Beritaenam.com
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Jokowi: Kalau Mau Maju, Beri Kritik Berbasis Data Bukan Pembodohan dan Menakut-nakuti

admin by admin
10/12/2018
in Nasional
0
Jokowi: Kalau Mau Maju, Beri Kritik Berbasis Data Bukan Pembodohan dan Menakut-nakuti

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada Pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018).

7
SHARES
102
VIEWS

Beritaenam.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia memang masih ada yang perlu diperbaiki pasca-reformasi. Untuk memperbaiki itu, pemerintah membutuhkan kritik, tetapi harus berbasis pada data yang kuat.

Jokowi menambahkan, bicara baik tentang pemerintahan bukan berarti menutup fakta bahwa masih ada yang kurang. Dia mengakui masih banyak yang kurang dilakukan oleh pemerintah.

“Tapi kita harus jujur bahwa masih ada yang perlu diperbaiki, dibenahi, direformasi, masih ada kerja kerja yang terus harus kita percepat dan tidak bisa tidak,” kata Jokowi saat membuka Konvensi Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan, jika ingin Indonesia maju, maka sampaikanlah kritik yang harus berbasis dengan data. Bukan malah menebar kebohongan.

“Kalau mau Indonesia baik, kalau maju hidup sama kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data. Tapi bukan pembodohan atau kebohongan, bukan narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti,” tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan, Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) telah menyampaikan bahwa dunia kehumasan sudah berubah sangat cepat. Indonesia saat ini sudah masuk pada revolusi industri 4.0, dan kehumasan pun harus masuk Kehumasan 4.0.

“Revolusi industri telah menyediakan teknologi yang bisa membantu, dan sekaligus bisa, hati-hati juga bisa mengambil alih tugas kehumasan. Advance robotic, artifisial intelijen, big data analytics, saya kira sekarang hampir setiap hari kita mendapatkan informasi mengenai itu,” katanya.

“Sekarang ini kita juga dengan mudah bisa memperoleh laporan tentang media monitoring analisis pemberitaan dengan cara mudah cara cepat real-time. Bahkan mesin juga bisa sekaligus memberikan saran-saran kepada kita apa yang perlu di mitigasi, apa yang perlu diberitakan kembali, dan apa yang harus ditindaklanjuti,” imbuh Jokowi.

Jokowi menambahkan, saat ini peran tenaga kehumasan sudah mulai diambil alih sebagian oleh komputer dan robot canggih. Untuk itu, penguasaan teknologi terbaru menjadi sangat penting untuk digunakan secara positif.

“Namun kerja kerja kehumasan tidak akan bisa diambil sepenuhnya oleh artifisial intelijen, enggak, saya percaya ini. Kerja mesin tetap dikendalikan oleh manusia, yang memutuskan arah kerja mesin tetap adalah manusia, yang memutuskan narasi-narasi kehumasan juga adalah bapak, ibu dan saudara-saudara semuanya, bukan mesin tetep manusia,” sebut Jokowi.

Dia juga mengatakan, prinsip kehumasan itu harus dikerjakan dengan kearifan dan tanggung jawab sosial.

“Oleh sebab kita bersama-sama tetap terus menebarkan optimisme, terus bicara narasi-narasi yang mencerdaskan bangsa, terus menyampaikan narasi yang saling menginspirasi, terus kita saling berkolaborasi sehingga reputasi kita semakin terhormat, semakin bermartabat,” tutupnya.

Sumber: detik.com

Tags: Jokowi-Ma'rufPilpres 2019Prabowo SubiantoPresiden Jokowi
Previous Post

Pihak Habib Bahar Bilang ‘Jokowi Banci’ Hanya Majas, Begini Jawaban Polisi

Next Post

Pengaca Sebut Ceramah Habib Bahar Bukan Majas, Muannas: Itu Penghinaan, Adu Domba dan SARA

admin

admin

Next Post
Pengaca Sebut Ceramah Habib Bahar Bukan Majas, Muannas: Itu Penghinaan, Adu Domba dan SARA

Pengaca Sebut Ceramah Habib Bahar Bukan Majas, Muannas: Itu Penghinaan, Adu Domba dan SARA

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Film
  • Gaya Hidup
  • Hankam
  • Hiburan
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opinion
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Seks
  • Selebriti
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan