Beritaenam.com
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya
No Result
View All Result
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Geser Arab dan Rusia

admin by admin
14/09/2018
in Ekonomi, Internasional
0
AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Geser Arab dan Rusia

Ilustrasi pengeboran minyak.

7
SHARES
104
VIEWS

Beritaenam.com – Amerika Serikat kini berhasil menggeser Arab Saudi dan Rusia menjadi produsen minyak tersebsar di dunia. Dikutip dari US Energy Information Administration (EIA), produksi minyak AS yang mampu mengalahkan Rusia merupakan pencapaian terbaru sejak Februari 1999.

Namun, bila dibuat pencapain rata-rata, produksi minyak pada Bulan Agustus 2018 merupakan pencapaian tertinggi AS sejak 1973 atau setelah 45 tahun baru berhasil menduduki peringkat pertama di dunia. Amerika Serikat diperkirakan akan mempertahankan posisinya hingga 2019.

Dalam prediksinya, EIA menyebutkan produksi minyak mentah Amerika Serikat pada Agustus rata-rata 10.9 juta barel per hari, naik 120 ribu barel dari Juni.

Produksi minyak mentah Amerika Serikat mencapai 10,7 juta barrel per hari pada 2018, naik dari 9,4 juta barrel per hari pada 2017. Diprediksi pada 2019, produksi minyak mentah rata-rata 11,5 juta barrel per hari.

EIA tidak mempublikasi prediksi produksi minyak mentah Rusia dan Saudi Arabia dalam Short-Term Energy Outlook (STEO).

Namun EIA menduga produksi minyak mentah Amerika Serikat akan lebih banyak dari Rusia dan Saudi Arabia hingga akhir tahun ini bahkan sampai 2019.

Pencapaian tersebut menunjukkan adanya dampak positif dari pesatnya perkembangan teknologi dalam penyulingan minyak.

Teknologi yang digunakan membuka cadangan besar minyak dan gas alam yang terperangkap di bawah tanah. Biaya pengeboran pun menurun drastis.

“Hal ini mengubah permainan bagi AS. Itu berarti kita bisa sangat tangguh dan kompetitif,” kata Ben Cook, potofolio manager BP Capital Fund Advisors.

Dikutip dari CNN Money, naiknya output minyak di AS tidak lepas dari produksi shale oil. Shale oil mulai digenjot karena harga minyak saat ini sudah melampaui biaya produksinya.

Harga minyak mentah dunia (Brent Oil) dijual pada angka 76,64 dolar AS per barel pada perdagangan 7 September.

Shale oil selama ini kurang kompetitif saat memasuki tahun 2015-2017, di mana harga minyak berda pada angka 30-50 dolar AS per barel.

Tags: Arab SaudiMinyak ASMinyak bumiRusia
Previous Post

Pengamat: Mampukah Prabowo Lebih Banyak Mendengarkan SBY?

Next Post

Terlibat Kasus Pungli SIM, Kapolres Kediri Dicopot

admin

admin

Next Post
Terlibat Kasus Pungli SIM, Kapolres Kediri Dicopot

Terlibat Kasus Pungli SIM, Kapolres Kediri Dicopot

Beritaenam.com berisi orang-orang profesional. Sudah lulus Uji Kompetensi Dewan Pers. Berintegritas dan berpengalaman di dunia jurnalistik.

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan