Update terbaru perang Iran menunjukkan perkembangan paling signifikan sejak konflik dimulai: Amerika Serikat dan Iran menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad berisi 14 poin pada Rabu (17/6/2026), membuka masa transisi 60 hari menuju perjanjian damai final. Selat Hormuz yang tersumbat sejak 28 Februari 2026 mulai dibuka kembali secara bertahap, meski proses pembersihan ranjau laut masih memerlukan waktu hingga 50 hari ke depan.
Update Terbaru Perang Iran: Kronologi dari 28 Februari hingga MoU Damai
Perang Iran 2026 dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap fasilitas militer, pertahanan udara, dan situs nuklir Iran. Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global. Penutupan itu mengguncang pasar energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak mentah. Konflik berlangsung selama hampir empat bulan dengan Iran menargetkan berbagai pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan kawasan Teluk Persia.
Update terbaru perang Iran mencatat bahwa negosiasi tidak langsung difasilitasi Pakistan sejak April 2026 setelah upaya-upaya sebelumnya yang melibatkan Oman, China, dan Rusia mengalami kebuntuan. Pakistan akhirnya berhasil mempertemukan posisi kedua pihak yang menyepakati kerangka MoU pada pertengahan Juni 2026. Trump menandatangani dokumen di Istana Versailles, Prancis, sedangkan Pezeshkian meneken versi bahasa Farsi di Teheran pada malam yang sama.
“Baru saja menandatangani. Ini adalah kesepakatan yang memungkinkan kita membuka Selat Hormuz segera dan membuat Iran berkomitmen menghancurkan material nuklir.” – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
Isi 14 Poin MoU dan Status Pelaksanaannya Hari Ini
Berdasarkan dokumen yang dirilis AS pada Rabu (17/6/2026), 14 poin MoU mencakup: penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front termasuk Lebanon; penghormatan kedaulatan masing-masing negara; negosiasi kesepakatan final maksimal 60 hari; pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya untuk kapal dagang selama 60 hari; pencabutan blokade laut AS dalam 30 hari; pengecualian sanksi untuk ekspor minyak Iran; pembukaan akses ke aset Iran yang dibekukan; serta rencana rekonstruksi ekonomi Iran senilai sedikitnya 300 miliar dolar AS. MoU juga mengatur pembentukan mekanisme pemantauan bersama dan pengesahan perjanjian final melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sebagai update terbaru perang Iran, sejak MoU berlaku pada Kamis (18/6/2026) tiga kapal tanker super berbendera Arab Saudi membawa 6 juta barel minyak melintas di Selat Hormuz. Harga minyak Brent turun 2 persen menjadi di bawah 78 dolar AS per barel. Iran menyatakan lalu lintas akan ditingkatkan bertahap sesuai Pasal 5 MoU, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembersihan ranjau dan hambatan teknis yang masih ada.
“Kita kini secara de facto telah menyerahkan kendali atas selat itu kepada Iran, sebuah senjata yang lebih dahsyat dari senjata nuklir mana pun.” – Sumber intelijen AS kepada CNN, merujuk kemampuan Iran mengendalikan Selat Hormuz
Tantangan 60 Hari Menuju Perjanjian Damai Final
Meski MoU sudah berlaku, sejumlah isu kritis belum terselesaikan dalam update terbaru perang Iran ini. Program nuklir Iran, termasuk stok uranium yang diperkaya dan fasilitas pengayaan yang tersisa, belum ditetapkan batasnya secara konkret. Masalah rudal balistik Iran juga belum menjadi bagian utama dari MoU. Trump dalam pernyataan terbarunya melunakkan sikap soal rudal Iran dengan mengatakan Iran boleh mempertahankan sebagian rudal jika negara lain memilikinya pula. Iran tetap mempertahankan cadangan uranium dan menyatakan program nuklirnya bersifat damai.
Intelijen AS menilai kemampuan Iran menguasai Selat Hormuz tetap dapat digunakan kembali kapan saja di masa mendatang. Di Lebanon, serangan Israel belum sepenuhnya berhenti meski MoU secara eksplisit menyerukan pengakhiran permanen perang di Lebanon. Israel menyatakan pasukan mereka akan tetap berada di “zona penyangga” selatan Sungai Litani selama diperlukan. Negosiasi antara Washington dan Tel Aviv soal kepatuhan Israel terhadap ketentuan MoU masih berlangsung. Sebagian analis menyatakan 60 hari adalah waktu yang sangat singkat untuk menyelesaikan semua perbedaan mendasar ini.
Baca juga: Tips Awet Muda Alami, Sarang Walet Kerap Jadi Pilihan

