Site icon Beritaenam.com

Pengamanan Demo 27 Agustus Kerahkan 18.504 Personel TNI-Polri di 86 Titik

pengamanan demo

Sebanyak 18.504 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan dalam pengamanan demo di sejumlah titik Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Konsentrasi utama pengamanan demo berada di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyebut terdapat 86 titik aksi di wilayah Jakarta. Jumlah tersebut mencakup berbagai kelompok dengan tuntutan yang berbeda.

Pembagian Zona dalam Pengamanan Demo

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menyatakan pengamanan dibagi menjadi enam zona. Ring 1 Gedung DPR/MPR RI menjadi salah satu titik utama.

“Personel mulai disiagakan sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah pejabat utama.” — Reynold E.P. Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat

Pelayanan pengamanan di wilayah hukum Polsek Metro Gambir dipimpin Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana. Pembagian zona dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan dan konsentrasi massa.

Polda Metro Jaya sebelumnya memetakan tiga titik utama penyampaian pendapat. Ketiganya adalah Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas, dan Taman Pandang Silang Monas.

Pemetaan itu dilakukan menyusul adanya 62 agenda penyampaian pendapat di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Personel yang dikerahkan mencakup polisi lalu lintas, reserse berpakaian sipil, hingga Sat Samapta.

Pengamanan demo tersebut juga melibatkan personel dari satuan lalu lintas dan Sat Samapta. Sebagian petugas disiagakan dengan rompi dan tameng di bawah flyover Ladokgi.

Penutupan Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas

Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi ditutup sementara pada Kamis pagi. Penyekatan dilakukan menggunakan water barrier di sepanjang area Mal Senayan Park hingga depan Gedung DPR RI.

Pengendara diarahkan menuju Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, atau tol dalam kota. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan 120 petugas untuk mengantisipasi kepadatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah menyatakan pengalihan tidak diberlakukan permanen sejak awal. Skema diterapkan mengikuti perkembangan jumlah dan pergerakan massa.

“Pengaturan maupun pengalihan arus akan dilakukan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan.” — Firman Darmansyah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya

Ruas yang masuk skema antisipasi meliputi Jalan Letjen S. Parman sisi selatan dari Semanggi hingga Simpang Slipi. Kawasan Istana turut disiapkan skema pengalihan, termasuk Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Kendaraan dari arah Cawang dapat dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, hingga Jalan Patal Senayan. Kendaraan dari arah Tomang diarahkan melewati Jalan Balikpapan dan Jalan Suryopranoto bila diperlukan.

Sejumlah perkantoran di kawasan Sudirman menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, berdasarkan pantauan CNBC Indonesia. Langkah itu diambil untuk menghindari kemacetan selama pengamanan demo berlangsung.

Peserta Aksi dari Berbagai Elemen

Massa mulai berkumpul di depan Gedung DPR RI sejak pukul 05.40 WIB. Peserta didominasi warga Pati dan pengemudi ojek daring pada jam-jam awal.

Gelombang mahasiswa menyusul pada siang hari, di antaranya rombongan berjaket almamater kuning Universitas Terbuka. Mereka membawa bendera dan spanduk berisi tuntutan.

Sejumlah warga juga mengirim bantuan logistik untuk massa aksi yang bertahan di lokasi. Pengemudi ojek daring turut membantu mengangkut kiriman tersebut.

Pedagang kaki lima ikut memadati area sekitar lokasi aksi sepanjang hari. Sempat terjadi kericuhan kecil ketika petugas hendak menertibkan pedagang di area tersebut.

Imbauan Pemerintah dan Aparat

Menko Polkam meminta DPR menerima massa aksi agar aspirasi tersalurkan. Pimpinan DPR akhirnya menerima audiensi perwakilan AMPB di ruang Abdul Muis.

TNI menegaskan tugas pengamanan situasi aksi berada di ranah Polri. Kesatuan tersebut hanya memberikan perkuatan atas permintaan kepolisian.

Kepolisian mengimbau peserta aksi tidak merusak fasilitas publik selama menyampaikan aspirasi. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Polda Metro Jaya juga mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi aksi. Dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran narasi provokasi.

Meski pengamanan demo dilakukan berlapis, situasi berubah memanas pada malam hari. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang masih bertahan di beberapa kawasan.

Exit mobile version