Pertemuan bilateral Prabowo-Putin dijadwalkan berlangsung di sela Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok pada Kamis, 3 September 2026. Pertemuan ini disebut menjadi yang kelima antara kedua pemimpin dalam dua tahun terakhir, seperti dilaporkan Antara.
Agenda Prabowo-Putin di Sesi Pleno Eastern Economic Forum
Presiden Prabowo Subianto tiba di Vladivostok pada Rabu, 2 September 2026, pukul 10.45 waktu setempat. Rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.20 WIB sehari sebelumnya.
Forum digelar di kompleks Far Eastern Federal University, Pulau Russky, pada 1 hingga 4 September 2026. Tema yang diusung tahun ini adalah pembangunan kawasan Timur Jauh untuk kesejahteraan masyarakat.
Pada sesi pleno yang menjadi agenda inti, Prabowo dijadwalkan tampil berdampingan dengan sejumlah pemimpin. Di antaranya Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang.
Selain sesi pleno, agenda Prabowo-Putin mencakup business breakfast di sela forum. Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yury Ushakov sebelumnya menyebut Presiden Indonesia sebagai tamu utama forum tersebut.
Ushakov juga yang pertama kali mengonfirmasi rencana pertemuan Prabowo-Putin kepada wartawan pada 28 Agustus 2026. Ia menyebut agenda tersebut menjadi pertemuan kelima kedua pemimpin dalam dua tahun belakangan.
Setibanya di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Presiden disambut Wakil Gubernur Primorye Said Yusupov. Penyambutan juga dilakukan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Antonio Morato Tavares.
Undangan Khusus Putin dan Status Tamu Kehormatan Utama
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan status tamu kehormatan utama merupakan hasil undangan khusus dari Presiden Rusia. Menurutnya, undangan itu mencerminkan hubungan kedua negara yang diperkuat melalui diplomasi tingkat tinggi.
Ini merupakan kali kedua Prabowo diundang sebagai tamu kehormatan pada forum ekonomi internasional yang digelar Rusia. Sebelumnya ia hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum pada 2025.
Putin sempat menyampaikan harapannya atas pertemuan tersebut melalui pesan yang dirilis situs resmi Kremlin. Pesan itu awalnya disampaikan dalam ucapan selamat Hari Kemerdekaan RI.
“Saya sangat menantikan pertemuan kita di Vladivostok pada awal September.” (Vladimir Putin, Presiden Rusia)
Fokus Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Energi
Teddy menyampaikan momentum kunjungan akan dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama bilateral yang lebih konkret. Sektor yang menjadi perhatian meliputi ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sektor strategis lainnya.
Pemerintah menegaskan arah tersebut tetap berada dalam kerangka politik luar negeri Indonesia. Prinsip yang dipegang tidak berubah meski Indonesia memperluas jejaring kerja sama.
“Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif.” (Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet)
Prabowo didampingi sejumlah pejabat dalam lawatan ini. Rombongan mencakup Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Komposisi delegasi pada pertemuan Prabowo-Putin memperlihatkan penekanan pada agenda ekonomi dan energi. Sektor investasi serta pendidikan tinggi juga masuk dalam cakupan pembicaraan yang disiapkan.
Riwayat Pertemuan Kedua Pemimpin sejak 2025
Rangkaian pertemuan keduanya dimulai pada Juni 2025 di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg. Pertemuan berikutnya berlangsung di Kremlin, Moskow, pada Desember 2025.
Pada 13 April 2026, Prabowo kembali melakukan kunjungan kerja ke Kremlin. Pertemuan tersebut membahas kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral serta sektor industri.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov sebelumnya menyatakan kepastian teknis pertemuan ditentukan pihak kepresidenan Rusia. Ia berharap dialog membahas langkah konkret merealisasikan kesepakatan yang sudah dicapai.
Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak Januari 2025. Kerangka tersebut, bersama Dialog Rusia-ASEAN, disebut menjadi salah satu jalur kerja sama yang dibahas kedua negara.
Eastern Economic Forum sendiri menjadi salah satu forum ekonomi utama Rusia. Forum ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, dan utusan berbagai negara untuk membahas pembangunan kawasan Timur Jauh.
Hasil resmi pertemuan Prabowo-Putin belum diumumkan hingga artikel ini disusun karena agenda masih berlangsung. Rincian kesepakatan baru dapat dikonfirmasi melalui keterangan resmi kedua pemerintah seusai forum.

