Site icon Beritaenam.com

PSI: Sandiaga Nebeng Popularitas ke Susi

Raja Juli Antoni.

Beritaenam.com, Jakarta – PSI menilai cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno menumpang popularitas ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Hal ini terkait pernyataan Sandiaga yang ingin agar Susi tetap mengurus nelayan jika Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

“Iya Pak Sandi pengen nebeng popularitas Bu Susi. Itu saja, tapi rakyat sudah cerdas kok,” kata Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, saat dihubungi, Minggu (28/10/2018) malam.

Ia mengatakan kinerja Susi dinilai baik di mata rakyat Indonesia. Namun pria yang akrab disapa Toni ini menilai kinerja Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta saat itu tidak baik.

“Semua rakyat tahu bagaimana integritas Bu Susi. Jauhlah di banding Pak Sandi. Di bawah kepemimpinan Pak Jokowi kita kembali hasil laut kita, dan itu karena kerja keras Bu Susi. Pak Sandi OK OC nggak beres. DP 0% bukan untuk orang miskin seperti yang dia janjikan,” ungkapnya.

Lantas apakah nantinya Susi akan kembali diajak menjadi Menteri Kelautan lagi jika Jokowi terpilih? Toni menjawab masalah siapa yang akan menjadi menteri adalah wewenang Presiden.

“Itu hak presiden sepenuhnya,” ungkapnya.

Sebelumnya Cawapres Sandiaga Uno bicara tentang nasib Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, jika menang di Pilpres 2019. Sandiaga ingin Susi tetap mengurus nelayan, namun belum tentu mengangkat Susi menjadi menteri.

“Saya nggak mau memperpanjang ya. Itu bagi saya kan mengurus itu belum tentu jadi menteri. Tapi mengurus nelayan itu kan yang sudah Ibu Susi lakukan selama bertahun-tahun sebelum ditunjuk jadi menteri,” kata Sandiaga di Setnas Prabowo-Sandiaga, Jl Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2018).

Gerindra sependapat dengan cawapres Sandiaga Uno yang melirik Susi Pudjiastuti jadi menterinya jika menang Pilpres 2019. Gerindra menyanjung kinerja Susi.

“Susi salah satu wanita potensial, layak jadi salah satu calon menteri. Dia kerja keras, dia konsisten, dia dedikatif,” jelas Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid melalui pesan singkat, Minggu (28/10/2018).

Exit mobile version