Jarang Ngeseks Bisa Gampang Marah

269

Beritaenam.com, Jakarta – Banyak masalah dalam hubungan rumah tangga, terjadi karena urusan di ranjang yang belum maksimal. Banyak orang mencari penyelesaian dengan cara yang kurang benar, sehingga menggangu harmonisasi rumah tangga. Kita harus menyelesaikan setiap masalah yang ada, bukannya malah lari dari masalah.

Banyak suami-suami yang hanya lari dari masalah (urusan kasur)-nya, bukan menyelesaikannya. Alasan yang sering dipakai klise, selalu menghindar dengan alasan sibuk lah, banyak kerjaan, dan berdalih apa saja demi memenuhi nafkah materi semata.

Padahal wanita bukan hanya butuh dimanjakan dengan harta dan tahta semata. Namun mereka juga butuh kehangatan dalam berhubungan, terutama kehangatan ranjang.

Maka fenoma melienial yang sering terjadi saat ini bukan hanya suami berselingkuh dari istrinya. Tapi banyak istri yang justeru diam-diam bermain di belakang suami.

Bahkan, ektika seorang suami mengalami gangguan seksual, itu juga bisa membuat emosi menjadi labil. Sebab, ada hubungan antara hormon testoteron dengan hormone endorphine (hormone yang mengatur kebahagiaan). Semakin jarang anda berhubungan dengan pasangan, maka semakin rendah produksi dan aktivitas hormone testoteronnya. Sehingga berakibat pada penurunan hormone endorphone yang berakibat seseorang menjadi mudah marah, baik di kantor, maupun di rumah. Masalah kecil saja bisa menjadi besar.

Itulah pentingnya menjaga hubungan agar tetap harmonis dengan pasangan. Hubungan yang harmonis bisa menghasilkan seks yang berkualitas. Dan seks berkualitas bisa menghasilkan pikiran yang sehat dan jernih, sehingga bisa mengurangi beban mental bagi pasangan.(***)