NASA Temukan ‘Logo Star Trek’ di Permukaan Mars

52
Bentuk mirip logo Star Trek di Mars yang ditemukan NASA. (Foto: NASA/JPL/University of Arizona)

beritaenam.com – Wahana antariksa milik NASA, Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), sudah mengamati permukaan Mars sejak tahun 2006. Selama 13 tahun berada di orbit Mars, MRO telah menemukan berbagai bentuk-bentuk unik di permukaannya seperti Pac-Man atau Beaker dari The Muppets.

Kini, mereka berhasil menemukan bukit pasir berbentuk logo Starfleet yang merupakan organisasi eksplorasi luar angkasa, diplomasi dan penjaga perdamaian, dari serial fiksi ilmiah Star Trek. Penemuan ini pertama kali dipamerkan oleh tim kamera MRO HiRise di University of Arizona.

Walau bentuknya terlihat benar-benar mirip dengan logo Starfleet, tim dari University of Arizona menekankan bahwa bentuk bukit pasir ini hanya kebetulan belaka.

“Pengamat yang giat akan membuat penemuan bahwa fitur-fitur ini tampal mencolok seperti sebuah logo terkenal. Kalian benar, tapi itu hanya kebetulan,” kata tim MRO HiRise dalam keterangan resminya seperti dikutip detikINET dari Space, Jumat (14/6/2019).

Bukit pasir yang berbentuk chevron ini berada di area bernama Hellas Planitia, sebuah daratan luas yang berada di cekungan Hellas di belahan selatan Mars. MRO sebelumnya telah menemukan banyak fitur-fitur di permukaan Mars yang berbentuk seperti chevron.

Bukit pasir ini memiliki sejarah yang panjang dan merupakan hasil dari interaksi antara bukit pasir, lava dan angin. Awalnya ada bukit pasir berbentuk bulan sabit di mana angin dan permukaan berinteraksi.

Kemudian muncul lava yang kemudian menyelimuti area di sekeliling bukit pasir tersebut tapi tidak cukup tebal untuk menyelimuti seluruh permukaan bukit pasir. Ketika lava tersebut mendingin bukit pasir tersebut tetap berdiri ‘menonjol seperti pulau’.

“Namun, ini hanya merupakan bukit pasir dan angin terus bertiup,” kata tim MRO HiRise.

“Akhirnya tumpukan pasir yang menjadi bukit pasir berpindah, meninggalkan ‘jejak kaki’ ini di dataran lava. Ini juga disebut ‘gundukan pasir’ dan mencatat keberadaan bukit pasir yang dikelilingi oleh lava,” pungkasnya.