Rangkaian serangan Israel di Gaza dilaporkan terus berlanjut meski kesepakatan untuk melaksanakan fase lanjutan gencatan senjata baru diumumkan pada awal Agustus 2026.
Serangan Israel di Gaza Masih Dilaporkan Tiap Hari
Otoritas kesehatan dan pertahanan sipil Palestina melaporkan rentetan serangan sepanjang Agustus 2026. Serangan tersebut terjadi meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku. Berita internasional lain di kanal Internasional BeritaEnam.
Pada awal bulan, delapan warga Palestina termasuk dua anak dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara. Peristiwa itu berlangsung setelah pengumuman kesepakatan untuk melaksanakan tahap berikutnya dari rencana gencatan senjata.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, menyebut tiga warga tewas ketika serangan menghantam sebuah apartemen di kawasan Al-Qarara. Di Kota Gaza, serangan lain menyasar sebuah apartemen di dekat kawasan pelabuhan dan menewaskan tiga warga Palestina.
Artileri dan Tembakan Laut di Khan Younis
Rangkaian serangan Israel di Gaza berlanjut dengan tembakan artileri intensif di sekitar Jalan Al-Tina, sebelah selatan Khan Younis, pada pekan kedua Agustus. Tank-tank Israel juga dilaporkan menembaki kawasan Qizan Rashwan.
Di Kota Gaza, kapal perang Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kawasan pesisir. Belum ada laporan langsung mengenai korban dalam insiden tersebut.
Seorang gadis Palestina berusia 13 tahun, Saba Naim Abdullah al-Hashash, meninggal dunia pada Senin, 10 Agustus 2026. Ia sebelumnya ditembak di bagian kepala di kawasan Al-Mawasi, selatan Khan Younis.
Jumlah Korban Sejak Gencatan Senjata
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, rangkaian insiden yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina. Ribuan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Angka tersebut terus berubah seiring munculnya korban baru dari hari ke hari. Sejumlah jenazah juga masih dievakuasi dari reruntuhan bangunan di berbagai kawasan. Laporan kawasan tersedia di Al Jazeera.
Secara keseluruhan, otoritas Palestina melaporkan lebih dari 73.000 warga tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat pasukan Israel masih berada di lebih dari separuh wilayah Gaza.
Respons Hamas dan Mediator
Hamas mengecam rangkaian serangan Israel di Gaza tersebut dan menyerukan mediator serta penjamin perjanjian menjalankan tanggung jawabnya. Kelompok itu menuntut adanya tekanan agar Israel mematuhi kesepakatan.
Dewan Perdamaian bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk implementasi fase selanjutnya. Pengumuman itu disampaikan pada awal Agustus 2026.
Komite Nasional untuk Administrasi Gaza menyambut baik kemajuan kesepakatan tersebut. Lembaga itu menyatakan siap mengambil alih tanggung jawab pemerintahan di wilayah Gaza.
Kondisi Kemanusiaan di Gaza
Militer Israel dalam beberapa kesempatan menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran oleh pihak Palestina. Pembatasan akses media membuat verifikasi independen atas angka korban sulit dilakukan.
Gencatan senjata sempat membuat penyaluran makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis meningkat. Namun, akses bantuan dilaporkan kembali terbatas seiring berlanjutnya serangan Israel di Gaza.
Ratusan jenazah telah dievakuasi dari reruntuhan bangunan sejak gencatan senjata diberlakukan. Proses pencarian masih berlangsung di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami penghancuran.
Keterbatasan Akses dan Verifikasi Data
Sumber medis menyebut sebagian korban masih berada di bawah reruntuhan maupun di jalanan. Kondisi keamanan dan kerusakan infrastruktur membuat ambulans serta tim penyelamat sulit menjangkau lokasi.
Karena keterbatasan akses tersebut, jumlah korban sebenarnya berpotensi lebih besar daripada angka yang tercatat. Otoritas kesehatan memperbarui data secara berkala seiring temuan baru.
Militer Israel dalam sejumlah kasus menyatakan tengah memeriksa laporan mengenai serangan yang dituduhkan. Hingga berita ini disusun, serangan Israel di Gaza masih dilaporkan berlangsung di sejumlah titik, sehingga pelaksanaan fase lanjutan gencatan senjata tetap berada dalam ketidakpastian.

