Beritaenam.com
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • kesehatan
  • Catatan Agi
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • kesehatan
  • Catatan Agi
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Forwan Gelar Diskusi Publik Seputar Industri Pertelevisian

by admin
09/12/2018
in Nasional
A A
0

Beritaenam.com, Jakarta – Jelang akhir tahun Forwan kerja bareng Humas TVRI, PWI, Nagaswara Musik, Pro Aktif, Papa Rons Pizza Cafe dan PT Kino Indonesia Tbk dan Ascada Musik menggelar diskusi publik seputar industri Pertelevisian dengan mengusung tema “Membaca Tren Media Lanscape di Era Industri Digital 4.0” dengan narasumber Naratama seorang produser televisi Voice Of America (VOA), Rummy Aziez (produser Jagonya Musik dan Suport) dan Seno M Hardjo (produser label Target Pop).

“Tema ini kami pilih sesuai harapan pemangku kepentingan televisi, dan media landscape yang sekarang ini tengah berkembang pesat perlu dipahami teman-teman media yang setiap hari meliput dunia hiburan,” ujar Sutrisno Buyil Ketua Umum Forum Wartawan Hiburan dalam kata sambutanya di Studio Of Star TVRI yang sekaligus Resto Papa Rons Pizza Cafe komplek TVRI Stasiun Pusat Jakarta Kamis (6/12).

Era Digital membawa berbagai dampak positif yang bisa kita gunakan sebaik-baiknya namun Era Digital juga memiliki banyak dampak negatif. Sehingga ini menjadi tantangan di Era Digital.

Berbagai tantangan Era Digital yang memasuki berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi informasi.

Perubahan yang paling terasa adalah dalam media massa. Media massa konvensional yang dulu menjadi bacaan sekaligus sumber hidup banyak orang, sudah tergantikan oleh media online, pemesan barang kebutuhan konsumsi dan alat transportasi sudah berada dalam genggaman.

Sejak beberapa tahun belakangan, dunia penyiaran juga mulai terancam oleh teknologi digital. Siaran televisi kurang diminati lagi generasi milenial, karena konten-konten hiburan, berbagai jenis informasi sudah bisa dilihat melalui telepon genggam. Kapan saja, di mana saja.

“Anak-anak sekarang melihatnya media landscape digital, bukan televisi. Anak-anak sekarang tidak lagi mendengar musik dari radio, tapi Podcast. New York sekarang jadi biggest Podcast,” papar Naratama, praktisi pertelevisian yang kini bekerja di Voice of America (VOA).

Nara yang tampil sebagai pembicara dalam Diskusi bertajuk “Membaca Tren Media Lanscape di Era Industri Digital 4.0” Anak-anak muda, sebagai konsumen acara televisi, hanya memiliki waktu 10 detik dalam menentukan waktu untuk membaca atau melihat apa yang mau ditonton.

“Jika program itu menarik akan dilanjutkan, jika tidak ditinggalkan. Dan anak-anak muda hanya menonton program yang mereka sukai,” tukas Nara dalam acara yang diadakan oleh Forum Wartawan Hiburan (Forwan) itu.

Karenanya, era digital menurut Nara memiliki dua sisi. Negatifnya, telah menghabisi bisnis lama yang dijalankan secara konvensional, tetapi positifnya era ini membuka peluang kepada siapa saja untuk bisa berperan.

“Semua bisa dilakukan lebih simpel, tidak perlu SDM yang banyak, yang penting seseorang bisa memiliki multiskill. Dia bisa menulis, bisa mengoperasikan kamera, bisa mengedit dan pembawa acara sekaligus. Banyak siaran dari studio televisi yang hanya ditangani oleh dua orang,” tuturnya.

Sementara Seno M Hardjo juga merasakan berkah kemajuan teknologi digital. Jika dulu dia harus menyiapkan infrastruktur rekaman bila ingin membuat rekaman musik, kini dia tinggal memesan kepada pemusik, lalu pemusik mengerjakan di rumah dan tinggal mengirim hasilnya.

Di era digital ini, selain biaya produksi semakin murah, promosinya pun bisa lebih murah, karena media online jangkauannya luas.

“Dulu biaya promosi 3 kali dari biaya produksi. Sekarang produksi sebuah lebih gede banget, tapi biaya promosi lebih murah, saya sangat terbantu oleh promosi media online,” jelas Seno.

Rummy Azies produser Jagonya Musik dan Suport menambahkan, era digital telah merusak bisnis dunia musik, karena orang lebih mudah mendapatkan lagu-lagu ilegal melalui internet.

“Musik tetap maju, tapi bisnisnya hancur. Posisi kita sendiri berada di tengah. Dibilang terpuruk tidak, masih ada, tetapi mengembangkan bisnisnya sulit. Kita butuh peluang-peluang baru, yang bisa ditayangin secara internasional,” tegas Rummy

Nara mengungkapkan kalau kondisi industri musik di Amerika berbeda dibandingkan Indonesia. Menurut Nara, para artis di Amerika tidak lagi mencari uang dengan musiknya melalui media.

Mereka hanya menggunakan media digital untuk branding barang-barang yang dikenakannya. Untuk cari duit mereka melakukan kegiatan off air.

“Artis yang jarang muncul di televisi harga tiketnya tetap mahal kalau mengadakan pertunjukkan. Boy George tiketnya masih 50 dolar. Makin jarang muncul makin mahal tikethya. Promosinya melalui instagram,” katanya.

Rummy berharap diskusi yang dilakukan oleh Forwan bisa dikembangkan pada gelaran Diskusi Akhir Tahun Seputar Industri Musik yang bakal digelar Sabtu (15/12)

“Diskusi yang digelar Forwan membuka mata saya selaku bisnis musik. Makanya saya berharap pada diskusi Musik nanti Forwan bisa menajamkan tema diskusinya ” tandas Rummy (Nia K)

Tags: DiskusiForwanIndustri TelevisiMedia digital

Related Posts

2RT, Berdakwah lewat Musik Hip Hop
Musik

2RT, Berdakwah lewat Musik Hip Hop

by admin
7 years ago
0

beritaenam.com, Jakarta - Agar bisa menembus pasar industri musik Indonesia, dibutuhkan kreatifitas tinggi, hal itulah yang dilakukan kelompok bola 2RT. "Kalau kami hadir dengan konsep musik rap semata, pastinya tidak akan dilirik masyarakat pecinta musik. Untuk itu kami mencari terobosan...

Read more
Rayakan Ultah ke 5, Forwan Luncurkan Web Forwanews.com

Rayakan Ultah ke 5, Forwan Luncurkan Web Forwanews.com

7 years ago
Buku ‘5 Tahun Forwan Melangkah’ Diluncurkan Dirut TVRI, Helmy Yahya

Buku ‘5 Tahun Forwan Melangkah’ Diluncurkan Dirut TVRI, Helmy Yahya

7 years ago
Next Post
Mau Service Iphone Tanpa Menggangu Aktivitas Anda?

Mau Service Iphone Tanpa Menggangu Aktivitas Anda?

sw-7 minuman sarang burung walet

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Musik Trending
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • kesehatan
  • Catatan Agi

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan