Ini Manfaat Mengonsumsi Kembang Kol untuk Kesehatan

oleh
Kembang kol.

beritaenam.com – Kembang kol merupakan jenis sayuran silangan yang mengandung banyak vitamin B kompleks seperti B1, B2, B3, B6 dan asam folat.

Kembang kol juga kaya akan vitamin C, K dan E, serta memiliki banyak mineral penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium dan mangan.

Selain merupakan protein terbaik, sayuran ini juga memiliki serat dan asam lemak omega-3 yang tinggi.

Ada beberapa alasan untuk Anda mulai rutin konsumsi kembang kol:

1. Kesehatan kardiovaskular

Vitamin K yang didapatkan dari kembang kol memiliki sifat antiperadangan. Ini dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi penumpukan lemak yang dapat menyebabkan masalah kardiovaskular. Sulforaphane dalam kembang kol juga bisa mengurangi tekanan darah Anda.

2. Menurunkan risiko kanker

Sulforaphane dan isothiocyanate dalam kembang kol membantu menurunkan risiko kanker, berkat karakteristik chemopreventine dan antiestrogen yang dapat menghalangi pertumbuhan sel kanker.

3. Degenerasi makula

Kandungan vitamin C dan antioksidan dapat mengurangi risiko pengembangan degenerasi makula, bahkan dalam kasus tertentu membantu mencegah kebutaan hingga katarak.

4. Melindungi kulit dari radiasi UV

Sulforaphane dalam kembang kol juga dapat melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar UV. Adapun beberapa kerusakan kulit akibat dari sinar UV seperti peradangan, kemerahan, kerusakan sel, hingga kanker kulit.

5. Gangguan neurodegeneratif

Sulforaphane mengaktifkan enzim detoksifikasi yang membantu otak menyembuhkan lesi saraf akibat stres oksifatif atau peradangan. Ini berarti dapat menjauhkan Anda dari kemungkinan penyakit Parkinson dan Alzheimer.

6. Mengatasi hipertensi

Sifat antioksidan dan anti peradangan yang dimiliki kembang kol membantu mengurangi kadar kolesterol jahat, yang dapat membantu menghindari masalah pada jantung.

7. Diabetes

Vitamin C dan kandungan potasium dalam kembang kol dapat mengatur glukosa dalam darah dan metabolisme Anda. Ketika kadar potasium rendah, kadar glukosa bisa naik yang dapat meningkatkan risiko diabetes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *