Pertemuan Trump Xi Jinping berlangsung di Gedung Putih pada Kamis, 24 September 2026. Presiden China memulai kunjungan kenegaraan tiga hari ke Amerika Serikat sejak Rabu, 23 September 2026.
Agenda utama pertemuan Trump Xi Jinping
Pertemuan ini menjadi yang kedua antara kedua pemimpin sepanjang 2026. Keduanya sebelumnya bertemu di China pada Mei lalu dalam kunjungan kenegaraan Trump ke Beijing.
Reuters melaporkan enam isu diperkirakan mendominasi pembicaraan. Isu tersebut mencakup perdagangan, tarif, Taiwan, kecerdasan buatan, konflik Iran, serta mineral tanah jarang, sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan kedua pemimpin akan bertukar pandangan. Pembahasan menyangkut hubungan bilateral serta isu perdamaian dan pembangunan dunia.
Kunjungan Xi menjadi lawatan kenegaraan pertamanya ke Washington dalam lebih dari satu dekade, sebagaimana disorot pada laporan awal rencana kunjungan Xi Jinping ke AS. Kedua negara sepakat tidak menggelar konferensi pers maupun pernyataan bersama di akhir acara.
Gencatan senjata dagang diperpanjang ke Januari 2027
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan telah sepakat dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Kesepakatan itu memperpanjang perjanjian dagang yang semula berakhir pada 10 November, menurut Detik Finance.
Perjanjian yang disebut Busan Agreement tersebut diperpanjang hingga Januari 2027. Kesepakatan awalnya dicapai dalam pertemuan kedua pemimpin di Korea Selatan pada Oktober 2025.
Gencatan senjata itu menghentikan eskalasi yang sempat mendorong tarif melampaui 100 persen. Pembicaraan teknis juga mencakup usulan pengurangan tarif bersama atas barang senilai 30 miliar dolar Amerika Serikat.
Gedung Putih sebelumnya menyebut China berkomitmen membeli produk pertanian Amerika Serikat. Nilainya setidaknya 17 miliar dolar per tahun untuk periode 2026 hingga 2028.
“Saya pikir akan ada tambahan pesanan ke depannya.” — Kelly Ortberg, CEO Boeing
Posisi tawar China dan mineral strategis
Sejumlah analis menilai Xi datang dengan daya tawar yang lebih besar dibandingkan awal perang tarif. Mesin ekspor China dinilai tetap kuat di tengah tekanan perdagangan Amerika Serikat.
Reuters melaporkan China masih menguasai sekitar 70 hingga 95 persen kapasitas pemrosesan berbagai mineral strategis. Kondisi itu membuat pembangunan rantai pasok alternatif sulit dilakukan dalam waktu singkat, sebagaimana dijelaskan Republika.
Trump memasuki pertemuan dalam situasi politik domestik yang tidak ringan. Survei Reuters dan Ipsos terhadap 1.143 responden dewasa pada September mencatat tingkat penerimaan kinerjanya sebesar 35 persen.
Angka itu naik dari rekor terendah 33 persen pada survei sebelumnya dengan margin kesalahan sekitar tiga poin persentase. Pemilu sela anggota Kongres Amerika Serikat dijadwalkan pada 3 November 2026.
“Ini adalah pertemuan puncak ekspektasi rendah.” — Craig Singleton, Foundation for Defense of Democracies
Ketegangan soal Iran jelang KTT
Hubungan kedua negara sempat memanas menjelang pertemuan Trump Xi Jinping. Pemicunya adalah langkah Amerika Serikat melarang maskapai penerbangan Iran beroperasi secara global mulai 23 September.
Beijing menentang kebijakan tersebut dan menyebutnya tidak memiliki dasar hukum internasional. China merupakan mitra ekonomi utama sekaligus pendukung diplomatik Iran.
Washington diperkirakan meminta Beijing menggunakan pengaruhnya terhadap Teheran. Permintaan itu berkaitan dengan upaya mengembalikan Iran ke meja perundingan dan menjaga keamanan Selat Hormuz.
Jamuan kenegaraan dihadiri pemimpin industri teknologi
Gedung Putih menyiapkan jamuan makan malam kenegaraan pada Kamis malam waktu setempat. Sejumlah pemimpin industri teknologi dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.
Nama yang disebut akan hadir antara lain CEO Apple Tim Cook dan CEO Nvidia Jensen Huang. CEO OpenAI Sam Altman juga masuk dalam daftar tamu jamuan kenegaraan itu.
Para pengamat menilai peluang tercapainya kesepakatan besar dalam kunjungan ini tergolong terbatas. Agenda kedua negara masih menyisakan hambatan mulai dari Taiwan, peredaran narkotika, hingga mineral tanah jarang.
Pembicaraan tingkat teknis mendahului pertemuan Trump Xi Jinping pada akhir pekan sebelumnya. Bessent dan He Lifeng bertemu di New York bersama perwakilan dagang Jamieson Greer.
Trump juga diperkirakan mengundang Xi menghadiri KTT G20 pada Desember mendatang. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Doral, Miami.
Pasar keuangan Asia menyoroti pertemuan Trump Xi Jinping sebagai agenda utama pekan ini. Sentimen global turut memengaruhi pergerakan bursa dan nilai tukar di kawasan.
Hasil pertemuan Trump Xi Jinping akan diumumkan secara terpisah oleh masing-masing negara. Pasar keuangan global menanti kejelasan mengenai kelanjutan kebijakan tarif kedua ekonomi terbesar dunia tersebut.

