Site icon Beritaenam.com

Trump Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz 100 Persen, Data Pelayaran Tunjukkan Hal Berbeda

Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim negaranya memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, meski data pelacakan pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal di jalur itu masih jauh di bawah normal.

Isi Klaim Trump soal Selat Hormuz

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, setelah perjalanan dari Ohio. Ia menegaskan tidak mempercayai Iran dan menuding Teheran terus memberikan keterangan yang tidak benar. Berita internasional lain di kanal Internasional BeritaEnam.

“Saat ini kami memiliki kendali penuh, mereka tidak memiliki kendali.” — Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Trump menyebut Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai satu-satunya kekuatan militer yang memegang kendali di jalur perairan tersebut. Ia juga mengeklaim pihaknya memberlakukan blokade yang disebutnya tidak terkalahkan.

Menurut Trump, pasukan Amerika Serikat telah menyisir dan membersihkan ranjau di sepanjang perairan itu. Ia mengakui Iran masih dapat sesekali menjatuhkan ranjau, tetapi menilai hal tersebut tidak memengaruhi kendali Washington.

“Bisakah mereka membuat masalah? Ya, tetapi mereka bangkrut.” — Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Data Pelayaran di Selat Hormuz Masih di Bawah Normal

Berdasarkan data perusahaan pelacakan pelayaran Kpler, hanya enam kapal yang melintasi jalur tersebut pada Senin. Jumlah itu lebih rendah dibanding rata-rata sepuluh hari sebelumnya yang mencapai sekitar 11 kapal per hari.

Pada hari berikutnya, tercatat hanya empat kapal komoditas yang memasuki perairan itu, termasuk dua kapal tanker produk minyak dalam kondisi kosong. Dua kapal lain keluar, yakni kapal tanker gas minyak cair dan kapal pembawa bahan bakar residu. Laporan terkait tersedia di Reuters Energy.

Sebelum konflik meningkat, jalur pelayaran ini biasanya dilintasi sekitar 130 hingga 140 kapal setiap hari. Penurunan aktivitas tersebut menunjukkan pelaku industri pelayaran masih menerapkan kehati-hatian tinggi.

Konteks Konflik dan Dampak pada Pasokan Energi

Trump juga menyatakan kapal-kapal tidak diizinkan masuk ke wilayah Iran melalui jalur tersebut, sementara akses bagi pihak lain tetap dibuka. Ia mengeklaim blokade laut terhadap pelabuhan Iran berjalan efektif.

Situasi di Timur Tengah tetap tegang sejak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Teheran dan Washington hingga kini belum mencapai kesepakatan final untuk mengakhiri konfrontasi tersebut.

Penutupan Selat Hormuz terus mengganggu rantai pasokan energi global. Jalur ini merupakan salah satu titik paling vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Klaim Berulang dan Sikap Iran

Trump mengulangi klaim serupa melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu, 12 Agustus 2026. Ia menuliskan bahwa Amerika Serikat memegang kendali penuh dan akan mempertahankannya.

Iran sebelumnya menegaskan tidak akan membuka jalur tersebut sebelum sejumlah syarat dipenuhi. Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz secara penuh masih menemui jalan buntu.

Kondisi Perairan dan Respons Pelaku Pelayaran

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Konflik tersebut membuat jalur perairan di kawasan Teluk menjadi salah satu titik paling rawan bagi stabilitas perdagangan energi.

Trump menyatakan jalur tersebut kini terbuka bagi pihak selain Iran. Ia menyebut kapal yang hendak menuju wilayah Iran tetap tidak diizinkan melintas sebagai bagian dari penerapan blokade.

Meski demikian, jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz belum kembali ke tingkat sebelum konflik. Data pelacakan menunjukkan hanya segelintir kapal yang berani melintas dalam beberapa hari terakhir.

Rantai Pasokan Global Belum Pulih

Sejumlah pelaku industri pelayaran dilaporkan masih menahan diri karena pertimbangan risiko keamanan. Kondisi tersebut membuat rantai pasokan minyak dan gas global belum pulih sepenuhnya.

Trump juga menyampaikan pernyataan serupa kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih beberapa hari sebelumnya. Ia ketika itu menyebut Angkatan Laut Amerika Serikat telah menyisir ranjau di seluruh perairan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran yang menanggapi klaim terbaru Trump soal Selat Hormuz. Ketegangan di kawasan tersebut masih menjadi perhatian pelaku pasar energi global.

Exit mobile version