JK kenang Syekh Ali Jaber

oleh

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya ulama Syekh Ali Jaber.

JK mengenang Syekh Ali Jaber sebagai pendakwah yang berdedikasi tinggi dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

Ulama yang sudah berkewarganegaraan Indonesia ini sudah menekuni membaca Alquran. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar ilmu agama.

Keluarganya memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Warga Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter di Kabupaten Bangka Pada usia 11 tahun, Ali Jaber telah hafal 30 juz Alquran.

Dia pun hijrah ke Indonesia untuk melanjutkan syiar Islam dari masjid ke masjid dan melalui siaran stasiun televisi serta media sosial.

“Almarhum telah berdakwah dari masjid ke masjid di seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dalam berdakwah, lanjut JK, Syekh Ali Jaber selalu menyampaikan ceramah agama Islam secara teduh, sejuk dan mengajak umat ke jalan yang benar.

“Kepergiannya merupakan suatu kehilangan yang besar bagi umat Islam di Indonesia,” tambahnya.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RSI Yarsi Jakarta, Kamis pagi, pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, ulama bernama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber tersebut menyatakan dirinya positif terpapar COVID-19 dan sempat dirawat secara intensif di rumah sakit.

Ulama kelahiran Madinah, 3 Februari 1976, itu dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Daarul Quran Cipondoh, Tangerang, pada Kamis sore.

Umat ​​Muslim Indonesia berduka atas meninggalnya Syekh Ali Jaber, seorang ulama kelahiran Arab Saudi yang memiliki kewarganegaraan Indonesia dan mengabdikan hidupnya untuk “dakwah” (dakwah Islam) di Indonesia.

Syekh Ali Jaber, yang bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, populer di kalangan umat Islam Indonesia sebagai juri lomba menghafal Alquran di stasiun TV Tanah Air.

Menurut Alhabsyi, Syekh Ali Jaber telah dites negatif untuk COVID-19 sebelum kematiannya. Ia dirawat di rumah sakit sejak 29 Desember 2020.

Semoga berkah dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dianugerahkan kepadanya sementara impian besarnya melihat Indonesia memiliki satu juta penghafal baru Alquran (huffaz) di Indonesia menjadi kenyataan dengan ikhtiar kolektif yang dilakukan oleh ulama lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *