Site icon Beritaenam.com

Tangga Khusus Raja Salman Viral Gara-Gara Arie Untung

“Waktu Raja Salman ke Indonesia, pakai pesawat pribadi, sampai untuk tangga turun dia bawa dari Arab.”

Karena apa?

“Dia takut minjemin uang ke Indonesia, kemudian dia dapat dosa karena minjemin tangganya,” kata  selebritis Arie Untung dalam tayangan kanal Youtube Daniel Mananta Network, Minggu (4/4).

Ramailah media sosial. Pernyataan atau wawancara itu menjadi rating tinggi, dalam podcast Daniel Mananta.

Cuplikan video wawancara itu beredar di Twitter dan menjadi perdebatan publik.

Seperti diketahui, pada kunjungan ke Indonesia, Raja Salman memang membawa tangga khusus.

Tangga yang digerakkan dengan motor itu beroperasi secara otomatis dan digunakan Raja Salman untuk turun dari pesawat.

Tangga itu dioperasikan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Netizen hingga kini membahas “tangga khusus” untuk Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al-Saud saat berkunjung ke Indonesia.

Inilah Tangga Khusus Raja Arab Saudi yang Didatangkan ke Indonesia

Arie Untung memicu kontroversi dengan membahas tangga khusus Raja Salman dalam kunjungan ke Indonesia tahun 2017.

Arie menyebut tangga khusus itu berkaitan dengan riba. Dia menyebut Raja Salman takut terkena riba karena memakai peralatan dari Indonesia.

Apakah benar karena riba, sehingga “takut”-nya Raja Salman tak mau pakai tangga atau peralatan dari Indonesia.

“Beliau tidak bisa jalan jauh. Jadi perlu tangga spesial yang sesuai spesifikasi Raja Salman.” Heru Budi Hartono Kepala Setpres.

Sekretariat Presiden (Setpres), Heru Budi Hartono membantah klaim Arie Untung soal tangga khusus untuk Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al-Saud berkaitan dengan riba.

Tangga khusus itu disiapkan karena Raja Salman saat itu dalam kondisi kurang sehat. Protokoler Arab Saudi pun memutuskan untuk membawa tangga tersebut ke Indonesia.

“Beliau tidak bisa jalan jauh. Jadi perlu tangga spesial yang sesuai spesifikasi Raja Salman,” kata Kepala Setpres Heru Budi Hartono.

Heru pun membantah ucapan Arie bahwa tangga itu berkaitan dengan ketakutan Raja Salman terhadap riba. Tangga itu disediakan murni karena kebutuhan kesehatan Raja Salman.

Penyediaan tangga itu dikatakannya telah dibahas protokoler kedua negara. Kedua pihak sepakat protokoler Arab Saudi yang akan menyiapkan eskalator khusus untuk Raja Salman.

“Tangganya spesial, yang punya hanya mereka dan waktunya terbatas, tidak mungkin pihak Indonesia menyiapkan spesifikasi khusus,” ucap Heru menjelaskan kepada S.S Budi Rahardjo, Ketua Forum Pimpinan Media Digital.

Heru dan Ketum Forum Pimpinan Media Digital Indonesia

Kepala Sekretariat Presiden lebih interes memaparkan ruang Konservasi Benda Seni Istana Kepresidenan Jakarta.

Istana Kepresidenan memiliki koleksi benda seni yang meliputi berbagai medium seperti lukisan yang terbuat dari berbagai macam cat, seni keramik yang memiliki aneka ragam bentuk, serta benda seni fungsional seperti guci, vas, dan teko.

Dalam rangka menjaga dan merawat koleksi benda seni yang memiliki jumlah serta kualitas yang tinggi tersebut, Sekretariat Presiden pada Kamis siang, 15 April 2021, meresmikan Ruang Konservasi Benda Seni yang ada di Istana Kepresidenan Jakarta.

“Kami resmikan bangunan restorasi dan konservasi ini untuk bisa merestorasi seluruh aset-aset yang bernilai tak terhingga,” ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dalam sambutannya saat peresmian yang bertepatan dengan Hari Seni Internasional tersebut.

Menurut Heru, peresmian Ruang Konservasi Benda Seni tersebut merupakan jawaban dari salah satu tugas Sekretariat Presiden untuk mengelola koleksi benda-benda seni Istana Kepresidenan.

Melalui peresmian Ruang Konservasi Benda Seni tersebut, Heru berharap bisa turut meningkatkan anggaran terkait restorasi benda-benda seni di Istana Kepresidenan mengingat nilai aset yang terkandung didalamnya sangat tinggi.

“Hari ini kita berjuang sedikit demi sedikit ruangan ini telah berhasil untuk melakukan restorasi benda-benda seni nanti ada disini, dan harapan kami disini untuk ada Pak Sesmen (Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara) juga, harapan kami anggaran itu bisa kita tingkatkan,” kata Heru.

Heru juga tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang turut memberikan dukungan sehingga Ruang Konservasi Benda Seni bisa diresmikan dan diharapkan dapat memberikan banyak manfaat di masa mendatang.

“Kami terima kasih atas segala dukungannya sehingga acara ini dan terutama bangunan ini bisa berdiri dengan baik,” ucap Heru.

Sementara itu, Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Rika Kiswardani dalam sambutannya menjelaskan tujuan diresmikannya Ruang Konservasi Benda Seni di Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satunya adalah sebagai tempat penyimpanan benda-benda seni yang memerlukan perawatan dan perhatian khusus.

“Ruang konservasi ini telah dibangun dengan spesifikasi khusus artinya dari sisi pengaturan suhu, dari sisi keamanan, bahkan juga dari pencegahan seandainya ada bahaya kebakaran,” ujar Rika.

Selain itu, Sekretariat Presiden juga akan bekerja sama dengan para kurator dan konservator untuk memelihara serta merawat benda-benda seni yang menjadi koleksi Istana Kepresidenan Jakarta.

“Fungsi yang lain adalah untuk ruang konservasi atau ruang perawatan dimana di dalamnya juga ada laboratorium,”

Terakhir, Rika berharap Ruang Konservasi Benda Seni tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal dan menambah wawasan terkait benda-benda seni.

“Insyaallah kami juga akan menggunakan ruang konservasi ini sebagai ajang edukasi,” ucap Rika.

Turut hadir secara luring dan daring dalam acara ini, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto,.

Juga hadir Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretatiat Presiden Bey Machmudin, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Nugraha, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.

Termasuk hadir Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, dan juga perwakilan dari para pemerhati seni, kurator, serta konservator.

 

 

Exit mobile version