Site icon Beritaenam.com

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang, 185 Ribu Warga Mengungsi

gempa NTT

Korban meninggal dunia akibat gempa NTT bertambah menjadi 103 jiwa. Data tersebut dihimpun BNPB hingga Selasa, 25 Agustus 2026, atau hari ke-11 pascagempa utama.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan pemutakhiran itu dalam konferensi pers daring. Jumlah korban bertambah tiga jiwa dibanding catatan sebelumnya.

“Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami.” — Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusdatinkom BNPB

Kronologi Gempa NTT Bermagnitudo 7,7 di Nagekeo

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Guncangan tersebut memicu kerusakan dan korban di sejumlah kabupaten. Berita nasional lain di kanal Nasional BeritaEnam.

Dampak gempa NTT meluas ke tujuh kabupaten. Wilayah terdampak meliputi Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka.

Getaran gempa juga dirasakan hingga ke luar provinsi. Warga di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ikut merasakan guncangan.

Lebih dari Tujuh Ribu Gempa Susulan Tercatat BMKG

BMKG mencatat 7.029 kali gempa susulan hingga Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB. Magnitudo terbesar tercatat 6,2 dan yang terkecil 1,1. Data resmi tersedia di laman resmi BMKG.

Sebanyak 141 kali gempa susulan dirasakan langsung oleh warga. BNPB memperkirakan rentetan susulan masih berlangsung hingga tiga pekan pascagempa utama.

Aktivitas seismik yang belum mereda membuat sebagian warga bertahan di tenda pengungsian. Pemerintah masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.

Data Kerusakan Rumah dan Jumlah Pengungsi

BNPB mencatat 77.912 rumah rusak akibat gempa NTT. Rinciannya 24.597 unit rusak berat, 18.537 unit rusak sedang, dan 34.776 unit rusak ringan.

“Saat ini di dalam catatan kami sebanyak 77.912 rumah rusak.” — Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusdatinkom BNPB

Jumlah pengungsi tercatat mencapai 185.113 jiwa. Angka itu naik dari catatan sepekan sebelumnya yang berada di kisaran 150 ribu jiwa.

Sebagian penyintas mulai meninggalkan posko pengungsian. Sebanyak 84 kepala keluarga atau 237 jiwa yang mengungsi di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, telah kembali ke rumah masing-masing.

Kepulangan warga difasilitasi BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, Satpol PP, dan Basarnas. Mereka juga dibekali bahan makanan untuk bertahan di rumah.

Skema Bantuan dan Percepatan Rehabilitasi

BNPB kini melakukan pendataan dan verifikasi rumah terdampak. Langkah tersebut disiapkan untuk mempercepat peralihan dari masa tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi.

Hasil penilaian kerusakan akan dituangkan dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Dokumen itu memuat kebutuhan rumah warga sekaligus infrastruktur seperti jembatan.

Pemerintah menyiapkan dana stimulan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp15 juta untuk rusak ringan. Rumah rusak berat akan dibangun kembali sesuai anggaran yang tersedia.

Bantuan kemasyarakatan Presiden senilai Rp200 miliar telah ditransfer pada Senin, 24 Agustus 2026. Dana terdiri atas Rp40 miliar untuk kas umum daerah provinsi dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten.

Distribusi Bantuan Logistik

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan seluruh tambahan belanja tidak terduga tersebut sudah disalurkan. Pemerintah daerah diharapkan segera memanfaatkannya sesuai kebutuhan penanggulangan bencana.

“Sudah ditransfer semua pagi ini tambahan BTT dari Presiden oleh Mensesneg.” — Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri

Delapan kabupaten penerima meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ende. Empat lainnya adalah Ngada, Nagekeo, Sikka, serta Flores Timur.

Sebelumnya pemerintah pusat mengirim 50 ribu paket bahan pokok dengan berat total 275 ton. Distribusi logistik dilakukan melalui jembatan udara dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Peninjauan Wapres dan Pendataan Sektor Nelayan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Sikka pada 20 Agustus 2026. Ia meminta bantuan menjangkau seluruh warga, termasuk permukiman di wilayah pegunungan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan turut memvalidasi data nelayan serta kerusakan kapal di wilayah terdampak. Langkah itu menjadi bagian dari pendataan sektor mata pencaharian warga pesisir.

Penanganan gempa NTT masih berlangsung seiring pendataan kerusakan yang terus diperbarui. BNPB menegaskan data korban dan kerusakan akibat gempa NTT bersifat dinamis hingga verifikasi lapangan rampung.

Exit mobile version