Operasi tangkap tangan atau OTT Bupati Lombok Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berujung pada penetapan tiga tersangka. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menjadi salah satu pihak yang dijerat.
OTT dilakukan KPK pada Senin, 20 Juli 2026, dengan mengamankan sejumlah orang beserta barang bukti. Perkara ini diduga berkaitan dengan penerimaan uang dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Lombok Barat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa lembaga antirasuah menemukan bukti permulaan yang cukup. Berdasarkan hal itu, perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.
Kronologi OTT Bupati Lombok Barat
Dalam OTT Bupati Lombok Barat, KPK awalnya mengamankan 19 orang di wilayah Lombok Barat. Dari jumlah itu, sejumlah orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah dan sejumlah dokumen.
Tim penyidik turut menyegel ruang kerja bupati serta sejumlah ruangan dinas strategis. Selain para pihak dari Lombok, KPK juga mengamankan seorang pihak swasta di wilayah Jakarta. Dengan demikian, total delapan orang menjalani pemeriksaan intensif di Jakarta. Berita hukum lain di kanal Hukum BeritaEnam.
“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Lombok Barat.” — Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK
Tersangka dan Barang Bukti OTT Bupati Lombok Barat
Usai OTT Bupati Lombok Barat, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Selain Lalu Ahmad Zaini, dua tersangka lain adalah Sudirman dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani. Ketiga tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK.
KPK mengungkap Lalu Ahmad Zaini diduga terlibat dalam 32 paket proyek, termasuk rehabilitasi Taman Kota Gerung. Modusnya diduga melalui benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa. Dalam penggeledahan lanjutan, KPK mengamankan barang bukti senilai sekitar Rp9,06 miliar. Perkara ini disebut berkaitan dengan suap proyek serta penerimaan lain atau gratifikasi. Informasi resmi dapat dilihat di laman KPK.
“Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.” — Achmad Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK
Pasal yang Menjerat dalam OTT Bupati Lombok Barat
Terkait dugaan benturan kepentingan, Lalu Ahmad Zaini dan Sudirman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, keduanya juga dijerat pasal suap dan gratifikasi. KPK menegaskan penyidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional.
Lembaga antirasuah juga menyebut akan mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan prihatin atas OTT tersebut. Ia mengingatkan para kepala daerah untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Penggeledahan ruang kerja bupati yang sebelumnya disegel dilakukan penyidik pada Kamis, 23 Juli 2026.
Penggeledahan Lanjutan dan Penyitaan Aset
Dalam pengembangan perkara, penyidik turut menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan. Salah satunya berupa kendaraan yang disebut terkait dengan dugaan penerimaan tersangka. Penggeledahan dilakukan di beberapa titik, termasuk kantor dinas terkait pengadaan.
Penyidik menelusuri dokumen proyek untuk memperkuat pembuktian perkara. Operasi tangkap tangan merupakan salah satu metode penindakan yang digunakan KPK. Dalam operasi ini, penyidik mengamankan pihak yang diduga terlibat beserta barang bukti secara langsung. Kasus dugaan korupsi di tingkat pengadaan barang dan jasa kerap menjadi perhatian.
Setelah OTT, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan. Dalam rentang itu, penyidik memeriksa para pihak dan menelaah barang bukti. Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait suap dan gratifikasi.
Proses Hukum OTT Bupati Lombok Barat Berlanjut
Dengan penetapan tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat, proses hukum akan terus bergulir. KPK mendalami aliran dana dan aset yang diduga terkait perkara. Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK sepanjang 2026.
Sejumlah pihak berharap penindakan ini memberi efek jera terhadap praktik serupa. Pengawasan yang ketat dinilai penting untuk mencegah penyimpangan di lingkungan pemerintahan. Publik menantikan kelanjutan penyidikan yang tengah berjalan di lembaga antirasuah. Transparansi proses hukum diharapkan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.







