Bagi penderita diabetes, perubahan penglihatan bisa menandakan kerusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Retinopati diabetik merupakan komplikasi pada pembuluh darah retina dan termasuk penyebab kebutaan yang paling dapat dicegah.
Bagaimana gula darah merusak retina
Retina merupakan lapisan peka cahaya di bagian belakang bola mata yang dipasok oleh pembuluh darah sangat halus. Kadar glukosa tinggi yang berlangsung lama melemahkan dinding pembuluh tersebut.
Pembuluh yang melemah mulai merembes, menyebabkan pembengkakan dan penumpukan cairan di jaringan retina. Sebagian pembuluh bahkan tersumbat sehingga area retina kekurangan pasokan oksigen.
Sebagai respons, mata membentuk pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah pecah. Perdarahan dari pembuluh baru inilah yang menimbulkan kehilangan penglihatan mendadak.
Tahapan retinopati diabetik
Tahap awal disebut retinopati nonproliferatif, ditandai pelebaran kecil pada pembuluh dan rembesan ringan. Pada fase ini penderita umumnya belum merasakan keluhan apa pun.
Tahap lanjut disebut proliferatif, yaitu ketika pembuluh darah baru mulai tumbuh di permukaan retina. Risiko perdarahan dan pelepasan retina meningkat tajam pada tahap ini.
Komplikasi lain yang dapat muncul pada tahap mana pun adalah edema makula, yaitu penumpukan cairan di pusat penglihatan. Kondisi ini langsung memengaruhi ketajaman membaca dan mengenali wajah.
Mengapa retinopati diabetik sering terlambat disadari
Kerusakan pada tahap awal tidak menimbulkan nyeri maupun penurunan penglihatan yang terasa. Penderita merasa penglihatannya masih baik padahal proses perusakan sudah berjalan.
Otak juga mampu mengompensasi penurunan pada satu mata dengan mata lainnya. Akibatnya gangguan baru disadari ketika kedua mata sudah terpengaruh.
Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi diabetes nasional sebesar 11,7 persen, dan banyak penderitanya belum menyadari kondisinya. Retinopati diabetik karena itu kerap ditemukan sudah dalam tahap lanjut.
Deteksi dini penyakit tidak menular dapat dilakukan di Posbindu PTM. — Kementerian Kesehatan RI, Direktorat P2PTM
Gejala yang perlu diwaspadai
Bintik atau bayangan mengambang di lapang pandang sering menjadi tanda awal adanya perdarahan kecil. Penglihatan yang kabur dan berubah-ubah sepanjang hari juga patut dicurigai.
Kesulitan melihat pada malam hari dan warna yang tampak memudar merupakan keluhan lain yang sering dilaporkan. Munculnya area gelap atau kosong di lapang pandang menandakan kondisi yang sudah lanjut.
Kehilangan penglihatan mendadak pada satu mata merupakan kegawatan yang menuntut pemeriksaan segera. Penanganan cepat menentukan seberapa banyak penglihatan dapat diselamatkan.
Jadwal pemeriksaan mata yang dianjurkan
Penderita diabetes tipe 2 dianjurkan menjalani pemeriksaan retina segera setelah diagnosis ditegakkan. Hal ini karena diabetes tipe 2 sering sudah berlangsung bertahun-tahun sebelum terdeteksi.
Pemeriksaan ulang umumnya dilakukan setiap satu tahun bila tidak ditemukan kelainan. Frekuensinya ditingkatkan bila sudah ada tanda awal retinopati diabetik.
Ibu hamil dengan diabetes memerlukan pemantauan lebih ketat karena kehamilan dapat mempercepat perkembangannya. Diskusikan jadwal yang tepat dengan dokter mata.
Faktor yang mempercepat kerusakan
Durasi menyandang diabetes merupakan faktor risiko terbesar, disusul buruknya kendali gula darah. Nilai HbA1c yang tinggi secara konsisten berkaitan dengan perkembangan yang lebih cepat.
Tekanan darah tinggi memperberat kerusakan pembuluh retina secara langsung, sehingga memantau tekanan darah di rumah secara rutin menjadi bagian penting pencegahan. Prevalensi hipertensi nasional yang mencapai 30,8 persen membuat kombinasi kedua kondisi ini sering ditemui.
Kadar kolesterol yang tidak terkendali, kebiasaan merokok, dan gangguan ginjal turut mempercepat perjalanan penyakit. Mengendalikan seluruh faktor tersebut memberi perlindungan paling menyeluruh.
Langkah pencegahan yang terbukti
Menjaga kadar gula darah dalam sasaran yang ditetapkan dokter merupakan langkah paling menentukan. Perbaikan kendali glukosa terbukti memperlambat perkembangan kerusakan retina.
Kendalikan pula tekanan darah dan kolesterol melalui pola makan, olahraga 150 menit per minggu, serta kepatuhan terapi. Berhenti merokok memberikan manfaat tambahan yang besar, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
Ragam suplemen pendukung pengelolaan diabetes di Trust Store dapat menjadi pertimbangan sebagai pelengkap harian. Produk semacam ini bersifat penunjang dan tidak menggantikan pemeriksaan mata berkala.
Pilihan penanganan yang tersedia
Terapi laser digunakan untuk menutup kebocoran pembuluh dan menghambat pertumbuhan pembuluh baru. Tindakan ini bertujuan mempertahankan penglihatan yang tersisa, bukan mengembalikan yang sudah hilang.
Suntikan obat ke dalam bola mata kini menjadi pilihan pada kasus edema makula. Pada kondisi berat dengan perdarahan luas, tindakan bedah vitrektomi dapat dipertimbangkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah retinopati diabetik dapat disembuhkan? Kerusakan yang sudah terjadi umumnya permanen, sehingga fokus penanganan adalah mencegah perburukan.
Apakah kacamata dapat memperbaiki keluhannya? Tidak, karena masalahnya terletak pada retina, bukan pada pembiasan cahaya.
Apakah penderita diabetes tanpa keluhan mata tetap perlu diperiksa? Perlu, karena justru pada tahap tanpa gejala inilah penanganan paling efektif.
Retinopati diabetik berkembang dalam diam selama bertahun-tahun sebelum menimbulkan keluhan yang terasa. Pemeriksaan mata tahunan dan kendali gula darah yang baik merupakan dua perlindungan paling efektif, seperti panduan pada laman Perkeni.
Bagi yang mempertimbangkan suplemen sebagai pelengkap pengelolaan diabetes, pilihannya dapat dilihat di toko resmi Trust di Shopee. Jadwalkan pemeriksaan ke dokter mata bila Anda belum pernah menjalaninya sejak didiagnosis, dan simak panduan gaya hidup sehat lainnya.

