Site icon Beritaenam.com

Mahathir Minta ASEAN Bantu Korban Gempa-Tsunami Sulawesi Tengah

Mahathir Mohamad.

Beritaenam.com, Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad meminta ASEAN mengulurkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Mahathir menyebut Komisi Penanggulangan Bencana ASEAN (ACDM) memiliki peranan besar dalam mengkoordinasikan dan memperluas bantuan dan dukungan bagi Indonesia.

“Sementara tragedi semacam itu sungguh menyayat hati, sebagai tetangga, kita tidak ingin hanya duduk dan melihat dari pinggir,” ucap Mahathir dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Bernama dan dilansir Channel News Asia, Kamis (4/10/2018).

Hal ini disampaikan Mahathir saat berbicara dalam pembukaan rapat ke-33 ACDM juga ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM) ke-6 di Malaysia.

“Tapi upaya untuk membantu tanpa koordinasi dan perencanaan strategis yang tepat akan berakibat pada semakin kacaunya situasi yang sudah kacau. Bukannya membantu, kita mungkin berakhir memicu masalah bagi para penyelamat lainnya,” sebut Mahathir.

“Jelas bahwa di bawah situasi semacam itu, ACDM memiliki peran utama untuk dijalankan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahathir menyampaikan keyakinannya bahwa negara-negara anggota ACDM akan menyalurkan bantuan untuk Indonesia melalui badan penanggulangan bencana masing-masing.

“Bersama, saya yakin kita bisa membantu negara tetangga kita untuk meringankan bebannya,” ucapnya.

Mahathir mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) telah berkoordinasi dengan badan-badan terkait dan siap mengerahkan tim pencari dan penyelamat (SAR) serta bantuan kemanusiaan untuk Indonesia.

Dalam acara pembukaan ini, Mahathir juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan sebesar 1 juta Ringgit (Rp 3,6 miliar) untuk Yayasan Kemanusiaan Sulawesi.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 4 Oktober menyebut jumlah korban tewas saat ini mencapai 1.424 orang. Korban tewas ini berasal dari wilayah kota Palu, sebagian Donggala, sebagian Sigi dan Parigi Moutong.

Exit mobile version