Site icon Beritaenam.com

Tiga Tahun Perang Gaza: 74.237 Warga Palestina Tewas, Gencatan Senjata Belum Permanen

tiga tahun perang Gaza

Tiga tahun perang Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan 74.237 warga Palestina hingga 4 Oktober 2026, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sebanyak 175.206 orang lainnya terluka.

Data Korban Tiga Tahun Perang Gaza

Data korban tersebut dikutip Jurnas.com dari Anadolu pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kementerian Kesehatan Gaza berada di bawah otoritas Hamas, tetapi PBB menganggap datanya dapat dipercaya, menurut detikcom.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat komposisi korban dari 71.444 jenazah yang usia dan jenis kelaminnya diketahui hingga 31 Desember 2025. Anak-anak mencakup 29,8 persen dan perempuan 15,4 persen.

Lembaga Hemaya Center for Human Rights mendokumentasikan 21.745 anak tewas dan sekitar 46.000 anak terluka hingga pernyataannya pada 3 Oktober 2026, menurut Jurnas.com.

Perang dipicu serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel dan warga negara asing, serta 251 orang disandera, menurut detikcom yang mengutip AFP.

Gencatan senjata diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Oktober 2025. Namun, CNN Indonesia mencatat 1.462 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku, dan serangan militer Israel masih terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi Kemanusiaan: 65 Persen Rumah Tangga Tinggal di Tenda

Data PBB per September 2026 menunjukkan 94 persen penduduk Gaza masih membutuhkan tempat tinggal dan bantuan rumah tangga dasar. Sekitar 65 persen rumah tangga tinggal di tenda atau penampungan darurat, menurut CNN Indonesia.

Sebanyak 91 persen rumah tangga yang dinilai pada awal Agustus mengalami kerawanan air sedang hingga tinggi. Angka itu naik dari 84 persen pada Juni. Gaza juga belum memiliki jaringan listrik yang berfungsi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat seluruh 36 rumah sakit di Gaza rusak. Hanya 19 yang masih berfungsi dan tidak ada yang beroperasi dengan kapasitas penuh. Sekitar 12.400 pasien telah dievakuasi ke luar Gaza sejak Oktober 2023.

Di sektor pendidikan, UNICEF memperkirakan hampir 98 persen sekolah di Gaza rusak atau hancur. Hingga April 2026, sekitar 700 ribu anak usia 4 hingga 17 tahun kehilangan hampir tiga tahun pendidikan tatap muka.

Ekonomi Lumpuh dan Seruan Gencatan Senjata Permanen

Selama tiga tahun perang Gaza, Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) memperkirakan 92 persen lembaga ekonomi Gaza rusak atau hancur. Tingkat pengangguran mencapai 78 persen.

PDB per kapita Gaza pada 2025 tercatat hanya 212 dolar AS, sekitar 17 persen dari level 2022. Harga barang pada September 2026 masih sekitar 200 persen lebih tinggi dibanding sebelum Oktober 2023.

Menjelang peringatan tiga tahun perang Gaza, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata permanen. Ia menilai gencatan senjata Oktober 2025 hanya memberi sedikit kelegaan, menurut detikcom pada 6 Oktober 2026. Guterres juga aktif menengahi konflik lain, termasuk pertemuan dengan Presiden Iran soal Selat Hormuz.

“Sudah saatnya gencatan senjata menjadi permanen. Sudah saatnya mengizinkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar.” — Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB

Guterres juga mengakui korban jiwa di pihak Israel dan menyebut serangan Hamas sebagai tindakan keji.

Peringatan di New York dan Penguasaan Wilayah

Peringatan tiga tahun perang Gaza juga berlangsung di luar kawasan. Di New York, Wali Kota Zohran Mamdani mendapat sorakan saat menghadiri acara doa dan penyalaan lilin di Union Square pada Rabu, 7 Oktober 2026, menurut CNN Indonesia.

Pada hari yang sama, Mamdani mengunggah pernyataan di media sosial X. Ia mengakui tragedi Gaza tidak lepas dari serangan Hamas dan menyoroti peran Amerika Serikat dalam perang tersebut.

“Setiap orang dapat hidup dalam kebebasan, keamanan, dan martabat.” — Zohran Mamdani, Wali Kota New York, melalui X, 7 Oktober 2026 (terjemahan CNN Indonesia)

Euro-Med Human Rights Monitor memperkirakan sekitar 70 persen wilayah Gaza berada di bawah kendali militer Israel atau dibatasi aksesnya. Lebih dari dua juta warga terkonsentrasi di kurang dari 30 persen wilayah.

Hampir seluruh Rafah kini berada di bawah kendali Israel, kecuali bagian barat Mawasi Rafah. Pada Mei 2024, operasi militer Israel di Rafah membuat lebih dari 800 ribu orang mengungsi, menurut PBB. Konflik ini menambah daftar kekerasan global, seiring serangan Rusia di Pryluky, Ukraina, yang juga menelan korban sipil.

Hingga Kamis, 8 Oktober 2026, gencatan senjata di Gaza belum menjadi permanen. Rencana penyerahan administrasi dari Hamas kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) juga belum terlaksana, sehingga tiga tahun perang Gaza berlalu tanpa penyelesaian politik. Simak berita internasional lainnya.

Exit mobile version