Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan siap mencabut sanksi terhadap Teheran setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan damai pada Minggu (14/6/2026).
Empat Negara Eropa Siap Cabut Sanksi Teheran
Dalam pernyataan bersama yang dirilis di London, keempat negara yang dikenal sebagai E4 itu menyambut baik pengumuman nota kesepahaman antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
“Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.” – Pernyataan Bersama Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia
Keempat negara itu menyatakan siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memastikan Iran tidak memiliki kemampuan memproduksi senjata nuklir. Mereka juga menegaskan kesiapan mencabut sanksi terkait sebagai respons atas langkah-langkah yang jelas dan dapat diverifikasi oleh Iran terhadap program nuklirnya.
Berdasarkan memorandum kesepahaman 14 poin antara kedua negara, Amerika Serikat juga akan melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS sebelum negosiasi lanjutan dimulai. Kesepakatan ini turut berdampak pada pasar komoditas dunia, dengan harga minyak jenis West Texas Intermediate tercatat turun 3,88 persen ke posisi 79,70 dolar AS, sementara harga perak naik sekitar 4 persen mendekati 70,80 dolar AS akibat optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz.
Desakan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Para pemimpin Eropa tersebut turut mendesak agar kesepakatan AS-Iran diterapkan secara cepat dan menyeluruh oleh kedua belah pihak. Mereka menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz dengan kebebasan navigasi tanpa syarat dan tanpa hambatan sebagai hal yang sangat penting bagi stabilitas kawasan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran melalui platform Truth Social pada Minggu (14/6/2026), sekaligus mengizinkan pembukaan Selat Hormuz secara bebas pungutan biaya dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS di jalur pelayaran strategis tersebut.
Dukungan Pemimpin Dunia Terhadap Kesepakatan AS-Iran
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyampaikan dukungannya terhadap kesepakatan tersebut melalui platform media sosial X.
“Saya menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.” – Emmanuel Macron, Presiden Prancis
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya juga mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyepakati penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon, sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Upacara penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.
Komitmen Negara Eropa Amankan Jalur Pelayaran Usai Sepakat Cabut Sanksi Teheran
Para pemimpin Eropa dalam pernyataan bersama tersebut juga menyatakan komitmen untuk mengambil bagian dalam upaya pengamanan kawasan, sesuai dengan ketentuan konstitusional masing-masing negara. Komitmen itu termasuk pengiriman misi yang bersifat defensif dan independen untuk memberikan rasa aman bagi pelayaran komersial, serta pelaksanaan operasi pembersihan ranjau di perairan Selat Hormuz.
Reaksi Pasar Keuangan Global Usai Kesepakatan
Kesepakatan damai AS-Iran turut memengaruhi pergerakan sejumlah aset di pasar keuangan global pada awal pekan ini. Harga emas tercatat berada di level tertinggi dalam empat hari di atas 4.300 dolar AS, sementara tiga mata uang kripto utama, yakni Bitcoin, Ethereum, dan Ripple, mencatatkan rebound masing-masing mendekati 4 persen, 2 persen, dan 2,6 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Di sisi lain, harga minyak yang terkoreksi akibat meredanya kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Selat Hormuz turut memengaruhi sentimen sejumlah pasar saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia, yang juga merespons positif perkembangan kesepakatan damai tersebut pada awal pekan ini. Pelaku pasar di berbagai negara kini menanti detail lebih lanjut dari memorandum kesepahaman tersebut sebelum penandatanganan resmi berlangsung di Swiss pekan ini.
Para pemimpin Eropa menyatakan akan terus bekerja sama secara intensif dengan AS, Iran, dan mitra regional untuk menjaga momentum penyelesaian diplomatik jangka panjang yang berkelanjutan di Timur Tengah. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi turut menyampaikan harapannya agar kesepakatan tersebut dilaksanakan secara konsisten demi menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta penyelesaian akhir berbagai persoalan terkait isu nuklir Iran.
Baca juga: AS Iran Resmi Damai, Selat Hormuz Dibuka: Harga Minyak Anjlok 4%

