Site icon Beritaenam.com

Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida, Tak Diterima di London

Wali Kota London Sadiq Khan sebut Netanyahu sebagai pelaku genosida di Gaza. Ia menegaskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak diterima jika berkunjung ke London.

Pernyataan itu disampaikan Khan dalam wawancara dengan Channel 4 News pada Kamis, 23 Juli 2026. Ia menyatakan akan melobi pemerintah Inggris untuk menegakkan surat perintah penangkapan bila Netanyahu datang. Sebagai Wali Kota London, pernyataan Khan menjadi perhatian karena posisinya sebagai pejabat publik. Ketika Sadiq Khan sebut Netanyahu bertanggung jawab atas situasi di Gaza, ia menekankan pentingnya penegakan hukum.

Alasan Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida

Saat Sadiq Khan sebut Netanyahu melanggar hukum, ia mengaitkannya dengan tanggung jawab atas peristiwa di Gaza. Ia menegaskan keadilan harus ditegakkan terhadap pihak yang dituduh melakukan genosida. Khan menyatakan memiliki kewenangan yang berbeda dengan wali kota di kota lain.

Meski demikian, ia menegaskan sikapnya soal penegakan hukum terhadap Netanyahu. Ia menambahkan akan melobi Perdana Menteri Inggris apabila ada bukti Netanyahu akan datang ke London. Khan menegaskan pihak yang melakukan genosida tidak diterima di ibu kota Inggris. Berita internasional lain di kanal Internasional BeritaEnam.

“Saya meyakini genosida sedang terjadi di Gaza. Menurut saya, Netanyahu bertanggung jawab atas hal itu.” — Sadiq Khan, Wali Kota London

Konteks di Balik Pernyataan Sadiq Khan

Pernyataan saat Sadiq Khan sebut Netanyahu ini muncul beberapa hari setelah pernyataan serupa dari luar Inggris. Wali Kota New York Zohran Mamdani sebelumnya menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang. Mamdani belakangan menegaskan bahwa kotanya tidak memiliki kewenangan hukum untuk menegakkan surat penangkapan.

Ia menyebut tindakan semacam itu menjadi tanggung jawab pemerintah federal AS. Khan juga ditanya apakah akan mendesak pemerintahan Inggris yang kini dipimpin Perdana Menteri Andy Burnham. Ia menegaskan akan melobi pemerintah untuk memastikan hukum ditegakkan. Laporan lengkap dipublikasikan Reuters.

“Netanyahu adalah penjahat perang yang harus menghadapi proses hukum.” — Zohran Mamdani, Wali Kota New York

Surat Penangkapan ICC dan Sikap Sadiq Khan

Ketika Sadiq Khan sebut Netanyahu harus diadili, ia merujuk pada surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Surat itu diterbitkan pada November 2024. ICC menerbitkan surat penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant.

Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang di Gaza sejak Oktober 2023. Khan menyatakan akan mendorong penegakan surat penangkapan tersebut jika Netanyahu berkunjung ke London. Ia menekankan bahwa keadilan harus ditegakkan sesuai hukum internasional. Pernyataan Khan menambah dinamika perdebatan internasional soal konflik di Gaza.

Latar Konflik di Gaza

Perang di Gaza telah berlangsung sejak Oktober 2023 dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas. Konflik tersebut memicu perhatian dan respons dari berbagai negara. Sejumlah pemimpin dunia menyerukan penegakan hukum internasional terkait situasi di Gaza.

Pengadilan Kriminal Internasional merupakan lembaga yudisial yang menangani kejahatan serius. Surat perintah penangkapan yang diterbitkan menjadi salah satu instrumen dalam proses hukum internasional. Penegakan surat penangkapan bergantung pada kerja sama negara-negara anggota. Hal ini membuat pelaksanaannya kerap menjadi persoalan yang kompleks di ranah diplomasi.

Isu Gaza telah menjadi perhatian masyarakat internasional dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai aksi solidaritas digelar di sejumlah negara sebagai bentuk kepedulian. Sikap para pejabat publik kerap memengaruhi opini masyarakat terhadap suatu isu. Perdebatan mengenai penegakan hukum internasional diperkirakan terus berlanjut.

Respons Publik atas Sadiq Khan Sebut Netanyahu

Pernyataan saat Sadiq Khan sebut Netanyahu pelaku genosida menuai perhatian luas di ruang publik. Isu ini menambah sorotan terhadap sikap pejabat di berbagai negara. Hingga kini, belum ada indikasi Netanyahu akan berkunjung ke London dalam waktu dekat.

Isu kemanusiaan di Gaza diperkirakan tetap menjadi sorotan komunitas internasional. Peran lembaga internasional dinilai penting dalam menangani isu ini. Komunitas global berharap penyelesaian dapat dicapai melalui jalur hukum dan diplomasi. Perhatian dunia terhadap situasi di Gaza terus berlanjut, dengan berbagai pihak menyerukan langkah konkret untuk menyelesaikan konflik secara adil.

Exit mobile version