Kabut asap Kalteng akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Palangka Raya pada Selasa, 22 September 2026. BMKG memprakirakan kabut asap terjadi di seluruh wilayah kota tersebut.
Tribunnews melaporkan imbauan agar warga memakai masker berfiltrasi tinggi, seperti N95 atau KN95, saat beraktivitas di luar ruangan.
Kasus ISPA akibat kabut asap Kalteng tembus 91 ribu
Laporan Harian SIRINE Pos Komando Darurat Bencana Karhutla per 18 September 2026 mencatat 91.342 kasus infeksi saluran pernapasan akut di seluruh Kalimantan Tengah. Laporan yang sama mencatat 22.533 kasus diare, menurut Tabengan.
Dampak kabut asap Kalteng juga terasa di Kotawaringin Barat. Dinas kesehatan setempat mencatat 14.086 kasus ISPA hingga minggu epidemiologi ke-36 tahun 2026. Kasus mulai meningkat sejak akhir Juli, seiring naiknya aktivitas karhutla.
“Kasus kembali meningkat pada minggu ke-35 menjadi 534 kasus. Pada minggu ke-36, jumlahnya turun menjadi 471 kasus atau berkurang 11,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya.” — dr. Jhonferi Sidabalok, Kepala Bidang P2P Dinkes Kotawaringin Barat
Di Barito Timur, BPBD Damkar setempat mencatat 1.713 warga terdampak ISPA. Rata-rata ISPU di wilayah itu dalam tujuh hari terakhir berada pada kategori berbahaya.
Kualitas udara Palangka Raya masuk kategori berbahaya
Pemantauan BMKG yang terindeks pada Senin, 21 September 2026 menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya mencapai 511,8 mikrogram per meter kubik. BMKG menetapkan angka di atas 250,5 mikrogram per meter kubik sebagai kategori berbahaya, menurut Cyrustimes.
Data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada Minggu, 20 September 2026 juga mencatat sejumlah titik pemantauan di Kalteng pada kategori berbahaya. Angka tertinggi tercatat di Murung Raya dengan ISPU 1.933, disusul Barito Selatan 1.000 dan Kapuas 566.
Angin yang lemah membuat kabut asap Kalteng bertahan lebih lama di kawasan perkotaan. Jarak pandang di Palangka Raya sempat hanya sekitar 700 meter, menurut data BMKG. Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, sebelumnya menjelaskan sirkulasi udara yang tidak optimal membuat asap sulit menyebar.
Ribuan titik panas dan ratusan kejadian karhutla
Pantau Gambut mencatat 77.311 titik panas di Kalteng selama 1-14 September 2026. Jumlah itu setara sekitar 55 persen dari total 139.378 titik panas nasional pada periode yang sama.
Sebanyak 31.022 titik panas atau 40,1 persen di antaranya berada di lima blok bekas area food estate. Data Kementerian Kehutanan per Senin menunjukkan hotspot berkepercayaan tinggi di Kalteng turun menjadi 968 titik dari sebelumnya 1.035 titik, sebagaimana disorot pada laporan karhutla Kalimantan yang belum pulih.
Di Palangka Raya, BPBD mencatat 600 kejadian karhutla hingga 19 September 2026 dengan luas lahan terbakar 1.256,18 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya dengan 383 kejadian.
Kepala BPBD Kotawaringin Timur Imam Subekti menyebut kebakaran di wilayahnya belum menunjukkan tanda mereda. BPBD Kotim mencatat 981 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 1.848,72 hektare per 18 September 2026. Jumlah titik panas di Kotim mencapai 26.335 titik, melonjak dari 453 titik sepanjang 2025.
“Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum menunjukkan akan berhenti.” — Imam Subekti, Kepala BPBD Kotawaringin Timur
Pulang Pisau tetapkan status tanggap darurat karhutla
Di tengah kabut asap Kalteng, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau meningkatkan status penanganan bencana dari siaga darurat menjadi tanggap darurat karhutla dan kekeringan. Peningkatan status itu tertuang dalam Keputusan Bupati Pulang Pisau Nomor 314 Tahun 2026.
BPBD Pulang Pisau mencatat 16.789 titik panas dan 143 kejadian karhutla per 17 September 2026. Luas lahan terbakar di kabupaten itu mencapai sekitar 3.699,7 hektare di delapan kecamatan.
Pemerintah Kota Palangka Raya menambah anggaran daerah sekitar Rp28 miliar melalui APBD Perubahan 2026. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyebut tambahan itu bersumber dari pendapatan asli daerah dan dana transfer.
Kabut asap Kalteng juga mengganggu kegiatan olahraga. Asap berdampak pada Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, sehingga laga kandang Isenmulang FC berpindah ke Gianyar, Bali, di tengah anggaran penanganan yang sedang didorong Mendagri untuk segera direalisasikan.
BMKG menyatakan El Nino masih berada pada kategori sangat kuat. Dalam peringatan tiga harian, BMKG menempatkan Kalteng pada status waspada hujan sedang hingga lebat pada 21 dan 22 September 2026.
Hingga Selasa, 22 September 2026, kabut asap Kalteng masih menyelimuti Palangka Raya dan sejumlah kabupaten. Penanganan karhutla melibatkan pemadaman darat, operasi udara, dan operasi modifikasi cuaca.

