Site icon Beritaenam.com

Mojtaba Khamenei Disebut Telah Pulih dan Beri Instruksi Baru kepada Militer Iran di Tengah Ketegangan Perang

mojtaba khamenei

Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, disebut telah pulih setelah menjalani perawatan medis dan kembali memberikan instruksi kepada jajaran militer Iran, di tengah ketegangan yang belum mereda antara Teheran dan Washington terkait program nuklir dan Selat Hormuz.

Laporan Kepulihan Mojtaba Khamenei

Sejumlah media internasional, termasuk yang dikutip Detik.com, melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei telah memberikan instruksi baru kepada militer Iran pasca-kepulihannya. Mojtaba selama ini dikenal sebagai sosok yang berpengaruh dalam lingkaran dalam kepemimpinan Iran, meski tidak memegang jabatan resmi dalam pemerintahan.

Kepulihannya muncul pada momen yang sensitif. Iran saat ini sedang dalam posisi tekanan dari Amerika Serikat, yang oleh beberapa mantan pejabat AS sendiri disebut justru memperkuat posisi militer Iran secara tidak langsung. Eks hakim AS dalam pernyataan yang dikutip SINDOnews menilai agresi militer AS terhadap Iran membuat negeri itu semakin kuat secara taktis.

“Mojtaba Khamenei dikabarkan telah pulih setelah menjalani perawatan. Menyusul kondisinya yang sudah pulih, ia memberikan instruksi baru kepada militer Iran.”
— Laporan Detik.com, 11 Mei 2026, mengutip sumber media internasional

Konteks Ketegangan Iran-AS

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir mencapai titik yang mengkhawatirkan. Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dilaporkan terdampak akibat eskalasi tersebut. Inggris dan Prancis merespons situasi itu dengan menggelar konferensi militer di London untuk membahas strategi pembukaan kembali jalur pengiriman energi global itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump disebut mendadak menghentikan “Project Freedom” setelah Arab Saudi menyatakan keberatan. Sejumlah analis membaca langkah itu sebagai sinyal bahwa tekanan diplomatik dari mitra AS di kawasan Timur Tengah mulai berpengaruh terhadap kebijakan Washington terhadap Iran.

“Agresi militer Trump terhadap Iran justru membuat Teheran semakin kuat secara taktis, bukan melemahkan mereka.”
— Eks hakim Amerika Serikat dalam pernyataan yang dikutip SINDOnews International, Mei 2026

Jet Siluman China untuk Pakistan dan Risiko Eskalasi

Di kawasan Asia Selatan, laporan menyebutkan China memasok jet tempur siluman J-35AE kepada Pakistan. Langkah ini dinilai sejumlah analis militer berisiko memicu eskalasi ketegangan nuklir antara Pakistan dan India, yang hubungannya masih membeku pasca-konflik Mei 2025.

Komunitas keamanan internasional menyerukan de-eskalasi di berbagai titik panas tersebut. Kenaikan ketegangan di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur secara bersamaan dinilai menciptakan tekanan berlapis yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk rantai pasokan energi yang sangat dibutuhkan negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Baca juga: Update Terbaru Perang Iran AS Mei 2026

Exit mobile version