Polisi mengungkap kasus mutilasi Depok dengan menangkap pelaku berinisial S. Tersangka ditangkap di Panimbang, Pandeglang, Banten, pada Rabu, 5 Agustus 2026, kurang dari 1×24 jam setelah jasad korban ditemukan.
Kronologi Pengungkapan Kasus Mutilasi Depok
Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Saepul (26) saat diduga hendak melarikan diri. Penangkapan berlangsung pada pukul 04.15 WIB di Kampung Sinar Laut, Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Kasus bermula dari penemuan jasad korban terbungkus plastik dan karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok. Warga menemukan jasad tersebut pada Selasa, 4 Agustus 2026 sore. Berita hukum lain di kanal Hukum BeritaEnam.
“Berbekal hasil identifikasi korban, laporan orang hilang, keterangan para saksi, serta rangkaian penyelidikan, tim berhasil mengungkap identitas pelaku dan mengamankannya.” — Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya
Korban dan Pelaku Berkenalan lewat Media Sosial
Menurut polisi, pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu. Pertemuan berlangsung di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Pertemuan itu berujung perselisihan hingga terjadi penyerangan yang menyebabkan korban meninggal. Setelah itu, pelaku memutilasi jasad korban untuk mempermudah membuang tubuh dan mengaburkan identitas. Pelaku kemudian membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang dan menjualnya.
Jasad Ditemukan setelah Karung Dibakar Warga
Penemuan jasad bermula dari sebuah karung mencurigakan yang sudah lama berada di lokasi. Seorang saksi bernama Herni mengira karung itu berisi sampah sejak akhir Juli 2026. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, keluarga saksi berniat membakar karung yang mulai mengeluarkan bau.
Saat api membakar sebagian karung, warga terkejut menemukan bagian tubuh manusia di dalamnya. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada kepolisian dan ditindaklanjuti dengan olah TKP. Jasad korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan lanjutan. Data resmi kepolisian tersedia di laman resmi Polri.
“Misteri penemuan sesosok mayat dalam karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya berhasil diungkap.” — Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya
Motif Kasus Mutilasi Depok Masih Didalami
Polisi menyatakan motif di balik kasus mutilasi Depok masih dalam pendalaman. Penyidik terus memeriksa pelaku untuk mengurai latar belakang peristiwa secara menyeluruh. Pelaku kini ditahan di Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan.
Penyidik juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan sebab dan waktu kematian korban. Warga sekitar lokasi menyatakan tidak mengenal korban maupun pelaku. Ketua rukun tetangga setempat juga menyebut sebelumnya tidak ada laporan warga hilang di lingkungan tersebut.
Konteks dan Imbauan Kepolisian
Pengungkapan cepat kasus mutilasi Depok menegaskan pentingnya keterangan warga dalam penyelidikan. Laporan dari saksi di lokasi menjadi pintu masuk penyidik mengurai identitas korban dan pelaku.
Polisi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menjalin pertemuan dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial. Interaksi daring yang berlanjut ke pertemuan langsung menyimpan risiko yang perlu diwaspadai.
Penyidik menyatakan akan menelusuri seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh. Pemeriksaan terhadap pelaku dilakukan untuk memastikan kronologi, motif, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Proses hukum terhadap pelaku akan berlanjut setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap.
Tindak Lanjut Penyidikan
Sejumlah barang bukti yang diamankan akan dijadikan dasar penguatan konstruksi perkara. Penyidik juga berkoordinasi dengan tim forensik untuk memperjelas hasil pemeriksaan medis terhadap korban.
Kasus ini menjadi perhatian warga Pancoran Mas mengingat lokasi penemuan berada di dekat permukiman. Aparat setempat mengimbau warga tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian. Penyidik juga menelusuri jejak digital pelaku dan korban untuk memperjelas rangkaian peristiwa.
Dengan tertangkapnya pelaku, sebagian teka-teki kasus mutilasi Depok mulai terurai. Penyidik masih mendalami motif dan menunggu hasil autopsi untuk melengkapi berkas perkara mutilasi Depok tersebut.








