Ayatollah Ali Khamenei Memerintahkan Agar Kebenaran Disampaikan

41

militer Iran mengatakan pihaknya tak sengaja menembak pesawat karena pesawat itu terlacak radar dan ketakutan akan serangan Amerika Serikat.

Beritaenam.com — Setelah saling tuduh, antara Iran dan Amerika mengenai pesawat sipil maskapai Ukrania yang jatuh.

Maskapai Ukraine Internasional ditembak rudal,  menewaskan 176 penumpang dan awaknya pada Rabu kemarin.

Hari ini, dalam pernyataan resminya, militer Iran mengatakan pihaknya tak sengaja menembak pesawat karena pesawat itu terlacak radar dan ketakutan akan serangan Amerika Serikat.

“Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini. Simpati dan doa saya tujukan kepada semua keluarga yang berkabung,” kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

Ukrainian Airlines Flight 752 jatuh Rabu setelah lepas landas dari bandara Teheran. Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS sebagai balasan atas serangan pesawat drone di bandara Baghdad yang menewaskan komandan Iran Qassem Soleimani.

Setelah operasi rudal di Irak, penerbangan militer AS di sekitar perbatasan Iran meningkat dan pejabat militer Iran melaporkan melihat target udara menuju pusat-pusat strategis, menurut sebuah pernyataan markas besar angkatan bersenjata Iran.

“Pesawat itu mendekati pusat militer IRGC yang sensitif di ketinggian dan kondisi penerbangan yang menyerupai penargetan yang bermusuhan. Dalam keadaan ini, pesawat itu tidak sengaja tertembak, yang sayangnya mengakibatkan kematian banyak warga Iran dan warga asing,” kata pernyataan itu.

Para korban termasuk 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afganistan, tiga warga Jerman dan tiga warga negara Inggris.

“Kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana,” Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mentweet.

Di media sosial, warga Iran mulai mengungkapkan kemarahan terhadap militer segera setelah pengumuman, banyak dari mereka menggunakan istilah “balas dendam paling keras,” yang telah berulang kali dijanjikan para pejabat setelah serangan pesawat drone Amerika yang menewaskan Mayjen Qassim Suleimani, seorang Komandan Pengawal Revolusi yang kuat, minggu lalu.

“Mereka seharusnya membalas dendam keras terhadap Amerika, bukan rakyat,” tulis Mojtaba Fathi, seorang jurnalis, dikutip dari New York Times.

Pernyataan militer Iran mengatakan pesawat itu “mengambil posisi terbang dan ketinggian target musuh” ketika mendekati pangkalan Korps Garda Revolusi Iran. Dikatakan bahwa “dalam keadaan ini, karena kesalahan manusia,” pesawat itu “diserang”.

Militer Iran mengatakan akan melakukan reformasi besar dalam operasi semua angkatan bersenjata untuk memastikan bahwa kesalahan seperti itu tidak pernah terjadi lagi. Dikatakan pejabat Garda Revolusi Iran telah diperintahkan untuk tampil di media pemerintah dan memberikan publik penjelasan lengkap.

Sementara Presiden Hassan Rouhani mengatakan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya pada hari Sabtu bahwa mereka yang bertanggung jawab menjatuhkan pesawat akan dituntut.

“Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi semua penyebab dan akar dari tragedi ini dan menuntut para pelaku kesalahan yang tak termaafkan ini dan memberi tahu rakyat Iran dan keluarga para korban yang terhormat tentang hal itu,” kata Rouhani.

“Penting juga untuk mengadopsi pengaturan yang diperlukan dan langkah-langkah untuk mengatasi kelemahan sistem pertahanan negara untuk memastikan bencana seperti itu tidak pernah terulang,” tambahnya.

Ayatollah Ali Khamenei memerintahkan agar kebenaran disampaikan setelah dirinya diberitahu pesawat sipil itu jatuh karena ditembak secara tak disengaja.