Tim penyelam gabungan melanjutkan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Rabu, 23 September 2026. Basarnas mencatat 126 orang ditemukan dan 117 orang masih dalam pencarian.
Dari 126 orang yang tim temukan, 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Data tersebut berlaku hingga Selasa, 22 September 2026 pukul 22.00 WITA.
Penyelam pecahkan kaca kamar penumpang KM Virgo
Tim penyelam gabungan menembus akses ke sejumlah kamar penumpang dengan memecahkan kaca jendela. Langkah itu membuka jalan menuju ruangan tempat korban terjebak, menurut Antara.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana memimpin operasi sebagai SAR Mission Coordinator. Ia menyebut tim melihat banyak penumpang terjebak di dalam kamar kapal.
“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa.” — I Putu Sudayana, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin
Tim penyelam menemukan dan mengangkat tiga jenazah pada Selasa pagi. Petugas membawa ketiganya ke KN SAR Pacitan, lalu memindahkannya dengan helikopter Basarnas menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru. Namun, sejumlah korban lain yang sudah terlihat belum bisa terangkat karena air keruh dan arus menguat pada sore hari.
Fokus pencarian di dek kelas ekonomi dan eksekutif
Pada Rabu, tim memusatkan penyelaman ke kompartemen kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif. Pemeriksaan ruang kendaraan menyusul jika arus bawah laut memungkinkan.
Posisi kapal yang tidak normal membuat kendaraan di dalam lambung saling bertindih. Putu menegaskan keselamatan petugas menjadi prioritas utama operasi.
Basarnas bersama TNI AL mengerahkan 34 penyelam pada operasi hari ke-10. Sebanyak 22 penyelam TNI AL dari KRI Nala bergabung dengan 12 penyelam Basarnas.
Unsur yang terlibat mencakup Basarnas Special Group, Kopaska, Pangkoarmada II TNI AL, dan PT Jasalindo. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan pencarian korban KM Virgo terus berjalan. Ia sebelumnya menyebut gelombang di perairan Masalembo saat kejadian jauh di atas kondisi normal, bahkan sempat memicu benturan dua kapal evakuasi.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan dan mengevakuasi para korban. Kami tidak berhenti. Setiap temuan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan kepastian kepada keluarga.” — Mohammad Syafii, Kepala Basarnas
Kronologi tenggelamnya KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 06.52 menuju Pelabuhan Banjarmasin. Kapal roll-on/roll-off berbobot 8.540 gross tonnage itu berlayar dengan nakhoda Arief Yunianto.
Kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi saat melintasi perairan Masalembo. Nakhoda melaporkan kapal miring, lalu kontak terputus sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu, 13 September 2026, sebagaimana disorot pada laporan awal KM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa.
Manajer umum PT Virgo Karya Shipping Yoel Rihi melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10. Kru kapal sempat mengaktifkan EPIRB dan memancarkan sinyal darurat sebelum kapal tenggelam.
Pada hari pertama operasi, tim SAR mengevakuasi 113 orang hingga Minggu pukul 14.56 WITA. Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy turut memantau proses evakuasi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Manifes mencatat 243 orang, terdiri atas 126 sopir dan kernet, 59 penumpang dewasa, 30 kru, 27 mitra kerja, serta satu anak.
Identifikasi jenazah korban KM Virgo kian sulit
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan Selatan Kombes dr. Much Sofwan menyebut identifikasi mulai terkendala. Kondisi jenazah berubah seiring lamanya korban berada di dalam air.
Tim disaster victim identification mencocokkan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem. Lima dari sembilan jenazah sempat teridentifikasi pada tahap awal, menurut laporan Antara.
Kementerian Perhubungan menyatakan kapal tidak mengalami kelebihan muatan penumpang. Kapasitas maksimum KM Virgo mencapai 500 orang, sedangkan kapal mengangkut 243 orang dan 89 kendaraan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyelidiki penyebab kecelakaan secara independen. Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyebut faktor alam, teknis, dan manusia masih berada dalam tahap investigasi.
Hingga Rabu, 23 September 2026, operasi SAR KM Virgo memasuki hari ke-11. Tim berharap arus lebih tenang sehingga evakuasi dari dalam badan kapal dapat berjalan lebih banyak, menurut Liputan6.

