AS Iran resmi damai pada Senin (15/6/2026), mengakhiri konflik bersenjata yang memblokade Selat Hormuz selama lebih dari tiga bulan. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran vital itu, yang langsung memicu anjloknya harga minyak dunia sebesar 4,1 persen.
Trump Umumkan Kesepakatan, Pakistan Jadi Mediator
Pengumuman bersejarah ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator, lebih dulu mengonfirmasi tercapainya perjanjian damai antara Washington dan Teheran.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua! Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!”
– Presiden AS Donald Trump, melalui Truth Social, 15 Juni 2026
Selain mencabut blokade angkatan laut AS, Trump juga mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026, dengan negosiasi lanjutan mencakup program nuklir Iran yang akan berlangsung selama 60 hari.
PBB Sambut Positif, Eropa Siap Cabut Sanksi
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik gencatan senjata permanen ini. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutnya sebagai momentum krusial bagi kawasan Timur Tengah.
“Sekretaris Jenderal berharap bahwa pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik.”
– Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, mengutip pernyataan Sekjen Antonio Guterres, Senin (15/6/2026)
Di sisi lain, kelompok E4 yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan kesiapan mencabut sanksi terhadap Iran sebagai respons atas langkah Teheran terkait program nuklirnya. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membenarkan finalisasi teks MoU melalui televisi pemerintah Iran.
Dampak ke Pasar: Minyak Anjlok, Saham Asia Melesat
Dampak kesepakatan damai AS-Iran langsung terasa di pasar global. Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent merosot US$3,58 atau 4,10 persen ke posisi US$83,75 per barel pada Senin pagi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun lebih dalam, yakni 4,72 persen, ke level US$80,87 per barel.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Akibat penutupan jalur ini selama konflik berlangsung, harga Brent sempat menyentuh US$97,81 per barel pada awal Juni 2026.
“Premi risiko geopolitik yang sebelumnya melambungkan harga minyak mentah kini terkoreksi secara agresif. Pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi pulihnya kembali aliran pasokan minyak global.”
– Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade
Di pasar saham Asia, indeks Kospi Korea Selatan melesat 5,2 persen dan Nikkei 225 Jepang melonjak 3 persen. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia turut melesat lebih dari 3 persen ke level 6.209 pada pembukaan sesi pagi ini.
Selat Hormuz Dibuka dalam 30 Hari
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa draf kesepakatan mengamanatkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan otoritas Iran. Para analis memperkirakan, jika proses berjalan lancar, harga minyak dapat kembali stabil di kisaran US$70-75 per barel dalam beberapa minggu mendatang.
Konflik antara AS dan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz bermula pada Februari 2026. Sebelum konflik, harga minyak Brent berada di sekitar US$70 per barel. Penutupan jalur ini sempat mendorong harga melonjak hingga US$120 per barel, tingkat tertinggi dalam satu dekade, sebelum berangsur turun seiring sinyal perdamaian.
Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor energi, penurunan harga minyak global membuka peluang koreksi harga BBM nonsubsidi ke depan. Pertamina sebelumnya menaikkan harga Pertamax dan produk nonsubsidi lainnya pada 10 Juni 2026, mengacu pada rata-rata harga minyak bulanan yang masih tinggi.
Penandatanganan resmi MoU damai AS-Iran dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss. Negosiasi selama 60 hari setelahnya akan membahas isu nuklir Iran secara lebih komprehensif.
Baca juga: IPO SpaceX Resmi Melantai di Nasdaq: IPO Terbesar Sepanjang Sejarah Pasar Modal, Raup US$75 Miliar







