Site icon Beritaenam.com

Prabowo Resmi Reshuffle Kabinet Merah Putih pada 27 April 2026, Berikut Daftar Reshufflenya

reshuffle kabinet

Reshuffle kabinet Prabowo hari ini, Senin 27 April 2026, dipastikan terjadi setelah sejumlah pejabat yang akan dilantik mulai berdatangan ke Istana Kepresidenan Jakarta sejak pukul 13.52 WIB. Pelantikan dijadwalkan pukul 15.00 WIB di Istana Negara. Perombakan Kabinet Merah Putih ini bersifat bertahap, dimulai dari level kepala badan sebelum menyasar posisi menteri dan menteri koordinator dalam tahap berikutnya.

Di antara nama yang sudah teridentifikasi hadir di Istana adalah Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Muhammad Qodari, Jumhur Hidayat, Abdul Kadir Karding, Hanif Faisol, dan Hasan Nasbi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, ini menjadi reshuffle terbesar yang dilakukan Presiden Prabowo sejak perombakan Februari 2026.

Susunan Perubahan Posisi yang Beredar

Pergeseran posisi berdasarkan informasi reshuffle kabinet yang beredar per 27 April 2026 pukul 14.30 WIB:

• Dudung Abdurachman (Penasihat Khusus Presiden Bid. Pertahanan) → Kepala Staf Kepresidenan (KSP)

• Muhammad Qodari (Kepala KSP) → Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merangkap Jubir Presiden

• Angga Raka Prabowo (Kepala Bakom) → posisi baru belum dikonfirmasi

• Abdul Kadir Karding (mantan Menteri P2MI 2024-2025) → Kepala Badan Karantina Nasional

• Hasan Nasbi (mantan Kepala PCO) → Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi

• Jumhur Hidayat (Ketua KSPSI) → disebut sebagai Menteri LH menggantikan Hanif Faisol

• Hanif Faisol Nurofiq (Menteri LH) → Wakil Menteri Koordinator Pangan

• Nanik Sudaryati Deyang (Wakil Kepala BGN) → disebut naik menjadi Kepala BGN

• Dadan Hindayana (Kepala BGN) → posisi baru belum dikonfirmasi

Catatan: Seluruh informasi di atas bersumber dari keterangan sejumlah sumber dan belum dikonfirmasi resmi Istana hingga berita ini diturunkan.

Qodari: Prerogatif Presiden, Kita Tunggu Saja

Muhammad Qodari, Kepala Kantor Staf Presiden yang disebut akan bergeser posisi, menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Prabowo. Ketika dikonfirmasi sejumlah media mengenai kabar pergeserannya, Qodari tidak membantah namun juga tidak membenarkan secara eksplisit.

“Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangannya dari Bapak Presiden.” – Muhammad Qodari kepada wartawan, 27 April 2026

Kepada Liputan6, Qodari mengungkapkan bahwa ia mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden memintanya membantu proses komunikasi publik secara maksimal untuk program kerja pemerintah.

“Tadi ditelepon Pak Seskab. Bapak Presiden meminta saya membantu proses komunikasi secara maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara.” – Muhammad Qodari, Liputan6, 27 April 2026

Dudung Dipanggil ke Istana Sejak 21 April

Sinyal kuat perombakan sudah terlihat sejak Selasa 21 April 2026 ketika Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dipanggil mendadak ke Istana Kepresidenan. Saat itu, Dudung mengonfirmasi pemanggilan tersebut setelah mendapat telepon dari ajudan Presiden. Pertemuan Presiden Prabowo dengan Luhut Binsar Panjaitan pada 23 April 2026 juga turut memperkuat sinyal perombakan.

Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, dikabarkan akan mengisi posisi Kepala Staf Kepresidenan yang strategis dalam koordinasi program kerja presiden dengan kementerian-kementerian.

Fokus Reshuffle: Komunikasi Publik dan Kepala Badan

Perombakan yang dilakukan Presiden Prabowo kali ini dinilai berfokus pada penguatan komunikasi pemerintahan, sebuah aspek yang selama ini dipandang sebagai titik lemah Kabinet Merah Putih. Penggeseran Qodari ke posisi Bakom merangkap Jubir Presiden, serta penunjukan Hasan Nasbi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi, mencerminkan tekad Prabowo untuk memperkuat narasi dan diseminasi program-program prioritas pemerintahannya.

Idrus Marham, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, menegaskan bahwa reshuffle harus dimaknai sebagai langkah strategis memperbaiki kinerja pemerintahan.

“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia.” – Idrus Marham, Wakil Ketua Umum Golkar, 27 April 2026

Wamendagri Bima Arya yang ditemui usai upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kemendagri menyatakan siap menghadapi segala skenario, meski mengaku belum menerima informasi resmi terkait perombakan tersebut. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons pertanyaan wartawan hanya dengan dua kata: “Tunggu saja.”

Baca juga: Haji 2026 Tetap Berangkat: Prabowo Prioritaskan Keselamatan di Tengah Konflik Timur Tengah

Exit mobile version