Presiden Prabowo lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.
Nanik S Deyang resmi jadi Kepala BGN, gantikan kepala yang jadi tersangka MBG
Pelantikan Nanik mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil BGN. Nanik dilantik bersama dua Wakil Kepala BGN baru, yakni Agustina Arumsari yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BPKP, dan Mayjen TNI Trenggono yang pensiun dini dari TNI AD untuk mengisi jabatan ini.
Ketiga pejabat baru itu menggantikan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sonny Sonjaya yang dicopot Prabowo pada 3 Juni 2026 setelah Kejaksaan Agung menetapkan mereka sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG. Anggaran program MBG yang dikelola BGN mencapai Rp 85,27 triliun pada 2025, dan melonjak menjadi Rp 268 triliun pada 2026.
“Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke.” – Nanik S Deyang, Kepala BGN baru, soal mekanisme pengawasan keuangan MBG
Empat kebijakan baru BGN: efisiensi, moratorium dapur, dan prioritas kualitas
Dalam keterangannya usai pelantikan, Nanik memaparkan empat arah kebijakan baru yang akan diterapkan. Pertama, efisiensi anggaran dengan memanfaatkan 27.877 dapur MBG yang sudah beroperasi tanpa menambah titik baru. Kedua, moratorium penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru hingga tata kelola yang ada diperbaiki.
Ketiga, Nanik menyatakan target penerima MBG sebesar 82,9 juta orang pada 2026 kemungkinan tidak akan tercapai. BGN memilih fokus pada peningkatan kualitas makanan dan efektivitas intervensi gizi. Keempat, Nanik akan menugaskan Trenggono untuk memperluas jangkauan MBG ke daerah terpencil, terdepan, dan tertinggal.
“Tahun 2026 ini mohon bapak, kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta.” – Nanik S Deyang, Kepala BGN
Pengawasan keuangan diperketat lewat mantan pejabat BPKP
Penunjukan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN disebut Nanik sebagai kunci pengawasan keuangan yang lebih ketat. Arumsari memiliki rekam jejak sebagai mantan Wakil Kepala BPKP, lembaga yang bertugas melakukan pengawasan keuangan negara. Nanik menegaskan dirinya tidak akan menandatangani keputusan pengeluaran anggaran tanpa persetujuan Arumsari.
Di Istana Kepresidenan, Nanik mengucapkan sumpah jabatan yang dibacakan langsung Presiden Prabowo: berjanji menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan penuh rasa tanggung jawab. Momen pelantikan diwarnai air mata Nanik di depan awak media.
Baca juga: Kejagung Resmi Tetapkan 3 Mantan Kepala BGN sebagai Tersangka Korupsi MBG







