Jakarta — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Pusat secara resmi menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memberikan izin pertambangan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini, yang diumumkan oleh Ketua PCNU Jakarta Pusat, Gus Syaifuddin, mendapat apresiasi tinggi dari PCNU Jakarta Pusat.
Keputusan yang Kontroversial, Namun Penuh Harapan
Langkah pemberian izin pertambangan kepada PBNU oleh Presiden Joko Widodo memang menuai berbagai kritik. Namun, Gus Syaifuddin optimis bahwa izin ini akan membawa manfaat besar bagi NU dan umat Islam secara keseluruhan. “Pemberian izin ini akan memberikan peluang bagi PBNU untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat luas,” ujar Gus Syaifuddin dalam acara Lailatul Ijtima di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dukungan Penuh Terhadap Kebijakan Presiden
“Keputusan ini sangat tepat dan strategis. Kami sangat menghargai dan mendukung penuh kebijakan ini,” tambah Gus Syaifuddin.
Menghormati Penolakan Ormas Lain
Selain menyatakan dukungannya, Gus Syaifuddin juga menegaskan bahwa NU menghargai hak setiap organisasi masyarakat (ormas) untuk menyuarakan pendapatnya, termasuk dalam hal penolakan izin tambang. “NU selalu mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk isu pertambangan,” tegasnya.
Komitmen Terhadap Kelestarian Lingkungan
Sikap NU sejalan dengan komitmen organisasi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Gus Syaifuddin menyatakan bahwa kegiatan pertambangan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk menghindari kerusakan lingkungan dan dampak negatif bagi masyarakat.
Pengawasan Ketat dan Keterlibatan Masyarakat
Dialog dan Musyawarah untuk Solusi Terbaik
Penolakan izin tambang oleh ormas lain menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik, di mana setiap ormas memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya. “Dialog dan musyawarah harus dilakukan untuk mencapai solusi terbaik bagi semua pihak,” tutup Gus Syaifuddi.

