Seorang pria bergolok menjadi sasaran amukan massa saat aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Ia dituding sebagai provokator yang menyusup ke tengah kerumunan, seperti diberitakan Liputan6.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.09 WIB di tengah aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Petugas kepolisian kemudian mengamankan pria tersebut ke pos di dalam kompleks parlemen.
Kronologi Pria Bergolok Menjadi Sasaran Amukan
Kericuhan bermula setelah sejumlah anggota DPR RI menyampaikan sambutan dari atas mobil komando. Massa kemudian mengerumuni anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka yang berjalan menuju gedung.
Peserta aksi menyampaikan keresahan mereka terkait pembahasan RUU Perampasan Aset. Di tengah kerumunan itu, seorang pria berhelm tiba-tiba berteriak menyampaikan penolakannya.
Ia menolak target pengesahan RUU Perampasan Aset pada Desember 2026 karena dinilai terlalu lama. Pernyataan tersebut membuat sejumlah peserta aksi tersulut emosi.
Massa menghampiri dan mengerumuni pria itu. Ia menjadi sasaran pukulan dan tendangan hingga helm yang dikenakannya terlepas dan tubuhnya tersungkur.
Insiden itu berlangsung cepat di tengah kerumunan yang padat. Sejumlah peserta aksi lain berupaya menahan massa agar tidak melanjutkan pengeroyokan.
Polisi Amankan Pria Bergolok dan Tunjukkan Barang Bukti
Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung berupaya meredam amarah massa. Mereka membawa pria tersebut ke pos di dalam Gedung DPR untuk pengamanan lebih lanjut.
Polisi kemudian menunjukkan barang bukti berupa benda yang diduga golok, sebagaimana dilaporkan Viva. Senjata tajam itu telah dibalut menggunakan kardus saat ditunjukkan kepada awak media.
Sejumlah laporan menyebut pria tersebut membawa golok berukuran panjang. Identitasnya belum diungkap kepolisian hingga berita ini disusun.
Situasi di lokasi sempat memanas ketika sejumlah anggota DPR hendak kembali ke gedung parlemen. Petugas memperketat barisan untuk memisahkan massa dari rombongan tersebut.
Tiga anggota DPR sebelumnya naik ke atas mobil komando untuk menemui massa. Mereka menyatakan siap mundur apabila tidak menepati janji terkait pembahasan RUU Perampasan Aset.
DPR RI menargetkan penyelesaian RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Ruang masukan publik disebut tetap dibuka selama pembahasan berlangsung.
Sejumlah rekaman peristiwa pria bergolok itu kemudian beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan detik-detik massa mengerumuni yang bersangkutan hingga petugas datang melerai. Sebagian unggahan tersebut menyertakan narasi tambahan yang belum terverifikasi kebenarannya oleh pihak berwenang.
Temuan Senjata Tajam dalam Rangkaian Aksi
Kepolisian mencatat sejumlah temuan senjata tajam dalam rangkaian pengamanan aksi. Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi penyampaian aspirasi.
“Total 65, sebanyak 63 orang diamankan Ditreskrimum dan dua orang oleh Direktorat Siber.” — Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya
Barang bukti yang disita antara lain senjata tajam, airsoft gun, jeriken berisi bensin, dan ratusan botol kaca bersumbu. Data awal menyebut penyitaan mencakup 39 senjata tajam.
Penindakan terhadap pihak yang diduga hendak memicu kerusuhan telah dilakukan sejak Rabu malam. Aparat menyebut langkah tersebut sebagai upaya pencegahan.
“Dari sejak tadi malam ada beberapa orang yang sudah kita periksa dan kita tahan sementara.” — Djamari Chaniago, Menko Polkam
Aksi Damai yang Sempat Terganggu
AMPB sejak awal menegaskan aksi mereka berlangsung damai. Massa dari Pati membawa dua tuntutan, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
Massa AMPB membubarkan diri secara tertib sejak sekitar pukul 12.30 WIB. Kelompok lain melanjutkan penyampaian aspirasi hingga sore hari.
Pimpinan DPR RI juga menerima audiensi perwakilan AMPB di ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen. Pertemuan itu membahas desakan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Situasi kembali berubah pada malam hari ketika sebagian massa bertahan di sekitar kawasan. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan di beberapa titik.
Insiden pria bergolok menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam aksi tersebut. Kepolisian belum menjelaskan motif maupun status hukum yang bersangkutan hingga berita ini disusun. Pemeriksaan terhadap pria bergolok tersebut disebut masih terus berlanjut di kepolisian.

