Peluang Terbuka Kerjasama Bisnis Indonesia-Papua Nugini

109

Beritaenam.com, Papua Nugini – Peluang kerjasama ekonomi Indonesia – Papua Nugini sebenarnya cukup potensial dan terbuka untuk berbagai sektor, mulai soal energy, pertambangan hingga usaha kecil menengah.

Namun beberapa kendala masih terjadi, diantaranya akses masuk barang yang belum terkoneksi. Kendala-kendala teknis inilah yang coba dipecahkan dalam forum ekonomi dan kerjasama pembangunan Indonesia – Papua Nugini di Hotel Laguna, Port Moresby, Rabu (28/11).

Dalam forum bertajuk; Policy Update and Market Sounding Forum for Economic and Development Coorporation Indonesia – Papua New Guinie ini dikuti perwakilan kedua negara.

Delegasi Indoneaia dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasific dan Afrika Kemenlu, Rossy Verona.

Ikut dalam rombongan diantaranya dari BUMN dan sektor privat yang terkait dengan oil dan gas, termasuk juga industri setrategis lainnya seperti Peruri, Aneka Tambang, kemaritiman dan UMKM yang diwakili perusahaan yang bergerak di sektor ekonomi kecil menengah.

Agi sugiyanto, salah satu peserta yang mewakili UMKM dalam wawancara lewat telepon, Rabu malam, menjelaskan bahwa forum tersebut membawa pengalaman baru baginya untuk melakukan penjajakan kerja sama B to B.

Dia banyak mendapatkan peluang bisnis di Papua Nugini yang selama ini dipersepsikan kurang kondusif.


Dalam forum tersebut, Agi bertemu sejumlah calon mitra bisnis, baik warga indonesia yang sudah lama buka usaha di Port Moresby maupun mitra lokal, diantaranya Lollou Tan, yang merupakan pebisnis asal Malang, Jawa Timur.

Lollou Tan mengaku sudah hampir 23 tahun membuka bisnis hotel dan spa di Port Moresby. Dia menyambut baik ajakan kerjasama bidang layanan spa dan rumah makan.

“Ternyata peluangnya masih cukup besar,” kata Agi, owner PT Trust Indonesia yang sudah berpengalaman membuka layanan treatment kesehatan di Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Rumah Totok, Griya Sehat Holistic dll.

Menurut Agi, Lollou Tan menyambut baik kerjasama bussines to bussines (B to B) dengan Trust Indonesia.

Selain memiliki pengalaman bisnis spa dan treatment relaksasi, juga membuka peluang baru untuk mengirim tenaga ahli di bidang relaksasi.

Kebetulan PT Trust dengan unit bisnisnya, Rumah Totok memiliki pusat pendidikan dan pelatihan rflexology & traditional massage. Spa & massage yang ada di Port Moresby kebanyakan datang dari Hongkong dan Jepang.

Peluang lain dijajaki, ketika bertemu dr. Goa Tau, salah satu pengusaha dari Papua Nugini. Dalam perbincangan informal, ada keinginan untuk membuka klinik estetika.

Kebetulan PT. Trust juga bergerak di bidang manufacturing & distributor produk kesehatan, serta kecantikan.

Perbincangan pun mengarah pada kesepakatan untuk suplay produk kecantikan dan estetika ke PNG.

Delegasi Indonesia berada di PNG hingga 30 november dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti kunjungan ke beberapa perusahaan BUMN setempat.

Setelah itu delegasi Indonesia akan melanjutkan perjalanan ke Fiji, salah satu negara kawasan Pasific Selatan yang juga memiliki peluang bisnis antar kedua negara.

Sama seperti di PNG, delegasi indonesia akan melakukan pertemuan dalam forum kerjasama kedua negara.(tle)