Site icon Beritaenam.com

Update Gempa NTT: 111 Orang Meninggal dan 188.161 Warga Masih Mengungsi

gempa NTT

Korban meninggal dunia akibat gempa NTT bertambah menjadi 111 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 188.161 warga masih bertahan di pengungsian per Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB, seperti dilaporkan Liputan6.

Data Terbaru Korban Gempa NTT Versi BNPB per 30 Agustus

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan jumlah pengungsi berkurang 4.142 orang dibandingkan catatan sehari sebelumnya. Angka itu merupakan hasil pemutakhiran laporan harian dari posko lapangan.

Konsentrasi pengungsi terbesar berada di dua kabupaten di Pulau Flores. Kabupaten Nagekeo menampung 50.574 pengungsi, sedangkan Kabupaten Manggarai mencatat 50.556 pengungsi.

Kabupaten lain dengan jumlah pengungsi besar meliputi Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende. Seluruh wilayah tersebut berada di jalur terdampak guncangan terkuat.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.631 orang mengalami luka. Rinciannya adalah 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Penanganan korban luka gempa NTT dipusatkan di fasilitas kesehatan setempat dan rumah sakit darurat. Sejumlah pasien luka berat mendapat perawatan intensif sejak pekan pertama bencana.

Kerusakan Rumah Akibat Gempa NTT Tembus 95.567 Unit

Data BNPB menunjukkan kerusakan rumah mencapai 95.567 unit. Sebanyak 46.161 unit rusak ringan, 21.992 unit rusak sedang, dan 27.414 unit rusak berat.

Angka rusak berat berkaitan langsung dengan kebutuhan tempat tinggal. Berton menyebut ribuan keluarga memerlukan hunian sementara maupun relokasi.

“Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga.” (Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusdatinkom BNPB)

Kerusakan juga menyentuh fasilitas pendidikan. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 27 Agustus 2026, sekitar 5.500 ruang kelas sekolah dilaporkan rusak akibat gempa NTT di wilayah tersebut.

Kerusakan rumah tersebar di tujuh kabupaten terdampak, mulai dari Manggarai hingga Sikka. Pendataan masih berlangsung sehingga angka kerusakan berpotensi berubah pada laporan berikutnya.

Kronologi Gempa NTT dan Lonjakan Angka Korban Sejak 15 Agustus

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer.

Episenter berada sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo. BMKG mengidentifikasi sumber gempa berasal dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB di hari yang sama.

Jumlah korban meninggal terus bertambah sejak hari pertama. BNPB mencatat 38 korban pada 15 Agustus, 87 korban pada 22 Agustus, 100 korban pada 24 Agustus, 105 korban pada 26 Agustus, hingga 111 korban pada akhir Agustus.

Sebagian korban meninggal merupakan pasien luka berat yang sebelumnya dirawat di fasilitas kesehatan dan rumah sakit darurat. Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam konferensi pers pada 24 Agustus 2026.

Gempa Susulan Menurun, Tercatat 9.765 Kali Hingga 30 Agustus

Aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan penurunan. Hingga 30 Agustus 2026, tercatat 9.765 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,0.

Sebanyak 155 gempa susulan di antaranya dirasakan masyarakat. BNPB menyebut rangkaian gempa susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar tiga hingga empat pekan sejak gempa utama.

Kondisi itu membuat sebagian warga memilih tetap berada di luar rumah meski bangunan mereka tidak mengalami kerusakan berat. Sementara itu, sebaran hotspot karhutla di kawasan Kalimantan turut menambah beban penanganan bencana nasional pada periode yang sama.

“Masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah.” (Suharyanto, Kepala BNPB)

Penyaluran Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT Terus Berjalan

Sejumlah lembaga dan badan usaha menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggalang dana sebesar Rp1,8 miliar untuk korban gempa.

BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan bagi korban di masa pemulihan. Pertamina juga mengirimkan bantuan logistik hingga ke wilayah pelosok Manggarai Timur.

Pemerintah menerjunkan lima tim untuk mengawal penyaluran bantuan presiden kepada para penyintas. Penyaluran diarahkan pada kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.

Selain bantuan logistik, pendampingan psikologis bagi penyintas gempa NTT juga menjadi perhatian. Kegiatan trauma healing dijalankan terutama untuk anak-anak di lokasi pengungsian.

Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan purwarupa rumah tahan gempa berbiaya terjangkau. Opsi tersebut disiapkan sebagai salah satu rujukan untuk tahap pemulihan permukiman.

Penanganan gempa NTT masih berlangsung dengan fokus pada layanan pengungsian, perawatan korban luka, dan pendataan kerusakan bangunan. BNPB menyatakan pemutakhiran data dilakukan setiap hari mengikuti laporan lapangan dari kabupaten terdampak.

Exit mobile version