teknis rampung.

