Jumlah korban gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertambah menjadi 68 orang meninggal dunia dan 213 orang luka-luka.
Sebaran Korban Gempa Flores per Kabupaten
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memaparkan data terbaru pada Senin, 17 Agustus 2026. Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores.
Rinciannya, Kabupaten Manggarai mencatat 26 jiwa dan Manggarai Timur 24 jiwa. Kabupaten Nagekeo tercatat 8 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 2 jiwa, serta Ngada 2 jiwa. Berita nasional lain di kanal Nasional BeritaEnam.
“Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan laporkan.” — Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB
Sementara itu, jumlah korban luka-luka yang ditemukan tercatat sebanyak 213 jiwa. Data tersebut merupakan pembaruan dari catatan sehari sebelumnya. Pada Minggu, 16 Agustus 2026 sore, BNPB masih mencatat 53 orang meninggal dunia dan 135 korban luka.
Kronologi dan Pemicu Gempa
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur.
Episentrum berada sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Pusat gempa tersebut berada di laut dan tergolong gempa dangkal. Data resmi BMKG tersedia di laman resmi BMKG.
Gempa dangkal ini dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust. Guncangan tidak hanya dirasakan di NTT, tetapi juga hingga Bima di Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
“Tidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat.” — Abdul Muhari, Deputi Bidang Pencegahan BNPB
Kerusakan Bangunan dan Fasilitas
Pendataan hari kedua mencatat 154 unit rumah rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan. BNPB menegaskan data tersebut masih berkembang dinamis dan terus divalidasi.
Kementerian Kesehatan mencatat satu rumah sakit di Kabupaten Manggarai dan dua rumah sakit di Kabupaten Nagekeo mengalami rusak berat. Berdasarkan laporan awal, sebanyak 21 rumah sakit terdampak gempa tersebut.
Sejumlah fasilitas umum lain juga dilaporkan rusak, meliputi fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan perkantoran. Pendataan kerusakan masih berlangsung di wilayah terdampak.
Penanganan Darurat dan Bantuan
Pemerintah menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan bencana tersebut. Tim gabungan menargetkan fase tanggap darurat dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
BNPB mengirimkan bantuan pangan dan nonpangan ke wilayah bencana, termasuk melalui pangkalan udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Total bantuan yang dikirim mencapai 50.000 paket dengan berat sekitar 275 ton.
“Kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan.” — Suharyanto, Kepala BNPB
TNI dan Polri mengerahkan lebih dari 3.500 prajurit ke berbagai daerah terdampak di Flores sejak hari kejadian. Polri turut mengirim 3,4 ton logistik berupa obat-obatan, makanan siap saji, peralatan SAR, serta dukungan unit K-9.
Kondisi Pengungsi Pascagempa Flores
Warga terdampak gempa Flores tersebar di sejumlah titik pengungsian di beberapa kabupaten. Pemerintah memastikan pendirian tenda yang lebih layak agar warga memiliki tempat tinggal sementara.
Bantuan logistik dan peralatan dari Jakarta telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk selanjutnya didistribusikan ke lokasi pengungsian. Distribusi dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.
Sejumlah pasien di fasilitas kesehatan sempat dirawat di tenda darurat karena kondisi bangunan rumah sakit tidak lagi aman. Kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah terdampak.
Percepatan Distribusi dan Imbauan BNPB
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat terus mempercepat penanganan darurat. Fokus penanganan mencakup evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta dukungan logistik.
Presiden juga mengirimkan puluhan ribu paket bantuan bagi warga terdampak gempa Flores. Pengiriman dilakukan melalui jalur udara dan darat menuju wilayah bencana.
Penanganan pascagempa Flores masih terus berjalan di tujuh kabupaten terdampak. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah.

