Site icon Beritaenam.com

Misi Artemis II NASA Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia ke Bulan

artemis II NASA

Beritaenam.com – Misi Artemis II NASA berhasil memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi pada 6 April 2026, setelah kapsul Orion bernama Integrity menempuh jarak 252.756 mil (sekitar 406.772 km) melampaui pencapaian misi Apollo 13 pada 1970. Misi Artemis II adalah misi penerbangan antariksa berawak pertama dalam program Artemis NASA yang baru saja sukses meluncur pada 1 April 2026. Program Misi Artemis II NASA ini membawa empat orang astronot untuk terbang mengelilingi Bulan, menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo berakhir pada 1972.

Peluncuran Artemis II: Kembali ke Orbit Bulan Setelah 50 Tahun

Misi Artemis II NASA resmi lepas landas dari Kennedy Space Center, Florida, pada Rabu, 1 April 2026, pukul 18.35 waktu setempat (Kamis 05.35 WIB). Roket Space Launch System (SLS) membawa kapsul Orion berisi empat astronot dalam perjalanan selama 10 hari mengelilingi Bulan tanpa pendaratan. Ini adalah misi berawak pertama yang melintas di sekitar Bulan sejak misi Apollo 17 pada Desember 1972, lebih dari 50 tahun silam.

Roket SLS menjadi komponen kunci dalam misi ini, dengan daya dorong 8,8 juta pon saat lepas landas, atau 15 persen lebih besar dibanding roket Saturn V era Apollo. Tingginya mencapai 98 meter, menjadikannya roket operasional paling kuat yang pernah berhasil meluncurkan manusia ke orbit. Kapsul Orion, setelah terpisah dari roket pendorong, terbang mandiri menuju lintasan bebas menuju Bulan.

“Saya tidak tahu apa yang kami semua harapkan untuk dilihat, tetapi Anda bisa melihat seluruh bola dunia, dari kutub ke kutub”
— Komandan Reid Wiseman, NASA (ABC News, 2 April 2026)

Empat Astronot Artemis II NASA: Serba Pertama dalam Sejarah

Kru misi ini terdiri dari empat astronot dengan latar belakang yang beragam dan masing-masing mencetak sejarah. Komandan Reid Wiseman adalah mantan kepala Kantor Astronot NASA dan pilot angkatan laut AS, sebelumnya telah menghabiskan 165 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pilot Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang melakukan perjalanan ke sekitar Bulan. Ia sebelumnya bertugas di misi SpaceX Crew-1 ke ISS selama 168 hari.

Spesialis misi Christina Hammock Koch tercatat sebagai perempuan pertama yang mengorbit Bulan. Koch memegang rekor penerbangan tunggal terlama oleh seorang perempuan dengan 328 hari di luar angkasa. Sementara spesialis misi dari Badan Antariksa Kanada (CSA), Jeremy Hansen, menjadi warga negara bukan Amerika pertama yang melakukan perjalanan melampaui orbit Bumi rendah. Artemis II NASA adalah penerbangan luar angkasa pertama bagi Hansen.

“Percayalah, kalian terlihat luar biasa, kalian terlihat indah. Kalian juga terlihat seperti satu hal. Homo sapiens adalah kita semua, tidak peduli dari mana asalmu atau seperti apa penampilanmu. Kita semua satu bangsa”
— Pilot Victor Glover, NASA (ABC News, 2 April 2026)

Rincian Perjalanan 10 Hari: Dari Bumi hingga Sisi Jauh Bulan

Pada hari pertama dan kedua, kru memeriksa seluruh sistem kapsul Orion di orbit tinggi Bumi, termasuk navigasi, komunikasi, mesin, dan sistem pendukung kehidupan. Setelah semua sistem dinyatakan aman, Orion melakukan manuver translunar injection, yaitu dorongan mesin yang membawa pesawat keluar dari orbit Bumi menuju Bulan.

