Site icon Beritaenam.com

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Setelah 45 Hari Menjabat, Jalani Pengobatan Jantung di Luar Negeri

nanik s deyang mundur

Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional pada Rabu 22 Juli 2026 setelah 45 hari menjabat, dengan alasan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Kabar pengunduran diri tersebut dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan. Nanik disebut telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Nanik sendiri mengumumkan keputusannya melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada hari yang sama. Ia menyatakan berangkat ke luar negeri untuk pengobatan pada Rabu tersebut.

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.”

— Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan

Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo atas keputusannya mundur. Ia menyebut keputusan tersebut diambil dengan berat hati demi kondisi kesehatannya.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN.”

— Nanik S Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional

Nanik menegaskan pilihannya berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya pada dokter di Indonesia. Menurutnya, keputusan itu diambil untuk memperoleh pendapat kedua atau second opinion, dan tempat tujuannya direkomendasikan oleh seorang rekannya.

Diminta Jadi Ketua Dewan Pengawas BGN

Meski melepas jabatan struktural, Nanik menyebut Presiden Prabowo memintanya tetap ikut mengawasi Badan Gizi Nasional. Menurutnya, Presiden kemungkinan akan membentuk dewan pengawas untuk BGN dan implementasi program Makan Bergizi Gratis.

Nanik menyatakan dirinya diminta menjadi ketua dewan pengawas tersebut. Ia mengaku siap mengemban posisi itu dengan catatan tidak berhubungan dengan pengelolaan anggaran.

Dalam unggahannya, Nanik juga menegaskan akan tetap mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyatakan akan terus berjuang mendukung upaya perbaikan kehidupan masyarakat.

Capaian Selama 45 Hari Memimpin BGN

Dirgayuza menyampaikan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar sejumlah persoalan dan meletakkan fondasi reformasi di lembaga tersebut.

Beberapa langkah yang disebutkan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.

Menurut Dirgayuza, Nanik juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara. Selain itu, dibentuk 11 tim reformasi dan program MBG difokuskan kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan.

Nanik menyebutkan salah satu langkah yang ditempuhnya adalah mengganti lima pejabat eselon I dengan orang-orang yang diambil dari lima kementerian dan lembaga berbeda. Menurutnya, langkah ini bertujuan agar BGN ke depan diisi oleh tenaga profesional di bidangnya.

Sebelas tim reformasi yang dibentuk mencakup tim refocusing untuk memastikan ketepatan sasaran lebih dari 62 juta penerima manfaat, tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah beroperasi, serta tim khusus program MBG di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar.

Menggantikan Dadan Hindayana yang Jadi Tersangka

Nanik Sudaryati Deyang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026. Pengangkatannya didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan kepala serta wakil kepala BGN.

Ia diangkat menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya dicopot dari jabatan tersebut. Dadan kemudian tersangkut dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis dan kini berstatus tersangka.

Nanik merupakan mantan jurnalis senior yang dikenal sebagai pendukung Prabowo Subianto. Dirgayuza menyebut telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014 dan menilainya sebagai sosok yang konsisten peduli terhadap persoalan masyarakat kecil.

Mundur di Tengah Sorotan Program MBG

Pengunduran diri Nanik S Deyang terjadi ketika program Makan Bergizi Gratis sedang menjadi sorotan publik. Beberapa hari sebelumnya, Presiden Prabowo memerintahkan evaluasi total terhadap program tersebut dan memberi waktu satu bulan kepada BGN untuk membenahi tata kelola.

Sebelumnya, Asosiasi Mitra BGN juga mengancam akan menggembok dapur MBG secara nasional apabila persoalan tata kelola kemitraan tidak diselesaikan hingga 17 Agustus 2026. Komisi IX DPR RI sempat menyatakan kekhawatiran ancaman tersebut dapat mengganggu pelaksanaan program.

Hingga berita ini disusun, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S Deyang. Publik menanti langkah pemerintah selanjutnya dalam memastikan keberlanjutan program prioritas tersebut.

Baca juga:

Exit mobile version