Skuad tim sepatu roda Indonesia tampil gemilang dengan membawa pulang 19 medali dari Belt and Road China-ASEAN Speed Roller Skating Championships 2026. Ajang itu berlangsung di Dehua County, Fujian, China, pada 7-9 Agustus 2026.
Tim Sepatu Roda Indonesia Raih 19 Medali
Kontingen Merah Putih mengoleksi total 19 medali dari kejuaraan internasional tersebut. Rinciannya adalah 14 medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu.
Kejuaraan berlangsung selama tiga hari di lintasan sepatu roda Dehua County Teacher Training School Affiliated Primary School. Torehan ini menjadi bukti daya saing atlet Indonesia di level internasional. Berita olahraga lain di kanal Olahraga BeritaEnam.
“Terus melangkah ke depan, terus mengejar prestasi, dan terus membuat Indonesia bangga.” — PB Porserosi, melalui akun Instagram resmi
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia memberi selamat atas capaian tersebut melalui unggahan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Apresiasi disampaikan atas perjuangan seluruh atlet.
Athaya Rizky Prasetya Sumbang Tiga Emas
Athaya Rizky Prasetya menjadi salah satu atlet paling menonjol dalam kejuaraan ini. Ia meraih tiga medali emas di nomor Senior Men 200 meter, 500m+D, dan 1.000 meter.
Athaya juga menjadi bagian dari tim relay putra bersama Fatahilah Rajawali CP dan Lalu Dafa Maulana yang meraih emas. Fatahilah sendiri menyumbang emas pada nomor Senior Men 10.000 meter elimination.
Selain emas, Fatahilah Rajawali CP meraih dua perak di nomor Senior Men 5.000 meter points dan 1.000 meter. Dua perak lainnya disumbangkan Lalu Dafa Maulana pada nomor 200 meter dan 500m+D.
Atlet Muda Curi Perhatian
Lalu Dafa Maulana menjadi salah satu atlet muda yang mencuri perhatian. Ia turut memperkuat tim relay putra peraih emas, sehingga mengoleksi total satu emas dan dua perak dalam kejuaraan tersebut.
Satu-satunya medali perunggu Indonesia diraih Nafeeza Lamarch DN pada nomor Junior Women 1.000 meter. Kehadiran atlet muda memperkuat regenerasi di cabang olahraga sepatu roda nasional. Info resmi ada di Antara Olahraga.
“Kehadiran atlet muda memperkuat regenerasi di cabang olahraga sepatu roda nasional.” — Pengurus Besar Porserosi
Rangkaian Prestasi Tim Sepatu Roda Indonesia
Capaian di China melanjutkan rangkaian hasil positif tim sepatu roda Indonesia di berbagai turnamen Asia. Sebelumnya, atlet muda meraih emas di Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 di Jepang.
Pada ajang itu, Queen Azmi Harthifa merebut emas nomor Speed Slalom Junior Women U15, sementara Muhammad Kenzo Gani meraih perunggu Classic Slalom Junior Men U15. Prestasi terus berlanjut di sejumlah seri Asia.
Panen Medali di Berbagai Seri Asia
Sebelum tampil di Fujian, atlet Merah Putih juga bersinar di Asian Speed Track Series 2026 di Guiyang, China. Keysha Nadira menyabet dua emas di nomor 10.000 meter Elimination dan 5.000 meter PTP.
Farah Amalia, Rafael Bimasena, dan Rifa Moza masing-masing turut menyumbang satu emas di seri tersebut. Sejumlah atlet lain menambah koleksi medali kontingen di berbagai nomor kecepatan.
Di ajang Blading Cup Asia Roller Freestyle Street 2026 di Jakarta, Julian Surya Kanigara meraih emas kategori Junior Men. Ia juga membawa pulang perunggu di kategori Open Men pada kejuaraan yang sama.
Kedalaman Talenta dan Regenerasi
Rangkaian hasil ini memperlihatkan kedalaman talenta tim sepatu roda Indonesia di berbagai kelompok umur. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi persiapan menghadapi kejuaraan internasional berikutnya.
Belt and Road China-ASEAN Speed Roller Skating Championships 2026 mempertemukan atlet dari sejumlah negara ASEAN dan China. Ajang ini menjadi salah satu tolok ukur perkembangan olahraga sepatu roda di kawasan.
Pembinaan Berjenjang Jadi Kunci
Sejumlah atlet yang tampil di China juga merupakan bagian dari pembinaan berjenjang di klub dan daerah. Prestasi di panggung internasional diharapkan menular ke kompetisi domestik, sekaligus memacu regenerasi atlet muda.
Dukungan pembinaan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci menjaga tren positif cabang olahraga sepatu roda nasional. Bagi Indonesia, keberhasilan mengumpulkan 14 emas menegaskan posisi kontingen sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan di level regional maupun Asia.
Torehan tim sepatu roda Indonesia dengan 14 emas di China menegaskan tren prestasi yang menanjak. Konsistensi di berbagai kejuaraan internasional menjadi modal penting bagi cabang olahraga ini.

