Harga minyak dunia naik pada awal perdagangan Rabu, 30 September 2026, waktu Asia. Kenaikan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah menawarkan keringanan sanksi kepada Iran.
Harga Minyak Dunia Menguat, Brent Naik ke US$103,73
Minyak mentah berjangka Brent naik US$1,14 atau 1,11 persen ke US$103,73 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 34 sen atau 0,38 persen ke US$89,72 per barel.
Data tersebut dilaporkan kantor berita Reuters. Sepanjang September 2026, Brent tercatat naik sekitar 14 persen, sedangkan WTI naik sekitar 4 persen.
Pergerakan harga minyak dunia kali ini dipicu pernyataan Trump. Ia menepis laporan yang menyebut dirinya bersedia melonggarkan sanksi terhadap Teheran.
“Ini tidak benar. Saya tidak menawarkan apa pun kepada mereka.” — Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (diterjemahkan dari bahasa Inggris)
Penolakan Proposal Iran dan Mediasi Qatar
Sebelumnya, Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Penolakan itu disampaikan pada Sabtu, 26 September 2026.
Proposal itu disampaikan Iran di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isinya mencakup gencatan senjata tujuh hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump menilai tawaran tersebut bukan kesepakatan yang ia inginkan. Ia juga menyebut Iran telah bertindak terlalu jauh dalam negosiasi.
Harga minyak bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini. Pada Senin, 28 September 2026, Brent sempat melonjak lebih dari 3 persen ke atas US$107 per barel setelah penolakan Trump.
Iran menyatakan tetap berpegang pada syarat pembukaan selat meskipun ditolak Trump. Syarat itu mencakup pencabutan blokade laut AS, pencabutan sanksi penjualan minyak Iran, dan gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Teheran melakukan pembicaraan tidak langsung dengan AS. Pembicaraan itu berlangsung melalui mediator Qatar di New York.
Qatar juga menjalankan diplomasi ulang-alik untuk menjembatani kesepakatan AS dan Iran. Pejabat Qatar berupaya menemukan titik temu di antara kedua pihak.
Dalam kondisi normal, Selat Hormuz dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Karena itu, perkembangan di selat tersebut memengaruhi harga minyak dunia.
Ekspor Minyak Timur Tengah Mulai Pulih
Di sisi pasokan, ekspor minyak mentah dari Timur Tengah pada September pulih ke level tertinggi sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026.
Arab Saudi kembali memuat kapal tanker dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Pemuatan dilanjutkan setelah jaringan pipa East-West kembali beroperasi.
Analis energi Saul Kavonic menilai pulihnya aliran melalui Selat Hormuz dan tidak adanya eskalasi dari Iran sedikit meredam kenaikan harga. Namun, ia mencatat kendala logistik masih ada.
“Logistik minyak masih mahal dan terbatas.” — Saul Kavonic, analis energi (diterjemahkan dari bahasa Inggris)
Analis KCM Trade Tim Waterer mencatat volume ekspor minyak dari kawasan Teluk memang meningkat. Namun, sebagian besar kenaikan itu masih bergantung pada pemindahan muatan antarkapal.
Kenaikan harga minyak dunia turut menekan pasar saham AS. Pada Senin, indeks S&P 500 turun 0,76 persen ke 7.684,41 dan Dow Jones melemah 343,78 poin ke 51.484,84.
Pendiri Cresset Capital Management, Jack Ablin, menilai harga minyak, inflasi, dan suku bunga saling berkaitan. Menurut dia, investor kini melihat aset pendapatan tetap lebih menarik dibandingkan saham.
American Petroleum Institute (API) mencatat stok minyak mentah AS naik 1,02 juta barel pada pekan yang berakhir 25 September 2026.
Asumsi Harga Minyak dalam APBN 2027
Di dalam negeri, APBN 2027 yang disahkan DPR pada 29 September 2026 mengasumsikan harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel. Subsidi BBM dan LPG ditetapkan Rp131,39 triliun.
Asumsi nilai tukar dalam APBN 2027 ditetapkan Rp17.500 per dolar AS. Pada 29 September 2026, rupiah ditutup di level Rp17.981 per dolar AS.
PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya menyatakan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026. Harga BBM nonsubsidi tetap menyesuaikan harga minyak mentah acuan dan nilai tukar.
Hingga Rabu pagi, harga minyak dunia acuan Brent masih berada di atas US$100 per barel. Perundingan tidak langsung antara AS dan Iran melalui Qatar masih berlangsung.








