Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran pernah berupaya membunuh salah satu putranya. Klaim tersebut disampaikan dalam wawancara telepon dengan Channel 14 pada Senin, 24 Agustus 2026.
Netanyahu tidak menjelaskan kapan dugaan upaya itu terjadi maupun putra mana yang menjadi sasaran. Ia juga tidak merinci seberapa dekat rencana tersebut dengan pelaksanaan.
“Iran menargetkan salah satu putra saya.” — Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel
Klaim Netanyahu Muncul Menjelang Pemilu Israel
Pernyataan itu muncul menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Netanyahu mengaitkan klaim tersebut dengan kebutuhan perlindungan keamanan bagi para kandidat perdana menteri. Berita internasional lain di kanal Internasional BeritaEnam.
Ia menegaskan pengamanan bagi anak-anaknya bukan sebuah kemewahan. Menurutnya, tanpa perlindungan itu mereka akan mudah menjadi sasaran.
Channel 14 merupakan stasiun televisi berhaluan konservatif yang dikenal cenderung mendukung pemerintah. Wawancara berlangsung ketika koalisi Netanyahu tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat.
Menanggapi tudingan bahwa eskalasi keamanan menguntungkan posisinya jelang pemilu, ia menyatakan menangani ancaman dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut menyikapi persoalan tersebut secara serius.
Pengamanan Keluarga Diperpanjang Sejak Juli
Menurut laporan The Jerusalem Post, kedua putranya dan sang istri memperoleh perpanjangan perlindungan pribadi pada Juli 2026. Skema tersebut disebut tetap berlaku meski ia tidak lagi menjabat.
Perdana menteri berusia lanjut itu memiliki dua putra dan seorang putri. Putra sulungnya, Yair, kini berusia 35 tahun.
Media Israel menyebut skema perlindungan mencakup pengamanan seumur hidup bagi sang istri, Sara. Kedua putranya disebut memperoleh perlindungan selama lima tahun.
Yair menghabiskan waktu cukup lama di Miami, Amerika Serikat, sejak awal 2024. Keberadaannya di sana sempat memicu kontroversi terkait biaya pengamanan yang ditanggung pembayar pajak.
Belum Ada Bukti yang Dipublikasikan
Klaim tersebut belum disertai rincian atau bukti yang dipublikasikan. Tidak ada penjelasan resmi mengenai kapan rencana itu disusun, siapa target spesifiknya, maupun bagaimana aparat menggagalkannya.
Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Otoritas Israel juga belum merilis dokumen pendukung atas klaim tersebut. Laporan kawasan tersedia di Reuters Middle East.
Sejumlah media Israel menyebut informasi itu telah diketahui aparat keamanan selama berbulan-bulan. Publikasinya disebut sempat tertahan karena adanya perintah pembungkaman.
Konteks Ketegangan Israel dan Iran
Pernyataan Netanyahu itu muncul saat situasi keamanan Israel masih memanas pascaperang melawan Iran. Perang tersebut melibatkan Amerika Serikat sebagai mitra Israel.
Jajak pendapat terakhir menempatkan koalisi pemerintah dalam posisi tertinggal. Kondisi itu membuat isu keamanan menjadi salah satu materi kampanye yang menonjol.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Otoritas Israel menyiapkan pengamanan tambahan bagi para kandidat perdana menteri selama masa kampanye.
Iran sebelumnya berjanji melakukan pembalasan atas tewasnya Ali Khamenei beserta anggota keluarganya. Putra Khamenei, Mojtaba, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru satu pekan setelah kematian ayahnya.
Sikap Teheran dan Perang Berkepanjangan
Mojtaba Khamenei belum tampil di hadapan publik sejak pengangkatannya. Dalam pesan yang terbit bersamaan dengan rangkaian pemakaman, ia menyampaikan janji pembalasan.
“Akan membalas darah pemimpin tertinggi sebelumnya.” — Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran
Pesan tersebut menjadi salah satu penanda arah sikap Teheran pascaperang. Otoritas Iran belum menyampaikan pernyataan resmi menanggapi klaim terbaru dari Tel Aviv.
Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berlangsung sejak akhir Februari 2026. Rangkaian serangan tersebut mengguncang stabilitas kawasan sekaligus pasar global.
Perkembangan Situasi Kawasan
Ketegangan kedua negara berlanjut setelah serangkaian serangan yang menargetkan kepemimpinan Iran. Situasi tersebut turut memengaruhi dinamika politik dalam negeri Israel menjelang pemungutan suara.
Sejumlah negara di kawasan mencermati eskalasi yang belum mereda hingga akhir Agustus 2026. Perkembangan situasi keamanan masih dipantau lembaga internasional.
Iran sebelumnya juga dituding terlibat dalam sejumlah rencana serangan terhadap tokoh Israel di luar negeri. Tuduhan tersebut berulang kali dibantah otoritas Teheran.
Klaim Netanyahu menambah daftar isu keamanan yang mengemuka dalam kampanye pemilu Israel. Hingga berita ini disusun, belum ada verifikasi independen atas pernyataan tersebut, dan kedua pihak juga belum merilis dokumen resmi terkait klaim itu.

