Bekasi – Telah terjadi kebakaran hebat disertai ledakan mengguncang Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Sebanyak 14 orang mengalami luka bakar, satu di antaranya dengan kondisi luka bakar hingga 90 persen. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga berita ini diturunkan. Berikut laporan lengkap dari kecelakaan ledakan SPBE Cimuning Bekasi.
Kronologi Ledakan SPBE Cimuning Bekasi
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menerima laporan kebakaran pertama sekitar pukul 20.00 WIB. Plt Kepala Disdamkarmat Heryanto menyampaikan pihaknya langsung mengerahkan 12 unit kendaraan pemadam dan kemudian meminta bantuan tambahan 3 unit dari Kabupaten Bekasi, sehingga total 15 unit diterjunkan ke lokasi.
Bayu, warga yang tinggal tepat di depan lokasi, memberikan kesaksian kunci mengenai detik-detik sebelum ledakan. Menurutnya, kepulan gas pekat lebih dulu terlihat memenuhi area gerbang SPBE hingga meluber ke jalan raya dan masuk ke teras rumah penduduk.
“Tidak lama kemudian terjadi ledakan dari sebelah sini, langsung menyambar ke semua area karena gas sudah merata ke mana-mana,” kata Bayu, warga Cimuning, di lokasi kejadian.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Petugas menggunakan metode pemadaman berbasis busa (foam) untuk mengatasi kebakaran gas. Satu titik sumber awal kebakaran masih dalam proses pendinginan karena katupnya belum dapat dibuka.
Korban Ledakan SPBE: Luka Bakar 60-90 Persen, Dirawat di Empat RS
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memastikan tidak ada korban meninggal dunia, namun menegaskan ada korban dengan luka bakar yang sangat serius.
“Tidak ada korban jiwa. Luka bakar ada yang 90 persen. Yang luka bakar besar kita segera kirim ke rumah sakit tipe A seperti Cipto agar mendapat penanganan yang baik,” ujar Harris di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mencatat 12 korban dengan luka bakar cukup serius antara 60 hingga 70 persen. Laporan terbaru dari Kompas menyebut total korban mencapai 14 orang. Seluruh korban, terdiri dari warga sekitar dan karyawan SPBE, dirawat di RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD dr. Chasbullah, dan RSCM Jakarta.
Kerusakan: 14 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp500 Juta
Selain korban luka, kebakaran berdampak langsung pada permukiman warga. BPBD Kota Bekasi mencatat bangunan SPBE mengalami kerusakan hampir total. Sebanyak 14 rumah turut terdampak, empat kios mengalami kerusakan sedang, dan 10 unit rumah serta satu mushola mengalami kerusakan ringan.
Nanang, pemilik kios perabot dan elektronik tepat di samping SPBE, mengaku mengalami kerugian material sangat besar akibat insiden ini.
“Kerugian kurang lebih Rp500 juta. Soalnya di sini ada tabungan saya juga sekitar Rp60 juta. Saya panik, langsung amankan mobil, amankan anak-anak, takut kena ledakan,” kata Nanang.
Petugas juga berhasil mengamankan tangki utama berisi gas elpiji dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan dampak jauh lebih fatal apabila ikut terbakar. Polres Metro Bekasi Kota mendirikan posko darurat dan terus melakukan pendataan korban dan kerusakan. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada arus pendek listrik yang memicu kebocoran gas saat proses pengisian mobil tangki.
Baca juga: UPDATE PERANG IRAN MARET 2026: Perkembangan Perang Iran vs AS & Israel