Pada hari keenam (6 April 2026), kapsul Orion mencapai titik terdekat dengan Bulan pada jarak sekitar 6.545 kilometer dari permukaan. Para astronot menjadi manusia pertama yang melihat langsung sisi jauh Bulan dalam lebih dari 50 tahun. Komunikasi dengan Bumi sempat terputus sekitar 40 menit saat kapsul berada di balik Bulan. Setelah kontak pulih, para astronot juga menyaksikan gerhana matahari selama satu jam dari perspektif mereka di luar angkasa.

Rekor jarak terjauh manusia dari Bumi tercapai pada 6 April 2026 pukul 13.56 Eastern Time (7 April, 00.56 WIB), saat Orion berada 252.756 mil (406.772 km) dari Bumi. Angka ini melampaui rekor Apollo 13 yang bertahan selama 56 tahun, yakni 248.655 mil (400.171 km) pada 15 April 1970. Misi Artemis II NASA juga memecahkan rekor jumlah kru terbanyak yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa jauh sekaligus.

Teknologi Orion dan Uji Sistem Kritis

Selama perjalanan, kru melakukan demonstrasi operasi proximity, yakni mengendalikan kapsul Orion secara manual untuk mendekati bagian roket ICPS yang telah terpisah. Uji kendali manual ini sangat penting untuk memastikan manusia tetap bisa mengambil alih jika sistem otomatis mengalami gangguan di luar angkasa.

NASA juga memanfaatkan misi ini untuk mengumpulkan data respons tubuh manusia terhadap perjalanan luar orbit Bumi yang lama. Data tersebut menjadi fondasi bagi misi-misi selanjutnya, termasuk rencana pendaratan di kutub selatan Bulan melalui Artemis IV pada 2028. Sistem pendukung kehidupan di Orion diuji secara menyeluruh, meski para astronot mengalami sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan ruang tidur yang memaksa beberapa kru beristirahat dengan posisi tidak konvensional.

“Mereka membuka batas baru bagi seluruh umat manusia. Dedikasi mereka bukan sekadar memecahkan rekor. Hal itu mendorong harapan untuk masa depan yang berani. Misi mereka membawa komitmen untuk kembali ke permukaan Bulan, kali ini untuk menetap”
— Lori Glaze, Pelaksana Tugas Administrator NASA (Kumparan, 7 April 2026)

Peta Jalan Artemis: Menuju Pendaratan dan Mars

Artemis II NASA merupakan bagian dari rangkaian misi NASA yang dirancang untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan. Administrator NASA Jared Isaacman mengumumkan Artemis III, yang dijadwalkan pada 2027, tidak lagi menjadi misi pendaratan. Misi Artemis III akan difokuskan pada pengujian pakaian antariksa dan manuver pertemuan dengan wahana pendarat di orbit.

Pendaratan astronot di kutub selatan Bulan kini ditargetkan pada Artemis IV dan Artemis V, yang direncanakan pada 2028. Keberhasilan Artemis II menjadi bukti teknologi dan sistem roket SLS serta kapsul Orion mampu membawa manusia ke lingkungan luar angkasa jauh. Data dari misi ini juga menjadi dasar persiapan eksplorasi Mars yang ditargetkan pada dekade 2030-an hingga 2040-an.

Pendaratan Dijadwalkan 10 April 2026 di Samudra Pasifik

Kapsul Orion dijadwalkan mendarat di Samudra Pasifik, dekat pantai San Diego, California, pada 10 April 2026 sekitar pukul 8:06 malam waktu Timur. Tim pemulihan akan mengevakuasi keempat kru ke kapal USS John P. Penerbangan ini menandai pertama kalinya sebuah kapsul berisi kru Bulan mendarat sejak Apollo 17 pada Desember 1972.

Kesuksesan misi Artemis II tidak hanya membuktikan kemampuan teknologi antariksa modern, tetapi juga membuka babak baru eksplorasi antariksa berawak yang lebih inklusif dengan keragaman kru yang mencerminkan kemajuan di bidang hak, kesetaraan, dan kerja sama internasional. Program Artemis II NASA menandai komitmen NASA untuk tidak sekadar kembali ke Bulan, tetapi menetap di sana sebagai landasan menuju eksplorasi lebih jauh.

Baca juga: 10 Profesi Digital Paling Rentan Tergeser AI 2026: Programmer hingga Analis Keuangan Masuk Daftar

Exit mobile version