Kesepakatan China-AS sebanyak delapan poin diumumkan Kementerian Luar Negeri China setelah kunjungan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat pada 23 hingga 25 September 2026.
Isi Kesepakatan China-AS Menurut Kemenlu China
Kunjungan kenegaraan itu berlangsung di Washington DC dan Atlanta. Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada 24 September 2026. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari kunjungan Xi Jinping ke AS yang pertama dalam lebih dari satu dekade.
“Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara bertukar pandangan secara mendalam mengenai hubungan stabilitas strategis yang konstruktif antara China dan Amerika Serikat serta isu-isu penting internasional dan regional.” — Pernyataan Kementerian Luar Negeri China
Poin pertama berisi komitmen membangun hubungan yang stabil, strategis, dan konstruktif. Komitmen itu didasarkan pada sikap saling menghormati, keadilan, serta kesetaraan.
Tarif Timbal Balik US$30 Miliar dan Dewan Dagang
Poin kelima mencakup pengaturan pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar. Nilai itu setara sekitar Rp531 triliun dengan kurs Rp17.700 per dolar Amerika Serikat.
Kedua negara juga sepakat membentuk mekanisme Dewan Dagang. Hasil konsultasi ekonomi yang sebelumnya dicapai di Kuala Lumpur turut diperpanjang.
Gencatan dagang antara kedua negara diperpanjang selama dua bulan hingga 10 November 2026. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan tenggat itu memberi waktu lebih panjang untuk menggarap kesepakatan dagang yang lebih besar.
Isu Nuklir Iran dan Kebebasan Pelayaran Internasional
Poin ketiga kesepakatan China-AS menegaskan Iran harus memenuhi komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Poin ini masuk dalam pembahasan isu keamanan internasional.
Kedua negara juga menyatakan tidak ada pihak yang boleh menarik biaya atas kapal yang melintasi jalur air internasional. Kesepakatan itu menyangkut kebebasan pelayaran di selat internasional.
Poin keempat berisi pengakuan bahwa China dan Amerika Serikat pernah menjadi sekutu pada Perang Dunia II. Kedua pemimpin memperingati kerja sama tersebut.
Dialog Kecerdasan Buatan Digelar November 2026
Poin ketujuh mengatur pembentukan forum dialog khusus soal risiko dan manfaat kecerdasan buatan. Putaran dialog berikutnya dijadwalkan pada November 2026.
Kedua negara juga membuka saluran komunikasi khusus untuk insiden yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Mekanisme itu disepakati sebagai bagian dari kerja sama teknologi.
Poin keenam memuat kerja sama pemberantasan narkotika. Kerja sama itu disebut telah menghasilkan penangkapan puluhan tersangka yang terkait prekursor kimia dan zat psikoaktif baru.
Dua Panda Raksasa untuk Kebun Binatang Atlanta
Poin kedelapan berisi kesediaan Amerika Serikat menerima dua panda raksasa dari China. Kedua panda akan menempati Kebun Binatang Atlanta.
Poin kedua mengatur dukungan timbal balik untuk penyelenggaraan Pertemuan Informal Pemimpin APEC dan KTT Pemimpin G20. Kedua pemimpin menyatakan berniat menghadiri acara masing-masing.
Di luar delapan poin itu, militer kedua negara sepakat segera menandatangani memorandum saling pengertian. Isinya memperkuat komunikasi dan pencegahan krisis, termasuk kerja sama pencarian personel militer Amerika Serikat yang hilang di China.
Trump menyatakan hubungan kedua negara belum pernah sebaik ini. Ia juga menyerahkan hadiah karya seniman Amerika Serikat kepada Xi Jinping dalam jamuan kenegaraan.
“Hal ini telah menambah substansi baru bagi hubungan China-AS yang konstruktif dan stabil secara strategis.” — Xi Jinping, Presiden China
Kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai isu Taiwan dan Iran. Xi Jinping mengumumkan pengiriman dua panda ke Amerika Serikat pada kesempatan tersebut.
Pengurangan tarif dalam kesepakatan China-AS disebut berlaku untuk barang yang tidak masuk kategori sensitif. Nilai US$30 miliar berlaku bagi masing-masing arah perdagangan.
Kunjungan kenegaraan kedua pemimpin terjadi dalam rentang kurang dari enam bulan. Rangkaian pertemuan itu mendahului pengumuman kesepakatan China-AS oleh pihak Beijing. Simak liputan internasional lainnya.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Ruang Oval Gedung Putih. Rangkaian kunjungan Xi Jinping mencakup Washington DC dan Atlanta.
Poin kelima juga mengakui peran positif mekanisme konsultasi ekonomi antara kedua negara. Mekanisme tersebut disebut menghasilkan kemajuan secara bertahap.
Delapan poin kesepakatan China-AS tersebut menjadi hasil resmi kunjungan kenegaraan Xi Jinping yang diumumkan pihak China. Gencatan dagang kedua negara berlaku hingga 10 November 2026. Pengumuman resmi disampaikan Kementerian Luar Negeri China.

