Vivo X300e resmi diumumkan di pasar China pada Senin 20 Juli 2026, membawa sistem kamera hasil kolaborasi dengan Zeiss dan baterai berkapasitas 7.200 mAh dalam bodi yang tetap ramping. Perangkat ini menjadi anggota terbaru keluarga X300 Series.
Baterai 7.200 mAh Jadi Sorotan Vivo X300e
Keluarga X300 Series sebelumnya mencakup Vivo X300 dan Vivo X300 Pro, keduanya dirilis pada Oktober 2025. Dengan embel-embel huruf e, ponsel ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Vivo belum mengungkap spesifikasi secara lengkap dan baru memajang desain serta beberapa detail teknis utama di situs resminya.
Masa pre-order telah dibuka, dengan penjualan perdana dijadwalkan pada 27 Juli 2026 pukul 09.00 waktu setempat. Kapasitas baterai menjadi daya tarik utama perangkat ini. Angka 7.200 mAh menjadikannya salah satu ponsel flagship dengan baterai terbesar di kelasnya, bahkan melebihi estimasi bocoran sebelumnya yang berkisar 7.015 hingga 7.100 mAh.
Vivo membekali ponsel ini dengan dukungan pengisian daya cepat 90 watt. Kombinasi tersebut diharapkan membuat proses pengisian tetap efisien meski kapasitas baterai tergolong besar. Yang menarik, kapasitas baterai masif tersebut tidak membuat bodi ponsel menjadi tebal dan berat. Di atas kertas, perangkat ini dilaporkan memiliki ketebalan sekitar 7,99 milimeter dengan bobot berkisar 203 gram. Berita teknologi lain di kanal Teknologi BeritaEnam.
Sistem Kamera Kolaborasi Zeiss
Kamera Vivo X300e dikembangkan bersama produsen lensa optik kenamaan Zeiss, melanjutkan kerja sama yang sudah berjalan pada seri sebelumnya. Modul kamera memuat tiga sensor kamera dan lampu kilat LED.
Dua kamera disusun secara vertikal, sementara satu kamera lainnya ditempatkan berdampingan dengan lampu flash serta logo Zeiss. Sejumlah bocoran menyebut perangkat ini mengusung kamera utama beresolusi 50 megapiksel serta kamera telefoto periskop. Spesifikasi lengkap dilaporkan Gizmochina.
Desain Berbeda dari Model Sebelumnya
Vivo X300e tampil dengan identitas visual yang berbeda dari X300 dan X300 Pro. Perbedaan paling mencolok terletak pada modul kamera yang kini berbentuk persegi, menggantikan desain melingkar yang digunakan pada dua model pendahulunya.
Ponsel ini hadir dalam tiga opsi warna, yaitu putih, hitam, dan oranye. Perubahan desain ini menjadikan varian e memiliki karakter visual tersendiri dalam keluarga X300 Series.
Layar dan Performa Vivo X300e
Pada aspek layar, Vivo X300e dikabarkan mengusung panel OLED berukuran 6,59 inci dengan resolusi 1,5K. Konfigurasi ini diharapkan menghadirkan tampilan tajam untuk kebutuhan hiburan maupun produktivitas.
Dari sisi performa, berdasarkan laporan Gizmochina, smartphone ini diperkirakan ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5. Chipset yang sama juga digunakan pada varian X300 FE.
Perlu dicatat, sebagian besar spesifikasi tersebut masih berasal dari bocoran dan belum dikonfirmasi resmi oleh Vivo. Perusahaan baru mengonfirmasi kapasitas baterai dan keberadaan modul kamera Zeiss.
Menanti Ketersediaan Global
Hingga saat ini, Vivo X300e baru dipastikan hadir di pasar China. Belum ada informasi resmi mengenai rencana peluncuran di pasar global, termasuk Indonesia.
Rincian harga dan varian penyimpanan juga baru akan diumumkan pada 27 Juli 2026. Kehadiran Vivo X300e menambah pilihan di segmen flagship yang mengedepankan daya tahan baterai dan kemampuan fotografi.
Posisi di Segmen Flagship
Kehadiran Vivo X300e memperkuat tren produsen ponsel China yang berlomba menghadirkan baterai berkapasitas besar tanpa mengorbankan dimensi bodi. Teknologi baterai silikon-karbon disebut menjadi kunci di balik pencapaian tersebut.
Persaingan di segmen flagship kelas menengah atas semakin ketat dengan kehadiran pemain lain yang juga mengusung kolaborasi optik dengan merek lensa ternama. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan pada rentang harga yang sama.
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran resmi perangkat ini masih perlu ditunggu. Pola peluncuran Vivo selama ini menunjukkan varian tertentu dari X Series kerap masuk pasar Tanah Air beberapa bulan setelah debut di China.
