Tabrakan kereta cepat Spanyol di dekat Urda, Provinsi Toledo, menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026, waktu setempat. Kereta Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur cepat Madrid-Sevilla.
Sekitar 80 orang terluka, 15 di antaranya dalam kondisi kritis. Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional pada 29 hingga 31 Oktober 2026.
Kronologi Tabrakan Kereta Cepat Spanyol di Toledo
Menurut ABC News, tabrakan terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat di kilometer 118 jalur cepat Madrid-Sevilla. Lokasinya berada di antara Mora dan Orgaz, wilayah Castilla-La Mancha, sekitar 150 kilometer di selatan Madrid.
Kedua kereta melaju searah dari Madrid menuju Sevilla. Kereta AVE milik operator negara Renfe menabrak kereta milik operator swasta Iryo yang sedang berhenti.
- Kereta Renfe: membawa 397 penumpang.
- Kereta Iryo (layanan 6076): membawa 146 penumpang, termasuk satu bayi, menurut Kementerian Transportasi Spanyol.
Benturan membuat dua gerbong kereta Iryo anjlok dan jatuh ke tanggul. Presiden Castilla-La Mancha Emiliano García-Page menyebut 24 korban ditemukan di kereta Renfe, sedangkan sisanya di kereta Iryo.
Jumlah Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol
Pemerintah daerah Castilla-La Mancha mencatat sedikitnya 68 orang tewas. Menurut Al Jazeera, sekitar 80 orang terluka, sekitar 50 di antaranya luka serius dan 15 orang dalam kondisi kritis.
“Ini adalah benturan berkecepatan tinggi, jadi kami memperkirakan ini akan menjadi tragedi.”
Mónica García, Menteri Kesehatan Spanyol
Seorang penyintas, Miguel Ángel Pérez, menuturkan kepada ABC News bahwa operator sempat memberi tahu penumpang kereta Renfe akan berhenti karena ada beban berlebih di jalur. Tak lama kemudian, benturan terjadi.
Lebih dari 200 personel Unit Militer Darurat Spanyol dikerahkan ke lokasi. Garda Sipil Spanyol juga mengirim tim investigasi bencana, sementara Madrid mengirim tim medis dan pemadam kebakaran. Pengelola infrastruktur rel ADIF menghentikan layanan kereta cepat antara Madrid dan Andalusia, sementara Iryo membatalkan seluruh layanannya dari Madrid Puerta de Atocha di koridor selatan.
Dugaan Penyebab: Perintah dari Pusat Kendali
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente menyebut sistem kendali kereta LZB mati di sepanjang sekitar 63 kilometer jalur. Gangguan itu menghentikan enam kereta yang sedang melaju, termasuk dua kereta yang kemudian bertabrakan.
Kendali kemudian beralih ke pos kendali Atocha, yang mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan. Puente menyebut keputusan pusat kendali itu sebagai hal yang tidak dapat dijelaskan.
“Keputusan untuk melanjutkan lalu lintas tanpa sistem dipulihkan berada di tangan pusat kendali.”
Óscar Puente, Menteri Transportasi Spanyol, dikutip Al Jazeera
Renfe menyatakan keretanya melanjutkan perjalanan sesuai instruksi. Menurut CNBC Indonesia, operator itu menyebut urutan kejadian dan kondisi saat benturan harus ditentukan melalui penyelidikan.
Penyebab pasti tabrakan kereta cepat Spanyol masih diselidiki. García-Page menyebut penentuan penyebab menjadi tugas komisi independen investigasi kecelakaan kereta api.
Menurut García-Page, jika ditemukan kelalaian atau kegagalan sistem keselamatan, temuan itu akan diungkap dan ditindaklanjuti.
Respons Pemerintah Spanyol dan Eropa
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengunjungi lokasi kecelakaan dan menetapkan tiga hari berkabung nasional. Ia menyatakan dugaan kelalaian akan diselidiki jika ditemukan.
“Spanyol sedang berduka.”
Pedro Sánchez, Perdana Menteri Spanyol
“Yang tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta dalam tahun yang sama.”
Pedro Sánchez, Perdana Menteri Spanyol
Raja Felipe VI menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga korban. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyampaikan duka.
“Hari ini, Eropa berduka bersama Anda.”
Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut sejumlah warga AS terluka, tetapi tidak ada yang dilaporkan tewas.
Konteks: Kecelakaan Kedua dalam Setahun
Tabrakan kereta cepat Spanyol di Toledo terjadi sekitar sembilan bulan setelah kecelakaan di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, pada Januari 2026. Kecelakaan itu juga melibatkan kereta Iryo dan Renfe serta menewaskan 46 orang, menurut ABC News.
Setelah kecelakaan Januari, pemerintah Spanyol berjanji memeriksa seluruh jalur kereta di negara itu. Sánchez menyebut penyebab kedua kecelakaan tampak tidak berkaitan.
Kecelakaan di Toledo menjadi tabrakan kereta paling mematikan di Spanyol sejak 2013. Saat itu, kereta anjlok di Santiago de Compostela, Galicia, dan menewaskan 80 orang.
Di Indonesia, kecelakaan kereta juga pernah menelan korban jiwa pada 2026, seperti tercatat dalam artikel korban kecelakaan kereta api Bekasi Timur.
Status Penyelidikan Tabrakan Kereta Cepat Spanyol
Hingga Rabu malam, 28 Oktober 2026, korban tewas tabrakan kereta cepat Spanyol tercatat sedikitnya 68 orang dan jumlahnya diperkirakan otoritas setempat masih dapat bertambah. Kementerian Transportasi dan komisi investigasi kecelakaan masih menyelidiki penyebab gangguan sistem kendali.






