Beritaenam.com
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya
No Result
View All Result
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Jusuf Kalla: Ahok Jangan Masuk TKN Jokowi, Bisa Mengurangi Suara

admin by admin
13/02/2019
in Nasional
0
Jusuf Kalla: Ahok Jangan Masuk TKN Jokowi, Bisa Mengurangi Suara

Basuki Tjahaja Purnama.

7
SHARES
102
VIEWS

beritaenam.com, Jakarta – Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla menanggapi isu bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) jadi bagian TKN. Dia menegaskan agar mantan Gubernur DKI Jakarta tidak bergabung dan dimasukan dalam struktur TKN.

“Kalau saya sebagai dewan pengarah, jangan!” tegas JK di Jalan Merdeka Utara, Selasa (12/1).

Dia menjelaskan mengapa Ahok tidak perlu masuk TKN. Menurut dia, jika Ahok masuk pemilih akan mengingat kesalahannya yang terdahulu dengan label ‘penista agama’. Dia menilai hal tersebut dapat menggurangi suara Jokowi.

“Alasannya tadi, berakibat lagi orang mengingat oh, ini pak Jokowi didukung oleh penista agama, kan bahaya itu. Bisa mengurangi suara lagi. apa saya bilang, apa saya bilang,” kata JK.

Karena itu JK meminta agar Ahok tenang saja. Sebab pemilu yang akan berjalan selama 2 bulan.

“Jadi ya lebih baik ya tenang, tenang. Pemilu lagi dua bulan, dan efeknya tidak akan banyak,” kata JK.

JK juga menjelaskan bergabungnya Ahok jadi kader PDIP kemungkinan akan menambah dan kemungkinan akan tergerus suaranya.

“Tentu ada nambah dan tergerus.Bagi Ahokers tentu menambah, tapi bagi yang konsisten dengan apa yang terjadi pada ahok tentu tidak mau milih. Jadi ya lebih baik, tenang-tenang pak ahok. Jalan-jalan dulu karena dia Ahok kan sudah 4 kali pindah partai juga,” papar JK.

Diketahui, Ahok resmi menjadi kader PDIP pada Jumat (8/2) di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali. Dia mengaku PDIP sejalan dengan ideologi perjuangannya.

“Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya,” kata Ahok ketika ditanya alasannya menjadi kader PDIP.

Tags: AhokJusuf KallaPilpres 2019TKN Jokowi-Ma'ruf
Previous Post

KY Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran di Foto ‘Salam 2 Jari’ Para Hakim PN Jakpus

Next Post

Ulama Muda Jabar: Fadli Zon Tak Mau Minta Maaf, Itu Artinya Sombong

admin

admin

Next Post
Ulama Muda Jabar: Fadli Zon Tak Mau Minta Maaf, Itu Artinya Sombong

Ulama Muda Jabar: Fadli Zon Tak Mau Minta Maaf, Itu Artinya Sombong

Beritaenam.com berisi orang-orang profesional. Sudah lulus Uji Kompetensi Dewan Pers. Berintegritas dan berpengalaman di dunia jurnalistik.

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan