[ad_1]
18 Juli 2020 by Disfira Ika

Benteng Rotterdam | www.arsy.co.id
Saksi bisu sejarah di masa lalu
Menurut catatan sejarah, benteng ini pertama kali didirikan pada 1545 oleh Raja Gowa Tunipallangga Ulaweng. Dibuat dari tembok batu dan dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. Kehadiran Belanda yang menguasai Banda dan Maluku, membuat pasukannya menaklukkan Kerajaan Gowa. Benteng ini pun ikut dikuasai.
Lokasinya berdekatan dengan pantai. Salah satu penulis New York Times bernama Barbara Crossette menyebutkan bahwa Rotterdam adalah the best preserved Dutch Fort in Asia karena kondisinya yang masih terawat hingga saat ini.

@firman_potret | www.instagram.com
Fort Rotterdam dibagi menjadi beberapa komplek. Ada Ujung Pandang yang dijadikan Museum La Galigo. Namanya diambil dari sebuah epos berjudul I La Galigo yang merupakan karya sastra kebanggaan orang Bugis. Sebutan tersebut juga merupakan nama salah satu tokoh ahli sastra di Kerajaan Luwu dan Wajo pada abad 14. Di dalamnya tersimpan berbagai benda peninggalan Tana Toraja.
Tertarik untuk mengunjungi Fort Rotterdam yang juga pernah menjadi tempat pembuangan dan pengasingan Pangeran Diponegoro ini suatu hari nanti? Jangan lupa mampir untuk lebih tahu soal sejarah saat Indonesia masih berada di bawah invasi Belanda puluhan tahun lalu ini saat ke Makassar.
[ad_2]
Source link







