Proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2026 dinaikkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjadi 5,2 persen. Angka itu naik dari perkiraan 4,7 persen pada Juni 2026.
Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Direvisi ke 5,2 Persen
Revisi itu tertuang dalam laporan OECD Economic Outlook, Interim Report September 2026 bertajuk Weathering Successive Shocks. Laporan tersebut dirilis pada 24 September 2026.
Untuk 2027, OECD memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,1 persen. Angka itu naik tipis dari proyeksi Juni 2026 yang sebesar 5,0 persen.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat 5,1 persen. OECD menilai laju pertumbuhan Indonesia relatif stabil dalam dua tahun ke depan.
“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan relatif stabil, sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027, dengan perbaikan terms of trade mendukung peningkatan investasi.” — Laporan OECD Economic Outlook Interim Report September 2026
Inflasi Diperkirakan 3,3 Persen pada Tahun 2026
OECD memproyeksikan inflasi Indonesia sebesar 3,3 persen pada 2026. Angka itu sedikit lebih rendah dari perkiraan Juni 2026 yang sebesar 3,4 persen.
Pada 2027, inflasi diperkirakan turun menjadi 3,0 persen. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari perkiraan Juni 2026 yang sebesar 2,8 persen.
Permintaan Domestik Jadi Penopang Pertumbuhan
OECD menyebut proyeksi ekonomi Indonesia ditopang permintaan domestik yang tangguh. Kebijakan pemerintah untuk melindungi rumah tangga dan perusahaan juga menjadi faktor pendorong.
Laporan itu menempatkan Indonesia bersama India dan Brasil sebagai negara pasar berkembang G20 dengan pola pertumbuhan serupa. Ketiganya mengandalkan kekuatan permintaan dalam negeri.
Untuk kelompok negara pasar berkembang G20, OECD memperkirakan pertumbuhan 4,8 persen pada 2026. Angka itu naik dari 4,1 persen pada 2025, lalu melandai ke 4,3 persen pada 2027.
Pertumbuhan Ekonomi Global Diperkirakan 2,9 Persen
OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,9 persen pada 2026. Angka itu naik menjadi 3,0 persen pada 2027.
Inflasi negara G20 diproyeksikan 4,1 persen pada 2026 dan 3,6 persen pada 2027. Inflasi inti negara maju diperkirakan 2,7 persen pada 2026 dan 2,5 persen pada 2027.
OECD juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China sebesar 4,5 persen. Angka itu lebih rendah dari proyeksi ekonomi Indonesia pada periode yang sama.
Pemerintah Sebut Fundamental Ekonomi Masih Baik
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan keyakinan bahwa pertumbuhan pada semester kedua 2026 dapat melampaui 5,5 persen. Ia berbicara di Jakarta pada 25 September 2026.
“Proyeksi pertumbuhan kita masih lihat bahwa saya yakin di Q3, Q4, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen.” — Suahasil Nazara, Menteri Keuangan
Suahasil menyebut inflasi Agustus 2026 yang tercatat 3,19 persen sebagai indikator fundamental yang baik. Ia juga menyoroti pertumbuhan kredit sebagai penopang aktivitas ekonomi. Dinamika harga di tingkat konsumen juga tercermin dari harga BBM Pertamina yang relatif stabil.
Suahasil menyebut pertumbuhan minimal 5,45 persen sebagai ambang yang dijaga pemerintah. Ia juga menargetkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 13 persen.
Asian Development Bank juga merilis proyeksi ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen. Proyeksi lembaga itu diumumkan pada 23 September 2026.
OECD memberi judul Weathering Successive Shocks pada laporan interim tersebut. Judul itu merujuk pada rangkaian guncangan yang dihadapi perekonomian dunia.
Perbaikan terms of trade disebut OECD sebagai faktor yang mendukung proyeksi ekonomi Indonesia. Faktor tersebut menyertai kekuatan permintaan domestik.
Revisi proyeksi 2026 naik 0,5 poin persentase dibandingkan perkiraan Juni 2026. Untuk 2027, kenaikannya tercatat 0,1 poin persentase.
Laporan interim OECD dirilis bersamaan dengan pembaruan proyeksi sejumlah negara G20. Indonesia masuk kelompok negara pasar berkembang dalam laporan itu. Simak liputan ekonomi lainnya untuk konteks lebih lengkap.
Angka proyeksi OECD untuk 2026 sebesar 5,2 persen setara dengan perkiraan Asian Development Bank pada periode yang sama. Kedua lembaga menempatkan angka yang identik.
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 menggantikan Purbaya. Keterangan mengenai pertumbuhan itu disampaikan sekitar dua pekan setelah pelantikan.
Proyeksi ekonomi Indonesia versi OECD sebesar 5,2 persen pada 2026 masih berada di bawah target pemerintah. Pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan 6 persen untuk tahun 2027. Sasaran tersebut disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
